Akses Menuju Situs Gunung Padang Tertimbun Longsor Sepanjang 50 Meter, Kereta Api Cianjur-Sukabumi Dibatalkan Demi Keselamatan Penumpang
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKKITA.NEWS – Bagi pengunjung sejarah dan warga Cianjur khususnya, dilaporkan situs purbakala Gunung Padang harus ekstra hati-hati, pasalnya akses jalan Cipadang-Lampegan di Kampung Puncak Salak RT 05/07 Desa Cibokor Kecamatan Cibeber telah tertutup material tanah longsor usai diguyur hujan deras, Rabu (22/4/206).
Tanah longsor juga berdampak terhadap bangunan rumah warga setempat.
Camat Cibeber, Ardian Athoillah, mengatakan material longsoran menutup badan jalan sepanjang lebih kurang 50 meter. Akibatnya, akses menuju situs megalitikum Gunung Padang sementara ini tidak dapat dilalui.
“Longsoran menutup akses jalan Cipadang- Lampegan di kilometer 3 menuju Gunungpadang,” kata Ardian, (23/4/2026).
Sementara warga yang rumahnya terdampak telah dievakuasi ke tempat lebih aman.
Hasil pendataan, terdapat dua rumah yang dihuni lima jiwa turut terdampak.Upaya pembersihan material tanah longsor sedang dilakukan melibatkan intansi terkait. Upayanya dibantu alat berat.
“Pembersihan tengah dilakukan menggunakan alat berat dari Dinas PUTR. Sebelumnya masyarakat sempat bergotong royong namun tidak bisa diselesaikan dengan alat seadanya,” ucapnya.
Selain itu hujan tersebut menyebabkan penggerusan (gogosan) jalur rel di petak Cibeber–Lampegan, tepatnya di KM 73+9/0. Lokasi tersebut diketahui masih dalam tahap perbaikan saat insiden terjadi.
Akibat kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memutuskan membatalkan perjalanan KA Siliwangi demi keselamatan penumpang. Pada Rabu (22/4) pukul 20.38 WIB, KA Siliwangi (345) relasi Cipatat–Sukabumi hanya dioperasikan hingga Stasiun Cibeber dan tidak melanjutkan perjalanan ke Sukabumi.
Selain itu, seluruh perjalanan KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat yang dijadwalkan beroperasi pada Kamis (23/4) juga dibatalkan. Total sebanyak enam perjalanan kereta api terdampak pembatalan pada hari tersebut.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan keputusan pembatalan diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, khususnya pada titik terdampak di KM 73+9/0 petak jalan Cibeber–Lampegan. Hujan deras menyebabkan debit air meningkat dan kembali menggerus struktur jalur yang sedang diperbaiki. Demi keselamatan, kami membatalkan perjalanan KA Siliwangi pada Rabu malam serta seluruh perjalanan pada Kamis,” pungkasnya.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar