Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Dokter Gunawan Kritisi Pelayanan BPJS Kesehatan Sebut Belum Dapat Dikatakan Layak

Dokter Gunawan Kritisi Pelayanan BPJS Kesehatan Sebut Belum Dapat Dikatakan Layak

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pernyataan Dokter sekaligus praktisi hukum, Dr. dr. Mhd Indra Gunawan Lubis, yang dikenal melalui akun Facebook pribadinya “Dokter Lawyer”, kini mendapat perhatian publik setelah mengkritik pelayanan BPJS Kesehatan.

Dalam video yang diunggahnya, Dokter Gunawan menilai kualitas layanan BPJS Kesehatan masih belum memenuhi harapan masyarakat.

Ia mengkritisi juga menyoroti dugaan bahwa para karyawan BPJS Kesehatan tidak menggunakan BPJS sebagai jaminan kesehatan utama mereka.

“Menurut saya BPJS ini pelayanannya jelek dan tidak pantas. Karena abang bisa bayangkan tidak? Mereka sendiri sebagai penyelenggara, seluruh karyawan BPJS itu tidak memakai asuransi BPJS untuk asuransi kesehatannya,” ujar Dokter Gunawan.

Ia mengklaim para pegawai BPJS justru memperoleh perlindungan melalui asuransi InHealth.

Menurutnya, hal tersebut dapat ditelusuri sejak awal berdirinya BPJS Kesehatan di Indonesia.

“Boleh dicek, coba dicek dari mulai BPJS itu tumbuh di Indonesia mereka memakai asuransi InHealth, dan itu yang dibayarkan dari iuran kita,” lanjutnya.

Dokter Gunawan juga berpendapat bahwa iuran yang dibayarkan masyarakat turut digunakan untuk membiayai fasilitas asuransi kesehatan bagi karyawan BPJS sehingga mereka memperoleh perlindungan yang dinilainya lebih baik dibanding peserta BPJS pada umumnya.

“Iuran masyarakat itu membayar iuran untuk membayar semua asuransi karyawan BPJS sehingga mereka mendapatkan asuransi yang lebih baik yang namanya InHealth. Sementara kita dipaksa memakai BPJS,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan pandangannya bahwa kondisi tersebut mencerminkan rendahnya kepercayaan penyelenggara terhadap layanan yang mereka kelola.

“Artinya apa? Artinya mereka sendiri tidak percaya dengan produk mereka,” tutupnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Keracunan MBG Terus Berulang Kini Jadi Sorotan Media Asing

    Kasus Keracunan MBG Terus Berulang Kini Jadi Sorotan Media Asing

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Media asing menyoroti kasus dugaan keracunan makanan yang kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Associated Press (AP) melaporkan hampir 2.000 orang, yang sebagian besar merupakan pelajar, jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan melalui program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Kasus dugaan keracunan makanan dilaporkan terjadi di sejumlah daerah […]

  • menang tipis galatasary tekuk the reds

    Menang Tipis 1-0 Galatasaray Buat Liverpool Kembali Tersungkur

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Hasil mengecewakan dalam lanjutan babak 16 besar liga champions, dalam pertandingan tersebut Liverpool harus mengakui kekuatan tim tuan rumah, Galatasaray dengan menang tipis 1-0. Pertandingan yang digelar di Rams Park Istanbul, Rabu (11/3) dini hari WIB. Galatasaray mencetak gol semata wayang di awal pertandingan. Bola tandukan Mario Lemina membawa tim tuan rumah unggul […]

  • TERBARU! Ini Harga BBM  Pertamina Non Subsidi Per 1 Agustus 2026

    TERBARU! Ini Harga BBM Pertamina Non Subsidi Per 1 Agustus 2026

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Penyesuaian harga tersebut dilakukan secara berkala sesuai ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi daya beli masyarakat. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra […]

  • Pemkot Jogja Perketat Kriteria Daycare untuk Tampung Anak Korban Kekerasan

    Pemkot Jogja Perketat Kriteria Daycare untuk Tampung Anak Korban Kekerasan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan langkah strategis dengan mengidentifikasi terhadap pelayanan daycare atau tempat penitipan anak yang amanah dan terpercaya guna menampung anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo. “Jadi, bagaimana mulai besok pagi hari Senin (27/4) anaknya mau dititip di mana ini saya kira suatu hal yang […]

  • Jambret Ditangkap. Ilustrasi photo_camera 1

    Hap, Dua Terduga Pelaku Jambret di Cikalongkulon Cianjur Ditangkap Warga

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Nandang Kurnaedi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    INFOKITA.News- Dua terduga pelaku penjambretan yang terjadi di wilayah Kecamatan Cikalongkulon tertangkap warga. Aksi jahatnya gagal beraksi setelah pelaku panik saat melarikan diri, hingga menabrak kendaraan roda dua. Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arip Titim Firmanto mengatakan, aksi kejahatan penjambretan melibatkan dua orang terduga pelaku, berinisial D (25) dan RL (29) yang menggunakan sepeda motor Honda Beat. […]

  • Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

    Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Akibat keracunan massal salah 1 balita dari 6 balita yang sempat menjadi korban keracunan massal di Cianjur, Jawa Barat. Satu dari enam balita tersebut berinisial MAB (2) dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4) sore, setelah sempat menjalani perawatan intensif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan […]

expand_less