Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Sepasang Sejoli Dari Klaten Buang Bayi di Kereta Sancaka

Sepasang Sejoli Dari Klaten Buang Bayi di Kereta Sancaka

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Bayi laki-laki yang dibuang oleh kedua orang tuanya di toilet gerbong Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya kini menjadi anak negara. Bayi yang diberi nama Bayu Nawasena Bhayangkara itu kini dirawat di RS Bhayangkara Solo.

Bayi itu hasil hubungan terlarang antara pria berinisial HDP (31) warga Semarang, dengan wanita berinisial NIZ (25) warga Tegal. HDP diketahui sudah punya anak dan istri. Bayi itu dilahirkan NIZ pada Rabu (1/7) secara mandiri di rumahnya.

Wakapolresta Solo Kombes Sigit mengatakan kondisi bayi tersebut dalam keadaan sehat dan dirawat di RS Bhayangkara. Bayi itu kini dalam asuhan Dinas Sosial.

“Nanti dari Dinsos dengan menjaga bayi ini di RS Bhayangkara tetap sehat. ASI-nya terpenuhi, makannya juga terpenuhi. Jadi anak negara,” kata Sigit saat konferensi di Mapolresta Solo, Jumat (10/7/2026).

Kasatres PPA PPO Polresta Solo Kompol Ratna Karlinasari mengatakan, kedua pelaku sempat memiliki rencana untuk menitipkan bayi itu ke panti asuhan. Namun urung dilakukan.

“Kedua pelaku sempat mendatangi sebuah panti asuhan di Jogja,” kata Ratna.

Kedua pelaku merencanakan pembuangan bayi itu saat NIZ menyusul HDP di Jogja pada Kamis (2/7). Keduanya sempat bermalam di sebuah hotel di Jogja.

“Dari keterangan tersangka wanita, dia sudah menuju ke panti asuhan, tetapi dari panti asuhan hanya memberikan waktu 3 bulan penitipan,” ucapnya.

Namun waktu 3 bulan itu dirasa terlalu singkat. Sebab, NIZ ingin kembali mengambil bayinya ketika dia sudah siap.

Selain itu, dia juga masih menunggu HDP untuk menikahinya. Meski DHP sudah memiliki istri dan dua orang anak.

“Karena rencana dari perempuan itu, dia akan mengambil kembali setelah dia mampu dan menikah dengan laki-laki tersebut,” ucapnya.

Keduanya yang berniat membuang bayi tersebut kemudian naik KRL dari Stasiun Lempuyangan, Jogja, menuju ke Solo, pada Sabtu (4/7). Mereka lalu turun di Stasiun Klaten.

Setelah sampai di Stasiun Klaten, keduanya hendak kembali ke Jogja menggunakan KRL. Namun saat berjalan masuk ke KRL, mereka mendapati ada KA Sancaka yang berhenti, kemudian meletakkan bayi tersebut di toilet KA tersebut.

“Karena tidak bisa menitipkan selama yang dia inginkan, kemudian berdua berinisiatif meletakkan bayi di KA atau di tempat umum agar bisa segera ditemukan, dan diambil orang, lalu diasuh orang,” jelasnya.

“Mereka penumpang KRL. Kebetulan (KA Sancaka) bersebelahan dengan KRL, jadi dia punya ide itu,” imbuhnya.

Kronologi Sejoli Pembuang Bayi di Toilet KA Sancaka

Sejoli pembuang bayi di toilet gerbong KA Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya telah ditangkap. Keduanya penumpang KRL dari Stasiun Lempuyangan Jogja yang turun di Stasiun Klaten. Pelaku menaruh bayinya di toilet KA Sancaka saat kereta tersebut berhenti di Stasiun Klaten.

Wakapolresta Solo, Kombes Sigit, mengatakan bayi lelaki itu hasil hubungan terlarang pria inisial HDP (31) warga Semarang dengan wanita inisial NIZ (25) warga Tegal. HDP diketahui sudah memiliki anak dan istri.

Keduanya berniat membuang bayi tersebut saat naik KRL dari Stasiun Lempuyangan, Jogja, pada Sabtu (4/7).

“Mereka naik kereta (KRL) ke arah Solo dan turun di Stasiun Klaten,” kata Sigit saat konferensi pers di Mapolresta Solo, Jumat (10/7/2026).

Saat KRL berhenti di Stasiun Klaten, keduanya lalu turun. Kasatres PPA PPO Polresta Solo, Kompol Ratna Karlinasari, mengatakan alasan kedua tersangka turun di Stasiun Klaten karena ingin membuang bayinya.

“Karena di Klaten bingung bayinya mau diletakkan dimana, mereka akhirnya ingin balik lagi ke Jogja,” kata Ratna.

Kedua tersangka kemudian hendak kembali Jogja dengan naik KRL lagi dari Stasiun Klaten. Namun saat berjalan masuk ke KRL, mereka mendapati ada KA Sancaka yang berhenti. Tersangka lalu meletakkan bayinya ke toilet gerbong KA Sancaka.

“Berdua berinisiatif meletakkan bayi di KA atau di tempat umum agar bisa segera ditemukan, dan diambil orang, lalu diasuh orang,” ujar Ratna.

“Mereka penumpang KRL. Kebetulan (KA Sancaka) bersebelahan dengan KRL, jadi dia punya ide itu,” imbuhnya.

Sejumlah barang bukti diamankan dalam kasus itu, seperti pakaian kedua tersangka, tas koper, hingga perlengkapan bayi. Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam Pasal 429 Jo Pasal 430 Jo Pasal 20 KUHP tentang penelantaran anak, dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Penyebab Utama Gen Z Terkena Gula Darah

    Ini Penyebab Utama Gen Z Terkena Gula Darah

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Diabetes kini tidak hanya didominasi oleh pasien berusia di atas 40 tahun. Kasus diabetes belakangan mengalami pergeseran tren, di mana semakin meningkat di kalangan anak muda, termasuk generasi Z atau gen Z. “Diabetes semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Saat ini penyakit tersebut sering didiagnosis pada usia 20 sampai 30 […]

  • Perekonomian Kian Melarat, MBG Menggila Hebat, Ratusan Mahasiswa Cianjur Tuntut Evaluasi Besar dan Blokade Jalur Cianjur ke Puncak

    Perekonomian Kian Melarat, MBG Menggila Hebat, Ratusan Mahasiswa Cianjur Tuntut Evaluasi Besar dan Blokade Jalur Cianjur ke Puncak

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 99
    • 2Komentar

    INFOKITA.NEWS – Gelombang aksi mahasiswa tampaknya belum mereda, hal ini terlihat dari aksi massa hari ini. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di pusat Kota Cianjur, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kondisi perekonomian […]

  • Eks Indonesian Idol 2025, Piche Kota Resmi Ditahan

    Eks Indonesian Idol 2025, Piche Kota Resmi Ditahan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Petrus Yohanes Debrito Armando Djaga Kota atau Piche Kota eks kontestan ajang pencarian bakat, Indonesian Idol 2025. Secara resmi ditahan di ruang tahanan Polres Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia telah terseret kasus dugaan perkosaan, persetubuhan, dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa menjelaskan kondisi […]

  • Terbaru Kekeringan:  Kabupaten Malang Bertambah Satu Desa Alami Krisis Air Bersih

    Terbaru Kekeringan: Kabupaten Malang Bertambah Satu Desa Alami Krisis Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perkembangan terkini mengenai kekeringan di Malang telah bertambah satu desa lagi yang terimbas kemarau panjang tersebut. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang per Minggu lalu (20/9) mencatat ada 10 desa terdampak. Lokasinya menyebar di enam kecamatan. Total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 2,4 juta liter. Desa yang mengalami krisis air […]

  • Catat Yuk! Ini Tanggal Merah di Bulan April 2026 dan Wacana WFH Oleh Pemerintah

    Catat Yuk! Ini Tanggal Merah di Bulan April 2026 dan Wacana WFH Oleh Pemerintah

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 156
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bulan April 2026 akan segera tiba dan masyarakat mulai bersiap menyusun agenda kegiatan, termasuk merencanakan waktu libur. Berdasarkan ketetapan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama tiga menteri, terdapat sejumlah tanggal merah yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat maupun berlibur. April 2026 terdiri dari 30 hari yang terbagi dalam lima pekan. Seperti biasa, setiap hari Minggu […]

  • Pengamat Soroti Akses Udara Untuk Militer Amerika Serikat, Fauzan: Izin kepada pesawat militer AS, maka akan semakin tinggi risiko terseret konflik bersenjata di kawasan.

    Pengamat Soroti Akses Udara Untuk Militer Amerika Serikat, Fauzan: Izin kepada pesawat militer AS, maka akan semakin tinggi risiko terseret konflik bersenjata di kawasan.

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 56
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Spekulasi yang muncul setelah bocornya rencana kesepakatan tentang akses udara (blanket overflight access) bagi pesawat militer Amerika Serikat di Indonesia adalah bahwa terdapat upaya untuk ‘mengamankan’ Selat Malaka pascablokade Hormuz. Kabar ini pertama kali dimuat oleh media dari India, Firstpost, yang terbit pada 15 April 2026. Dalam artikel tersebut, dijelaskan dengan Amerika Serikat […]

expand_less