Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Puluhan SPBU dan Transfer Palsu Jadi Bukti Penipuan Remaja 17 Tahun, Polisi Sebut Bermodal Mercy dan Fortuner Pinjaman

Puluhan SPBU dan Transfer Palsu Jadi Bukti Penipuan Remaja 17 Tahun, Polisi Sebut Bermodal Mercy dan Fortuner Pinjaman

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Seorang remaja berinisial R (17) diduga menipu puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bogor dan Depok dengan menggunakan bukti transfer palsu.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan mobil Mercedes-Benz dan Toyota Fortuner yang dipinjam dari temannya. Pelaku akhirnya ditangkap polisi di sebuah SPBU di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (30/5/2026).

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan, kedua kendaraan yang digunakan pelaku bukan miliknya.

“Mobil dipinjam ke temannya, temannya tidak tahu. Bahkan temannya sekarang melaporkan dia karena merasa dirugikan. Baik pemilik mobil Mercy maupun Fortuner, keduanya datang ke sini untuk buat laporan,” kata Edison kepada Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Kasus ini terungkap setelah operator SPBU melaporkan dugaan penipuan pada 19 Mei 2026. Saat itu, pelaku datang menggunakan Mercedes-Benz dan melakukan transaksi pembelian BBM sekaligus tarik tunai. Menurut Edison, pelaku sempat lolos dalam dua aksinya.

Saat itu, pelaku datang menggunakan Mercedes-Benz dan melakukan transaksi pembelian BBM sekaligus tarik tunai. Menurut Edison, pelaku sempat lolos dalam dua aksinya.

“Pertama di tanggal 19 menggunakan mobil Mercy malam hari dan sudah dua kali lolos, modusnya tarik tunai, kalau di pom bensin bisa sekalian isi bensin dan tarik tunai. Dia sudah berulang kali melakukan transaksi seperti itu,” ujar Edison.

Pelaku diduga menunjukkan bukti transfer yang telah dimanipulasi sehingga terlihat seolah-olah uang telah masuk ke rekening tujuan.

Operator yang tidak langsung memeriksa rekening baru menyadari penipuan setelah pelaku meninggalkan lokasi.

Pada aksi berikutnya, pelaku datang menggunakan Toyota Fortuner dengan pelat nomor polisi palsu. Operator SPBU yang sudah mengetahui aksi pelaku sebelumnya kemudian menghubungi polisi. 

“Operator (SPBU) telepon ke kita, kita langsung ke lokasi, intai, begitu transaksi, kita sergap. Kita tanya pelat nomor, ternyata palsu, dan mobilnya mobil pinjam,” kata Edison.

Dari hasil pemeriksaan, R mengaku telah menjalankan aksinya di sekitar 10 SPBU.

Lima lokasi berada di wilayah Cileungsi, dua di Jonggol, serta masing-masing satu di Bogor Kota, Depok, dan Leuwiliang.

Edison mengatakan, pelaku beraksi seorang diri dan tidak tergabung dalam sindikat.

Tak hanya menggunakan mobil pinjaman, pelaku juga sempat menyamar memakai seragam sekolah saat beraksi di salah satu SPBU di Bogor Kota.

“Bahkan dia nyamar pakai pakaian seragam sekolah waktu yang di Bogor Kota,” ujar Edison.

Polisi menyebut kerugian yang tercatat dalam laporan saat ini mencapai Rp 2 juta dari kasus di SPBU Jalan Raya Narogong.

“Kerugian yang kita tangani sekarang yang ada di laporan kita Rp 2 juta yaitu yang di pom bensin di Jalan Narogong. Yang lainnya mungkin menyusul, mereka antri buat laporan,” kata Edison.

Polisi menyebut kerugian yang tercatat dalam laporan saat ini mencapai Rp 2 juta dari kasus di SPBU Jalan Raya Narogong.

“Kerugian yang kita tangani sekarang yang ada di laporan kita Rp 2 juta yaitu yang di pom bensin di Jalan Narogong. Yang lainnya mungkin menyusul, mereka antri buat laporan,” kata Edison.

Polisi memperkirakan jumlah korban maupun nilai kerugian akan bertambah seiring munculnya laporan dari pengelola SPBU lain yang mengaku menjadi korban aksi pelaku. 

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

    Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 74
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Konflik geopolitik di timur tengah dipastikan semakin memanas hal ini disebabkan bergabungnya salah satu negara eropa, Ukraina untuk turun gunung membantu pasukan AS-Israel. Sebelumnya Washington dan Tel Aviv menyerang Teheran sejak 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei. Hal ini menimbulkan pembalasan Iran ke pangkalan militer Amerika ke Teluk, hingga penutupan Selat […]

  • Ini Alasannya Jusuf Kalla Usulkan Pemerintah Naikkan Harga BBM, DPR: Pemerintah Harus Segera Melakukan Penyesuaian Harga

    Ini Alasannya Jusuf Kalla Usulkan Pemerintah Naikkan Harga BBM, DPR: Pemerintah Harus Segera Melakukan Penyesuaian Harga

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Di tengah konflik timur tengah yang kian memanas, pemerintah pusat memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kebijakan itu mendapat teguran keras dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, subsidi energi khususnya BBM akan membuat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) semakin membengkak dan menumpuk utang. Hal […]

  • Para Ahli dan Pegiat Bisnis Plastik Sebut Inilah Penyebab Utama Kenaikkan Harga Plastik

    Para Ahli dan Pegiat Bisnis Plastik Sebut Inilah Penyebab Utama Kenaikkan Harga Plastik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 64
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – CEO DST-Pack, Stanislav Krykun, sebuah perusahaan pengemasan yang berbasis di Polandia. Harga plastik cenderung terus merangkak naik bila ketegangan di Timur Tengah tak mereda. “Pemasok plastik kami di China telah menaikkan harga sekitar 15% baru-baru ini, dan mereka menyebutkan kenaikan biaya bahan baku dan ketidakpastian pasar secara umum sebagai alasannya,” ujarnya. Karena itu […]

  • dcwbeb

    950 Dapur MBG Bermasalah, Sudaryono Ungkap Masalah Utamanya

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono terus memperketat pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 950 dapur kini masuk dalam daftar yang dicurigai belum memenuhi standar laik higienis dan sanitasi (SLHS), sehingga terancam dikenai sanksi hingga penutupan permanen.Sudaryono mengatakan sertifikat SLHS kini menjadi […]

  • Menkeu Menjawab Wacana PPN Jalan Tol, Purbaya: Tidak Ada Kenaikkan Sebelum Ada Perbaikan Daya Beli Masyarakat

    Menkeu Menjawab Wacana PPN Jalan Tol, Purbaya: Tidak Ada Kenaikkan Sebelum Ada Perbaikan Daya Beli Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 46
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS -Direktorat Jenderal Pajak kini tengah mempersiapkan tentang rancangan peraturan untukmemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan jasa jalan tol. Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui rencana tersebut dan memastikan tak akan ada kebijakan pajak baru sebelum daya beli masyarakat naik “Janji saya sama, enggak berubah. Sebelum ada perbaikan daya beli […]

  • Wacana Bahlil Stop Ekspor Timah, Pengusaha Soroti Kesiapan Pemerintah

    Wacana Bahlil Stop Ekspor Timah, Pengusaha Soroti Kesiapan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 69
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Munculnya wacana yang menjadi prioritas pemerintah untuk mendorong hilirisasi, pemerintah melalui Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia kini tengah mengkaji penghentian ekspor timah. Menurutnya aktivitas ekspor dengan bahan mentah harus diganti menjadi pengolahan bahan mentah tersebut harus dilakukan di dalam negeri untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. “Tahun lalu kita melarang […]

expand_less