Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Tuntut Peran Pemerintah RI di BoP

Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Tuntut Peran Pemerintah RI di BoP

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Tiga prajurit TNI dikabarkan gugur saat menjalankan tugas menjaga perbatasan di Lebanon Selatan, diketahui tewasnya prajurit TNI usai serangan zionis Israel saat bertugas menjaga perdamaian di Lebanon Selatan dan tergabung dalam pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Akibatnya anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS mengecam serangan tersebut, Mahfudz Abdurrahman menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan bentuk nyata pelanggaran serius yang dilakukan Israel terhadap hukum internasional dan tidak dapat ditoleransi.

‎”Ini bukan kecelakaan perang. Ini adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan mencerminkan pengabaian total terhadap norma-norma global,” tegas Mahfudz lewat keterangan pers, Selasa(30/3).

Dalam penilaiannya tindakan militer Israel di kawasan perbatasan Lebanon telah melampaui batas dan menunjukkan pola agresi yang semakin brutal, tanpa mempertimbangkan keselamatan pihak-pihak yang seharusnya dilindungi, termasuk pasukan perdamaian.

‎”Agresi militer Israel di kawasan tersebut semakin tidak terkendali dan menunjukkan sikap abai terhadap hukum internasional. Serangan ini membuktikan bahwa tidak ada lagi jaminan keamanan, bahkan bagi pasukan yang membawa mandat resmi dari PBB,” lanjutnya.

‎Mahfudz juga menekankan bahwa serangan terhadap personel UNIFIL merupakan ancaman langsung terhadap kredibilitas dan legitimasi misi perdamaian dunia. Ia meminta respons tegas, bukan sekadar kecaman simbolik.

‎”Jika serangan terhadap pasukan PBB dibiarkan tanpa konsekuensi, maka dunia internasional sedang membiarkan runtuhnya sistem perlindungan global. Ini adalah ujian bagi PBB dan seluruh komunitas internasional: apakah hukum internasional masih dihormati atau tidak,” ujarnya.

‎Ia kemudian mendesak PBB untuk segera melakukan investigasi independen, transparan, dan tidak kompromistis, serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang jelas.

‎Mahfudz juga mendorong langkah diplomasi RI yang jauh lebih kuat dan progresif, termasuk membawa isu ini ke forum internasional strategis dan membangun tekanan global.

‎”Indonesia tidak boleh bersikap biasa-biasa saja. Kita harus mengambil peran utama dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat tekanan diplomatik, dan memastikan setiap pengorbanan prajurit kita dihargai dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Senada, Anggota Komisi I DPR Sarifah Ainun Jariyah meminta pemerintah segera mendesak Israel untuk bertanggungjawab atas serangan mereka yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon.

Menurut Sarifah, desakan itu bisa dilakukan Indonesia lewat Board of Peace (BoP), di mana Israel ikut tergabung di dalamnya. Dia menilai serangan tersebut tak bisa dianggap biasa dan harus direspons serius.

“Langkah diplomatik dapat dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk melalui BoP yang isinya terdapat Israel,” ujar Sarifah saat dihubungi, Selasa (31/3).

Di sisi lain, politikus PDIP itu juga meminta pemerintah mengevaluasi rencana pengiriman pasukan ke wilayah konflik lain. Menurut dia, insiden serangan Israel ke UNIFIL harus menjadi pertimbangan serius.

Bahkan, dia mendesak pemerintah dan TNI untuk membatalkan rencana pengiriman pasukan ke Gaza. Sarifah menilai tak ada jaminan keamanan dari pihak manapun karena Israel pun telah melanggar hukum internasional.

“Tidak ada jaminan keamanan dari pihak mana pun karena Israel sendiri terbukti tidak taat pada aturan internasional,” ujarnya.

Sarifah mengaku sebelumnya telah mengingatkan bahwa Lebanon sebagai wilayah yang rentan. Pada November 2024, dia mengingatkan agar TNI memberi perhatian serius pada perlindungan prajurit yang dikirim ke sana.

Belum lama ini, dia juga mempertanyakan keputusan pemerintah tetap mempertahankan prajurit di Lebanon. Padahal sejumlah negara telah menarik pasukannya.

“Di saat beberapa negara pengirim pasukan lainnya mulai menarik mundur kontingen mereka akibat ancaman serangan udara dan artileri Israel yang tidak rasional.

Menurut Sarifah, serangan Israel terhadap UNIFIL menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum internasional. Teroris Israel sudah tidak menghargai UNIFIL yang jelas merupakan aset PBB dan dilindungi hukum internasional dan karenanya pemerintah dinilai harus merespons serius insiden tersebut.

“Saya mengutuk keras serangan artileri Israel yang dampaknya secara langsung menghantam zona operasi pasukan penjaga perdamaian PBB,” katanya.

Setelah serangan yang menewaskan Praka Farizal Romadhon, kini dua prajurit TNI dikonfirmasi tewas akibat meningkatnya intensitas pertempuran di Lebanon. Sehingga total sudah ada 3 prajurit TNI yang tewas imbas zionis Israel.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan, dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat.

Sebelumnya dilaporkan Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengabarkan, dua prajurit kembali menjadi korban di Lebanon. Adapun prajurit tersebut gugur ketika menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Pledoi Ungkap Pengakuan Mengejutkan Ammar Zoni, Ammar: Saya Korban, Saya Sakit

    Sidang Pledoi Ungkap Pengakuan Mengejutkan Ammar Zoni, Ammar: Saya Korban, Saya Sakit

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Aktor Ammar Zoni mengungkapkan rasa lega setelah membuka alasan di balik penyalahgunaan narkoba yang telah berulang kali ia lakukan. Hal itu disampaikannya saat sidang agenda pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada (2/4) lalu. Melalui sidang itu, Ammar secara terbuka mengakui kesalahannya. Ia bahkan sekaligus menjelaskan kondisi yang ia alami selama ini, dirinya […]

  • Kronologi dan Fakta Keterlibatan Tiga Kader Gerindra DPRD Jatim dalam Kasus Narkoba

    Kronologi dan Fakta Keterlibatan Tiga Kader Gerindra DPRD Jatim dalam Kasus Narkoba

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sebanyak 8 orang diciduk polisi dalam sebuah penggerebekan kasus narkoba di Surabaya. Ironisnya, tiga di antara mereka merupakan kader Partai Gerindra yang menjadi anggota DPRD di Jatim. Berikut Fakta-fakta kasus narkoba yang menjerat Anggota DPRD dari Fraksi Kader Gerindra: 1. Identitas ketiga kader Gerindra yang diciduk Tiga anggota DPRD yang diamankan yakni Muhammad […]

  • Pemerintah Bebaskan Biaya Pengurusan Dokumen Penting Korban Gempa NTT, dari KTP hingga Sertifikat Tanah

    Pemerintah Bebaskan Biaya Pengurusan Dokumen Penting Korban Gempa NTT, dari KTP hingga Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah memastikan seluruh masyarakat yang menjadi korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat mengurus kembali berbagai dokumen penting yang hilang maupun rusak tanpa dikenakan biaya alias gratis. Kebijakan penggantian dokumen gratis ini mencakup beragam berkas krusial kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran. Tak […]

  • Pelayanan RS Edelweiss Dinilai Buruk, Pengamat Kebijakan Publik Cianjur Beri Tanggapan

    Pelayanan RS Edelweiss Dinilai Buruk, Pengamat Kebijakan Publik Cianjur Beri Tanggapan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 46
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pengamat Kebijakan Publik dan Akademisi Universitas Surya Kencana Cianjur, Dr. Dedi Mulyadi menanggapi kondisi pelayanan buruk yang ada di Rumah Sakit Edelweiss Cianjur. “Intinya memang rumah sakit tidak boleh menolak pasien, cuma memang argumentasinya penuh artinya jika rumah sakit memaksakan menerima pasien dalam kondisi penuh maka mengakibatkan pasien tidak dapat dilayani secara maksimal […]

  • Akses Menuju Situs Gunung Padang Tertimbun Longsor Sepanjang 50 Meter,  Kereta Api Cianjur-Sukabumi Dibatalkan Demi Keselamatan Penumpang

    Akses Menuju Situs Gunung Padang Tertimbun Longsor Sepanjang 50 Meter, Kereta Api Cianjur-Sukabumi Dibatalkan Demi Keselamatan Penumpang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKKITA.NEWS – Bagi pengunjung sejarah dan warga Cianjur khususnya, dilaporkan situs purbakala Gunung Padang harus ekstra hati-hati, pasalnya akses jalan Cipadang-Lampegan di Kampung Puncak Salak RT 05/07 Desa Cibokor Kecamatan Cibeber telah tertutup material tanah longsor usai diguyur hujan deras, Rabu (22/4/206). Tanah longsor juga berdampak terhadap bangunan rumah warga setempat. Camat Cibeber, Ardian Athoillah, […]

  • Politikus PSI Ini Sebut Ada Persamaan Wapres Gibran Dengan Presiden RI ke-3, Benarkah Demikian?

    Politikus PSI Ini Sebut Ada Persamaan Wapres Gibran Dengan Presiden RI ke-3, Benarkah Demikian?

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih mendapat sorotan hangat di masyarakat. Sebagaimana diketahui, Selasa lalu (6/10) MK menyatakan tidak menerima gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan mantan Wamenkumham Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya. Polemik tersebut turut mendapat perhatian politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), […]

expand_less