Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Meluas, Empat Bandara Tutup Sementara
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau meluas hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam dua video pemantauan erupsi, sebaran abu terdeteksi mencapai wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan hingga Sumatera Barat.
Abu vulkanik tersebut terpantau dalam dua klaster dengan ketinggian dan arah pergerakan berbeda. Salah satu klaster berada hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki, sedangkan klaster lainnya mencapai sekitar 50.000 kaki atau lebih dari 15 kilometer di atas permukaan laut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan empat bandara mengalami penutupan sementara. Hal ini akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keempat bandara itu yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Lalu, Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Budiarto Curug.
“Perkembangan aktivitas tersebut mulai berdampak terhadap operasional penerbangan. Berdasarkan pemutakhiran status operasional bandara pada Minggu, 6 September 2026, pukul 07.41 WIB, empat bandara mengalami penutupan sementara sebagai langkah keselamatan penerbangan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, pada Minggu (6/9/2026)
Rincian penutupan operasional mencakup Bandara Soekarno-Hatta (CGK) pada pukul 02.08–09.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) pukul 07.20–10.00 WIB, Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) pukul 04.18–10.00 WIB, serta Bandara Budiarto Curug (RTO) pada pukul 06.48–09.30 WIB. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar