Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program unggulan dari pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengentaskan permasalahan gizi buruk yang ada di Indonesia, maka penting untuk dketahui mengenai pengertian gizi buruk, sehingga diharapkan masyarakat dapat menilai dengan obyektif apakah program makan bergizi gratis itu sudah layak diterapkan atau tidak kepada masyarakat.

Pengertian gizi buruk atau yang seringkali ditemukan dalam istilah malnutrisi, merupakan kondisi serius, dimana asupan makan seseorang tidak sesuai dengan nutrisi yang semestinya diperlukan. Tentunya, kondisi ini merupakan masalah serius yang perlu ditangani.

Dimana setidaknya, gangguan kesehatan serius layaknya stunting, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan mata. Bahkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, balita yang menderita gizi buruk di Indonesia setidaknya berjumlah 3,9%. Sedangkan, balita pengidap gizi kurang setidaknya berjumlah 13,8% di seluruh Indonesia.

Gizi buruk sendiri dapat diartikan suatu kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah bila dibandingkan dengan tinggi badannya. Anak dengan gizi buruk atau severe wasting biasanya memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah sehingga berisiko terkena penyakit parah, bahkan meninggal.

Tentunya permasalahan gizi buruk ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Dari pengertian gizi buruk sendiri, sudah dapat dipastikan bahwa gizi buruk perlu diantisipasi sejak dini dan mendapatkan penanganan sebaik mungkin.

Gizi buruk tidak sama dengan stunting. Gizi buruk ditandai dengan badan anak yang terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya.

Sedangkan stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya. Jika sebelumnya pengertian gizi buruk secara umum dapat diartikan sebagai kondisi serius.

Dimana asupan makan seseorang tidak sesuai dengan nutrisi yang semestinya diperlukan. Maka, gizi kurang sendiri dapat diartikan lebih spesifik sebagai kondisi dimana nutrisi tidak dipenuhi dengan baik.

Penyebab utama gizi buruk adalah kekurangan asupan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok usia anak. Kekurangan asupan ini bisa terjadi karena tidak tersedianya bahan makanan yang berkualitas baik.

Selain itu, gizi buruk juga sering disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi akibat penyakit kronis, misalnya diare kronis atau TBC.

Risiko terjadinya gizi buruk pada anak bisa meningkat jika ibu hamil memiliki beberapa kondisi atau faktor sebagai berikut :

1.      Hamil di usia remaja

2.      Malnutrisi

3.      Kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan narkoba

4.      Terinfeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B

5.      Tingkat pendidikan rendah

6.      Kemiskinan

Sedangkan pada anak, beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya gizi buruk adalah :

1.      Terlahir prematur atau berat badan lahir rendah.

2.      Mengalami infeksi kronis atau infeksi berulang.

3.      Berkebutuhan khusus, misalnya cerebral palsy.

4.      Terlahir dengan kelainan bawaan, seperti bibir sumbing, kelainan pada sistem pencernaan, malabsorbsi makanan, atau penyakit jantung bawaan.

5.      Mendapatkan pola asuh yang tidak menunjang tumbuh kembangnya.

6.      Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk, tidak mendapat akses untuk air bersih, dan berpolusi.

Gejala yang menunjukkan anak mengalami gizi buruk

1.      Tubuh anak tampak sangat kurus

2.      Wajah keriput

3.      Kulit kering

4.      Perut tampak buncit

5.      Sering lemas dan tidak aktif bermain

6.      Gangguan tumbuh kembang

7.      Rambut mudah rontok dan tampak kusam

8.      Pembengkakan (edema) di tungkai

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, serta mengukur lingkar kepala dan lingkar lengan atas anak.

Selanjutnya, seluruh hasil pengukuran tersebut akan dimasukkan ke dalam kurva pertumbuhan WHO.

Untuk memastikan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang meliputi :

1.      Tes darah, untuk mendeteksi kadar Hb (hemoglobin) dan gangguan elektrolit yang sering terjadi pada anak dengan gizi buruk.

2.      Foto rontgen dada dan tes Mantoux, untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis yang sering menimbulkan gizi buruk.

Anak dengan gizi buruk perlu menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat menstabilkan kondisi dan tanda-tanda vital anak. Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter :

1.      Menyelimuti anak untuk menjaga suhu tubuhnya.

2.      Memberikan cairan infus untuk mengatasi dehidrasi.

3.      Mengobati infeksi dengan pemberian antibiotik.

4.      Memberikan suplemen, berupa vitamin A, zat besi, dan asam folat.

5.      Memberikan vaksin

Selain upaya-upaya di atas, dokter juga dapat memberikan makanan cair khusus berupa F75, F100 atau Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF), melalui mulut atau selang makan secara perlahan dan bertahap. Makanan tersebut berisi susu, mentega, minyak, gula, dan kacang, yang ditambahkan dengan vitamin dan mineral.

Komplikasi Gizi Buruk

Gizi buruk yang tidak tertangani bisa menyebabkan komplikasi berupa :

1.      Dehidrasi berat

2.      Hipotermia

3.      Anemia

4.      Gangguan tumbuh kembang

5.      Gangguan otak

6.      Terserang penyakit infeksi berat

7.      Kematian

Pencegahan Gizi Buruk

Gizi buruk bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut ini :

1.      Memberikan makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai kebutuhan anak.

2.      Menerapkan pola asuh yang baik.

3.      Memberikan ASI eksklusif hingga usia anak 6 bulan, dilanjutkan dengan memberikan MPASI yang bergizi lengkap dan seimbang.

4.      Mengukur tinggi dan berat badan anak secara berkala.

5.      Membawa anak untuk segera berobat bila terkena penyakit infeksi.

Berdasarkan data yang dicatat WHO, ada sebanyak 13,6 juta anak yang mengalami gizi buruk. Sementara itu, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, ada 3,5%, atau sekitar 805.000 anak di Indonesia yang menderita gizi buruk atau severe wasting. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun (balita). ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepasang Sejoli Dari Klaten Buang Bayi di Kereta Sancaka

    Sepasang Sejoli Dari Klaten Buang Bayi di Kereta Sancaka

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bayi laki-laki yang dibuang oleh kedua orang tuanya di toilet gerbong Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya kini menjadi anak negara. Bayi yang diberi nama Bayu Nawasena Bhayangkara itu kini dirawat di RS Bhayangkara Solo. Bayi itu hasil hubungan terlarang antara pria berinisial HDP (31) warga Semarang, dengan wanita berinisial NIZ (25) […]

  • Pemerintah Pusat Siapkan Rp 911,16 Miliar Untuk Gelar Mudik Gratis 2026

    Pemerintah Pusat Siapkan Rp 911,16 Miliar Untuk Gelar Mudik Gratis 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 60
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Salah satu tradisi yang menjadi fenomena di Indonesia setelah menjalankan ibadah puasa ramadhan adalah pulang kampung atau mudik, sehingga pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelayanan berupa program mudik gratis kepada masyarakat Indonesia yang dengan keberangkatan dari Ring Road Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada 17 Maret mendatang. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kembali […]

  • Mengintip Persiapan Indonesia vs Bulgaria di Ajang Final FIFA Series 2026

    Mengintip Persiapan Indonesia vs Bulgaria di Ajang Final FIFA Series 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tim Nasional Indonesia akan menjamu Bulgaria dalam partai final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3) malam. Dalam laga final tersebut diprediksi akan menjadi laga yang cukup sengit jika dilihat hasil kedua negara dalam menggulung lawannya pada Jumat (27/3). Indonesia dan Bulgaria lolos ke partai puncak usai mengalahkan […]

  • RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 66
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tewasnya pelajar SMP NS (12) di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kini memasuki babak baru setelah ibu kandung korban Lisnawati resmi melaporkan mantan suaminya Anwar Satibi ke pihak yang berwajib. Menurut pengakuan Lisnawati, sosok Anwar Satibi merupakan suami yang tempramental sebelum berpisah dirinya sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Temperamental, sering dipukul […]

  • Manggarai Timur Terparah, Total 11.925 Hunian Warga NTT Rusak Akibat Gempa

    Manggarai Timur Terparah, Total 11.925 Hunian Warga NTT Rusak Akibat Gempa

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 40 ribu orang mengungsi imbas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengungsi terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur. “Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan […]

  • TERPILIH: Stadion GBK dan Si Jalak Harupat Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

    TERPILIH: Stadion GBK dan Si Jalak Harupat Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Teka-teki arena untuk menggelar edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya terjawab. Otoritas sepak bola dunia sebelumnya telah meresmikan Indonesia sebagai tuan rumah Premier Division. Indonesia akan menjamu delapan tim di kasta tertinggi yang terdiri dari dua grup. Grup A berisi Indonesia, India, Malaysia, Singapura. Sementara Grup B berisi Vietnam, Pakistan, Thailand, Filipina. […]

expand_less