Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program unggulan dari pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengentaskan permasalahan gizi buruk yang ada di Indonesia, maka penting untuk dketahui mengenai pengertian gizi buruk, sehingga diharapkan masyarakat dapat menilai dengan obyektif apakah program makan bergizi gratis itu sudah layak diterapkan atau tidak kepada masyarakat.

Pengertian gizi buruk atau yang seringkali ditemukan dalam istilah malnutrisi, merupakan kondisi serius, dimana asupan makan seseorang tidak sesuai dengan nutrisi yang semestinya diperlukan. Tentunya, kondisi ini merupakan masalah serius yang perlu ditangani.

Dimana setidaknya, gangguan kesehatan serius layaknya stunting, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan mata. Bahkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, balita yang menderita gizi buruk di Indonesia setidaknya berjumlah 3,9%. Sedangkan, balita pengidap gizi kurang setidaknya berjumlah 13,8% di seluruh Indonesia.

Gizi buruk sendiri dapat diartikan suatu kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah bila dibandingkan dengan tinggi badannya. Anak dengan gizi buruk atau severe wasting biasanya memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah sehingga berisiko terkena penyakit parah, bahkan meninggal.

Tentunya permasalahan gizi buruk ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Dari pengertian gizi buruk sendiri, sudah dapat dipastikan bahwa gizi buruk perlu diantisipasi sejak dini dan mendapatkan penanganan sebaik mungkin.

Gizi buruk tidak sama dengan stunting. Gizi buruk ditandai dengan badan anak yang terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya.

Sedangkan stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya. Jika sebelumnya pengertian gizi buruk secara umum dapat diartikan sebagai kondisi serius.

Dimana asupan makan seseorang tidak sesuai dengan nutrisi yang semestinya diperlukan. Maka, gizi kurang sendiri dapat diartikan lebih spesifik sebagai kondisi dimana nutrisi tidak dipenuhi dengan baik.

Penyebab utama gizi buruk adalah kekurangan asupan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok usia anak. Kekurangan asupan ini bisa terjadi karena tidak tersedianya bahan makanan yang berkualitas baik.

Selain itu, gizi buruk juga sering disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi akibat penyakit kronis, misalnya diare kronis atau TBC.

Risiko terjadinya gizi buruk pada anak bisa meningkat jika ibu hamil memiliki beberapa kondisi atau faktor sebagai berikut :

1.      Hamil di usia remaja

2.      Malnutrisi

3.      Kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan narkoba

4.      Terinfeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B

5.      Tingkat pendidikan rendah

6.      Kemiskinan

Sedangkan pada anak, beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya gizi buruk adalah :

1.      Terlahir prematur atau berat badan lahir rendah.

2.      Mengalami infeksi kronis atau infeksi berulang.

3.      Berkebutuhan khusus, misalnya cerebral palsy.

4.      Terlahir dengan kelainan bawaan, seperti bibir sumbing, kelainan pada sistem pencernaan, malabsorbsi makanan, atau penyakit jantung bawaan.

5.      Mendapatkan pola asuh yang tidak menunjang tumbuh kembangnya.

6.      Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk, tidak mendapat akses untuk air bersih, dan berpolusi.

Gejala yang menunjukkan anak mengalami gizi buruk

1.      Tubuh anak tampak sangat kurus

2.      Wajah keriput

3.      Kulit kering

4.      Perut tampak buncit

5.      Sering lemas dan tidak aktif bermain

6.      Gangguan tumbuh kembang

7.      Rambut mudah rontok dan tampak kusam

8.      Pembengkakan (edema) di tungkai

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, serta mengukur lingkar kepala dan lingkar lengan atas anak.

Selanjutnya, seluruh hasil pengukuran tersebut akan dimasukkan ke dalam kurva pertumbuhan WHO.

Untuk memastikan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang meliputi :

1.      Tes darah, untuk mendeteksi kadar Hb (hemoglobin) dan gangguan elektrolit yang sering terjadi pada anak dengan gizi buruk.

2.      Foto rontgen dada dan tes Mantoux, untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis yang sering menimbulkan gizi buruk.

Anak dengan gizi buruk perlu menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat menstabilkan kondisi dan tanda-tanda vital anak. Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter :

1.      Menyelimuti anak untuk menjaga suhu tubuhnya.

2.      Memberikan cairan infus untuk mengatasi dehidrasi.

3.      Mengobati infeksi dengan pemberian antibiotik.

4.      Memberikan suplemen, berupa vitamin A, zat besi, dan asam folat.

5.      Memberikan vaksin

Selain upaya-upaya di atas, dokter juga dapat memberikan makanan cair khusus berupa F75, F100 atau Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF), melalui mulut atau selang makan secara perlahan dan bertahap. Makanan tersebut berisi susu, mentega, minyak, gula, dan kacang, yang ditambahkan dengan vitamin dan mineral.

Komplikasi Gizi Buruk

Gizi buruk yang tidak tertangani bisa menyebabkan komplikasi berupa :

1.      Dehidrasi berat

2.      Hipotermia

3.      Anemia

4.      Gangguan tumbuh kembang

5.      Gangguan otak

6.      Terserang penyakit infeksi berat

7.      Kematian

Pencegahan Gizi Buruk

Gizi buruk bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut ini :

1.      Memberikan makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai kebutuhan anak.

2.      Menerapkan pola asuh yang baik.

3.      Memberikan ASI eksklusif hingga usia anak 6 bulan, dilanjutkan dengan memberikan MPASI yang bergizi lengkap dan seimbang.

4.      Mengukur tinggi dan berat badan anak secara berkala.

5.      Membawa anak untuk segera berobat bila terkena penyakit infeksi.

Berdasarkan data yang dicatat WHO, ada sebanyak 13,6 juta anak yang mengalami gizi buruk. Sementara itu, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, ada 3,5%, atau sekitar 805.000 anak di Indonesia yang menderita gizi buruk atau severe wasting. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun (balita). ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menlu Sugiono Tegaskan Posisi Indonesia Tentang Ketahanan Energi dan Pangan di PBB

    Menlu Sugiono Tegaskan Posisi Indonesia Tentang Ketahanan Energi dan Pangan di PBB

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa ketahanan nasional suatu negara berawal dari kemandirian di sektor-sektor krusial. Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia secara khusus menyoroti pentingnya mencapai swasembada pangan dan memperkuat keamanan energi sebagai fondasi utama bagi bangsa Indonesia untuk bertahan dari krisis. Dalam pidato di […]

  • Gila! Skuad Garuda Tundukkan Oman 3-0 Tanpa Balas di Ajang FIFA Matchday

    Gila! Skuad Garuda Tundukkan Oman 3-0 Tanpa Balas di Ajang FIFA Matchday

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Hasil positif diraih timnas garuda dibawah asuhan John Herdman dengan menjamu Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (5/6/2026). Indonesia langsung mengambil inisiatif bermain penguasaan bola dan menekan sejak awal permainan. Namun ancaman pertama justru di dapat Oman lewat umpan silang, tapi masih bisa diamankan kiper Indonesia Emil Audero. Pada menit […]

  • Album Mini Penyanyi Cilik Asal, Yogya Gandhi Sehat Ditarik Dari Peredaran

    Album Mini Penyanyi Cilik Asal, Yogya Gandhi Sehat Ditarik Dari Peredaran

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 87
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –  Melalui manajemen pribadinya seorang penyanyi anak asal Yogyakarta, Gandhi Sehat, memperkenalkan album mini atau extended play (EP) dengan judul “Cita-Citaku (Ga Jadi Polisi)” pada 5 Februari 2026 yang lalu. Lagu yang bertema Punk Rock tersebut diperkenalkan melalui platfom media digital, namun belum sampai sebulan sejak peluncurannya sepekan lalu. Pihak manajemen berencana menarik album […]

  • Liburan Imlek di LITTLE CHONGQING SINGKAWANG, Nuansa Wisata Budaya

    Liburan Imlek di LITTLE CHONGQING SINGKAWANG, Nuansa Wisata Budaya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 88
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki bulan Februari 2026 masyarakat beragama Khonghucu untuk tahun ini mereka merayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 atau Tahun Kuda Api, banyak masyarakat Indonesia merayakan tahun baru ini dengan beragam cara, salah satunya berlibur ke Kota Singkawang. Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di kota Singkawang ditandai dengan pembukaan Little Chongqing yang dirangkai dengan […]

  • BGN Pastikan Bahan Makanan MBG Bukan Rp15.000

    BGN Pastikan Bahan Makanan MBG Bukan Rp15.000

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Polemik program makan bergizi gratis (MBG) bukan hanya perihal kasus keracunan tetapi juga anggaran yang dinilai tidak wajar bagi sebagian masyarakat untuk setiap menu yang disajikan kepada penerima manfaat, belum lama ini muncul di kalangan masyarakat informasi terkait anggaran yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp15.000 per porsi sajian MBG. Sontak saja […]

  • Mengenali Penyebab Menopause Dini dan Cara Mengatasinya

    Mengenali Penyebab Menopause Dini dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menopause merupakan hal yang normal terjadi dalam fase kehidupan wanita. Namun, jika menopause terjadi secara dini, Anda sebaiknya perlu waspada. Seorang wanita dapat dikatakan mengalami menopause dini bila siklus menstruasi sudah terhenti sebelum usia 40 tahun. Ciri-ciri menopause dini hampir serupa dengan menopause pada umumnya, yaitu: -Menstruasi tidak teratur-Darah menstruasi yang keluar lebih […]

expand_less