Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Belum lama ini telah beredar surat permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) dari pengurus RW di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, ke sejumlah perusahaan yang menjadi heboh di media sosial.

Surat tersebut menuai sorotan publik lantaran mencantumkan nominal sumbangan yang dipatok mulai dari Rp200 Ribu, Rp300 Ribu, dan Rp500Ribu

Permintaan itu diajukan oleh satu Rukun Warga (RW) yang sama, yakni RW 09 Kelurahan Kamal, Kalideres.

Kejanggalan lain yang disorot publik adalah adanya beberapa surat dengan nominal berbeda yang mengatasnamakan berbagai jabatan pengurus, mulai dari Ketua RW, Wakil Ketua RW, Kamtibmas, Danton, hingga Kasatlak Hansip RW.

Menanggapi kekisruhan yang beredar luas tersebut, Ketua RW 09 Kelurahan Kamal, Wijaya Kusuma, akhirnya angkat bicara.

Wijaya mengakui adanya surat permintaan THR yang dikirimkan ke sejumlah pabrik di wilayah RW-nya. Ia menjelaskan, dirinya merupakan Ketua RW yang baru menjabat selama beberapa bulan untuk menggantikan ketua sebelumnya yang meninggal dunia.

Ia mengaku format proposal maupun pencantuman berbagai jabatan dalam surat tersebut merupakan format lama yang sudah digunakan oleh kepengurusan sebelumnya.

“Kalau terkait masalah yang THR-an ya, saya kan nerusin RW almarhum saja. Terus proposalnya pun sama. Nah, terkait nama ABCD, RW, wakil, itu kan memang sudah zaman almarhum kayak gitu, jadi saya nerusin dah kira-kira kayak gitu,” papar Wijaya pada Selasa (10/3).

Ia mengaku bingung surat tersebut jadi polemik karena hanya meneruskan praktik yang telah berjalan selama bertahun-tahun di lingkungan tersebut. Bahkan, menurut dia, sejumlah perusahaan di wilayah tersebut sebenarnya sudah terbiasa menerima proposal serupa.

Dirinya mengaku bingung surat tersebut jadi masalah karena hanya meneruskan praktik yang telah berjalan selama bertahun-tahun di lingkungan tersebut. Bahkan, menurut dia, sejumlah perusahaan di wilayah tersebut sebenarnya sudah terbiasa menerima proposal serupa.

“Memang sudah dari dulu-dulu seperti itu, sudah kenal lah sebetulnya pabrik-pabriknya,” kata Wijaya.

Terkait nominal Rp 200.000-500.000 yang tertera dalam surat, Wijaya menyebutkan bahwa angka tersebut memang berasal dari draf surat lama dan sama sekali tidak ia ubah.

Meski nominal tersebut tertulis jelas, Wijaya mengeklaim bahwa pihaknya tidak pernah memaksa perusahaan untuk memberi THR sesuai angka yang tertera.

Katanya, besaran THR sesuai keikhlasan pihak perusahaan dalam memberikan THR tersebut.

“Jadi saya mah apa adanya surat dari dulu enggak dikurangin, dilebihin. Perusahaan juga nggak harus dia menuhi syarat itu, enggak. Bervariasi, ada yang Rp 300.000 ada yang Rp 200.000, begitu. Enggak semuanya itu perusahaan ngasih segitu, enggak,” kata Wijaya.

Wijaya juga membantah surat yang dipecah-pecah tersebut digunakan untuk memperkaya masing-masing pengurus RW yang namanya tercantum.

Dirinya mengeklaim, seluruh uang yang terkumpul dari perusahaan akan digabungkan untuk membeli bingkisan Lebaran. Bingkisan tersebut nantinya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang membantu operasional lingkungan.

“Jadi enggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THR-an orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga,” ungkapnya.

Menurut Wijaya, permintaan THR kepada perusahaan dilakukan karena pihak RW tidak memiliki alokasi dana khusus untuk memberikan THR kepada para pengurus lingkungan.

“Pokoknya saya dapat semana duitnya, ya sudah, langsung beli bingkisan, ada kain, biskuit, minyak, beras, kira-kira kayak gitu dah. Nanti disalurin tuh, dibagiin, RT sama jajarannya bertiga, gitu. Nanti PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) juga,” tambahnya.

Ia mengeklaim, seluruh uang yang terkumpul dari perusahaan akan digabungkan untuk membeli bingkisan Lebaran.

Bingkisan tersebut nantinya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang membantu operasional lingkungan. Baca juga: Ketua RW di Kalideres Klaim Minta THR ke Perusahaan untuk Bingkisan Pengelola Lingkungan.

“Jadi enggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THR-an orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga,” ungkapnya.

Menurut Wijaya, permintaan THR kepada perusahaan dilakukan karena pihak RW tidak memiliki alokasi dana khusus untuk memberikan THR kepada para pengurus lingkungan.

“Pokoknya saya dapat semana duitnya, ya sudah, langsung beli bingkisan, ada kain, biskuit, minyak, beras, kira-kira kayak gitu dah. Nanti disalurin tuh, dibagiin, RT sama jajarannya bertiga, gitu.

Nanti PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) juga,” tambahnya.

Meski telah menyebarkan proposal permintaan THR ke sejumlah perusahaan di wilayah RW 09, Wijaya menyebut uang THR belum terkumpul sepenuhnya.

Menyadari adanya keresahan di kalangan pengusaha dan warga, Wijaya berjanji akan segera mengevaluasi sistem pengajuan THR tersebut.

“Nanti kalau memang kayak begini caranya menurut perusahaan itu terlalu banyak, ya mungkin kita nanti coba berusaha dirapiin. Ya misalnya jadi satu. Bisa juga saya langsung komunikasi sama perusahaan,” tutup Wijaya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbas Konflik Timur Tengah, Filipina Deklarasikan Darurat Energi

    Imbas Konflik Timur Tengah, Filipina Deklarasikan Darurat Energi

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 37
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Filipina pada Selasa (24/3) menjadi negara pertama yang secara resmi mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global menyusul konflik di kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut menyebabkan kenaikan harga dan kekurangan pasokan. Padahal, Filipina sangat bergantung pada impor bahan bakar dan sangat rentan terhadap gangguan produksi dan pengiriman. Negara Asia […]

  • The Plastic Detox Sebuah Edukasi Tentang Bahaya Mengkonsumsi Plastik Jangka Panjang, dan Pengaruhnya Dalam Tubuh Manusia

    The Plastic Detox Sebuah Edukasi Tentang Bahaya Mengkonsumsi Plastik Jangka Panjang, dan Pengaruhnya Dalam Tubuh Manusia

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Secara umum penggunaan plastik dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari kehidupan manusia, membungkus makanan, pakaian, campuran alat kecantikan dan sebagainya. Tapi tertnyata penggunaan plastik berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh. Pada 16 Maret 2026, dokumenter berjudul The Plastic Detox resmi dirilis di Netflix. Film ini disutradarai oleh Louis Psihoyos dan Josh Murphy, yang mengeksplorasi dampak bahan […]

  • Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual, Menteri Arifah Sebut Perlunya Pemahaman Terkait Bentuk Kekerasan Seksual

    Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual, Menteri Arifah Sebut Perlunya Pemahaman Terkait Bentuk Kekerasan Seksual

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto, memastikan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang mencuat di lingkungan Universitas Indonesia tidak akan mandek di tengah proses. Hal itu disampaikan Brian usai melakukan audiensi bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, […]

  • KEBAKARAN! SPBE Cimuning Bekasi dan Terdengar Ledakan

    KEBAKARAN! SPBE Cimuning Bekasi dan Terdengar Ledakan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kobaran api yang besar dengan cepat membakar sebuah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4). Tidak hanya api karena ada terdengar ledakan dari lokasi kejadian. “Iya betul. Saat ini masih proses pemadaman. Menurut penuturan wargam terdengar ledakan,” kata petugas Command Center Dinas Pemadam Kebakaran Kota […]

  • Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA,NEWS – Belum menginjak sebulan menduduki jabatan, Ketua Ombudsman  RI Hary Susanto ditangkap Kejaksaan Agung. Hary baru menjabat enam hari. Dia dilantik sebagai Ketua Ombudsman pada 10 April 2026. Hal itu diketahui pada Kamis (16/4/2026) siang. Hary digelandang keluar dari Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung dengan tangan terborgol, mengenakan rompi tahanan. Hary muncul sekitar pukul 11.19 WIB. […]

  • Kas Negara Bertambah Rp11,4 T dari Denda Sawit dan Korupsi

    Kas Negara Bertambah Rp11,4 T dari Denda Sawit dan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyetorkan Rp 11,42 triliun ke kas negara pada Jumat ( 10/4 ). Dana tersebut berasal dari denda administratif dan pemulihan keuangan negara melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH. Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan , sebagian besar penerimaan berasal dari denda administratif sebesar Rp 7,23 triliun. Selain […]

expand_less