Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 3 Nama Ini Bantah Namanya Dicatut Dalam Laporan Sony Sonjaya Tentang Keterkaitannya Dengan Program MBG

3 Nama Ini Bantah Namanya Dicatut Dalam Laporan Sony Sonjaya Tentang Keterkaitannya Dengan Program MBG

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 39
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru yang kian memanas.

Diketahui sejak penangkapannya beberapa waktu yang lalu, Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, secara resmi telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) ke Kejaksaan Agung pada Senin (8/6/2026).

Kubu Sony Sonjaya mengwklaim telah mengantongi lebih dari 26 nama besar yang diduga ikut kecipratan aliran dana dalam kasus korupsi MBG. Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Krisna Mukti, menjelaskan bahwa nama besar itu dari jajaran legislatif, yudikatif, dan eksekutif.

Mantan Wakil Kepala BGN itumengaku sudah memberi 20 lebih nama yang diduga terlibat korupsi tata kelola Makan Gizi Gratis (MBG) kepada penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Puluhan nama itu disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Krisna menyebut surat pengajuan sebagai Justice Collaborator (JC) juga sudah diberikan ke penyidik. Dia berharap JC kliennya dapat diterima.

“Sudah kita sampaikan ke penyidik (20 lebih nama) udah ada di-BAP kok itu waktu pemeriksaan kita kan saya mendampingi Pak Sony, sudah kita tuangkan dalam BAP,” kata Krisna kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

“(JC) sudah kita sampaikan kemarin suratnya, sudah ditandatangani, dan sudah saya serahkan (ke Kejagung). Kita berharap dari kejaksaan mengabulkan JC nya karena untuk mengungkap peristiwa lebih besar lalu untuk pengembangan penyidikan lebih mudah,” ujarnya.

Dia mengungkap ada 26 nama yang diduga terlibat kasus tersebut. Dia menyebut jumlah itu baru sebagian.

“Ada orang-orang, pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif, (Jumlahnya) 26, ada kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja,” ucapnya.

Partai Demokrat buka suara mengenai isu kedekatannya dengan Sony Sonjaya. Demokrat menegaskan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak memiliki keterkaitan dengan Sony Sonjaya mengenai SPPG ataupun program BGN lainnya.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Ia menegaskan AHY tidak mengenal Sony Sanjaya.

“Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya,” ujar Herzaky dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Herzaky juga mengatakan AHY tidak pernah mengusulkan atau meminta bantuan kepada Sony terkait program SPPG atau program BGN lainnya. Dia menegaskan AHY tidak pernah berurusan dengan Sony.

“AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Selain itu, Herzaky juga buka suara mengenai pemberitaan yang mencantumkan frasa ‘2 Orang Kolonel usulan AHY’. Sekali lagi, dia menegaskan itu adalah tuduhan yang tidak berdasarkan fakta.

“Dalam postingan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa ‘AHY’ maupun siapa ‘2 Orang Kolonel’ yang dimaksud. Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun,” ucapnya.

“Karena itu, frasa ‘2 orang Kolonel usulan AHY’, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran,” sambungnya

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah isu punya SPPG usai terbongkarnya kasus dugaan penyimpangan tata kelola program makan bergizi gratis (MBG). Dudung mengatakan tidak punya dapur MBG sama sekali.

Hal tersebut disampaikan Dudung usai menerima audiensi Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang di kantor, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Dudung mengklarifikasi punya titik SPPG melalui tersangka dugaan korupsi afiliasi SPPG dan markup pengadaan barang MBG eks Kepala BGN Dadan Hindayana

“Terus satu hal saya ingin menyampaikan klarifikasi, ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan,” kata Dudung.

Dalam bantahannya, Dudung cerita ada sejumlah pondok pesantren yang dekat dirinya menyampaikan terkait penerima manfaat MBG. Penerima manfaat tersebut, kata Dudung, jumlahnya ribuan di pondok pesantren.

“Saya informasikan, jadi beberapa bulan yang lalu, mungkin tujuh, enam bulan yang lalu, saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya, untuk sebagai sasaran penerima manfaat. Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya,” ujarnya.

Sejumlah pesantren tersebut meminta dikenalkan dengan Dadan melalui Dudung terkait penerima manfaat MBG. Syarat untuk menerima MBG itu sudah disiapkan oleh para pesantren, menurut Dudung.

“Nah, kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap ya, sudah ditentukan, dia sudah mulai secara administrasi sudah siap. Nah, realisasinya tidak ada. Akhirnya saya sampaikan Pak Dadan, ‘Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman staf saya’,” ujar Dudung.

Singkat cerita, Dudung mengatakan pihak BGN dengan pesantren lalu berhubungan untuk MBG. Namun ternyata, pihak pesantren belum menyiapkan infrastruktur, sehingga dapur tersebut urung terealisasi.

“Akhirnya silakanlah mereka berhubungan. Mereka berhubungan saya sudah tidak mengerti apa-apa. Nah, waktu Pak Dadan ke sini beberapa minggu yang lalu, saya tanya Pak Dadan gimana itu? Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunnya-dapurnya pun belum terbangun. Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya,” ucapnya.

Cerita tersebut, kata Dudung dikait-kaitkan dengan isu bahwa dirinya punya dapur MBG atau SPPG. Dudung tegas membantah kabar dirinya punya SPPG usai kasus korupsi di BGN ditangani Kejagung.

“Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi nggak ada sama sekali saya punya dapur ya,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan bahwa dia sama sekali tidak terlibat dalam pengadaan di Badan Gizi Nasional. Yahya Zaini juga menyatakan tidak terlibat dalam urusan dapur MBG.

“Itu tuduhan yang tidak benar alias fitnah karena saya tidak terlibat korupsi di BGN,” kata Yahya kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Legislator Golkar ini juga menegaskan tak bersentuhan dengan urusan penjualan titik dapur MBG.

“Saya tidak terlibat dalam pengadaan di BGN dan saya tidak terlibat dalam penjualan titik dapur. Lalu di mana unsur korupsinya?” kata dia. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (2)

  • Andri Setiawan

    Mulai gotok-gotokan, mulai saling tuduh menuduh dan mulai petak umpetnya, kayak anak kecil ketahuan nyolong jajan di warung

    Balas11 Juni 2026 7:53 am
  • Jamal Jamilah Abdul

    Program MBG ini bagus niatnya cuma terlalu open untuk ketimpangannya, sekalinya ketahuan pelakunya banyak yang ngeles, sok2an bawa nama ah lagunya jadi pahlawan kesiangan kenapa ga pas menjabat sih, susah ya??

    Iya biasa ada jabatan gitu deh suka lupa caranya jadi jujur

    Balas11 Juni 2026 7:56 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Perdana Daycare Little Aresha Digelar di PN Jogja,11 Pengasuh Ditetapkan Sebagai Terdakwa

    Sidang Perdana Daycare Little Aresha Digelar di PN Jogja,11 Pengasuh Ditetapkan Sebagai Terdakwa

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sidang yang diketuai Hakim Sunaryanto itu digelar dalam tiga berkas perkara lantaran para terdakwa memiliki peran yang berbeda. Sidang pertama menghadirkan 11 terdakwa pengasuh. Mereka adalah Heny Purwaningsih, Devina Riadi, Sri Rukmini, Evi Nurvita Sari, Zikrul Aqidah, Dinar Olivia Susan, Dwi Maryati Asmarita, Sri Rejeki, Listiarini, Fitri Nurhidayah, dan Nur Fatimatu Zahroh. Kemudian […]

  • Pemkab Cianjur Sambut Baik Program Gentengisasi, Bupati Wahyu: Pemerintah daerah berupaya hadir melalui pembinaan dan fasilitasi untuk mendukung UMKM genteng

    Pemkab Cianjur Sambut Baik Program Gentengisasi, Bupati Wahyu: Pemerintah daerah berupaya hadir melalui pembinaan dan fasilitasi untuk mendukung UMKM genteng

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFOKITA NEWS – Pemerintah pusat tengah menggiatkan kebijakan Gentengisasi Gentengisasi merupakan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap seng rumah warga, khususnya rumah tidak layak huni, dengan genteng tanah liat. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian agar lebih dingin, estetis, dan sehat (ASri: Aman, Sehat, Resik, Indah), serta menggerakkan ekonomi UMKM lokal. Pemerintah Kabupaten […]

  • Rupiah Semakin Melemah Dekati Level Rp18.000 Sudah Di Angka  Rp17.876 per Dolar AS

    Rupiah Semakin Melemah Dekati Level Rp18.000 Sudah Di Angka Rp17.876 per Dolar AS

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nilai rupiah hari ini kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data terbaru dari Trading Economics per pukul 11.00 WIB pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, kurs rupiah berada di level Rp17.876 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada Kamis, 28 Mei 2026 yang berada di […]

  • Melonjak Lagi! Ini Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 28 April 2026

    Melonjak Lagi! Ini Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 28 April 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Emas dianggap sebagai aset yang aman alias safe haven dalam berbagai kondisi. Karenanya, banyak orang mulai membeli logam mulia ini untuk mengamankan harta di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil. Sebelum membeli emas, pergerakan hariannya perlu dipantau agar bisa ‘masuk’ pada saat yang tepat. Kemarin, satu gram emas Logam Mulia dari PT Aneka […]

  • Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis

    Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dilaporkan Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, Kamis (28/5/2026). Prabowo menjelaskan hasil pertemuan itu untuk mempererat hubungan bilateral melalui penguatan kemitraan strategis komprehensif guna meningkatkan kerja sama di berbagai sektor utama. “Kami sangat gembira bahwa kita sekarang sudah punya comprehensive strategic partnership dan kita tentunya akan lihat dalam […]

  • Vonis Hakim 15 Tahun Penjara dan Denda 2,9 T Pada Korupsi Minyak Mentah Kerry Putra Riza Chalid

    Vonis Hakim 15 Tahun Penjara dan Denda 2,9 T Pada Korupsi Minyak Mentah Kerry Putra Riza Chalid

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemilik PT.Navigator Khatulistiwa Muhamad Kerry Adrianto RIza divonis hakim selama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2,9T dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada Jumat (27/2/2026). Dalam persidangan sebelumnya, tepatnya Jumat, 13 Februari 2026, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung meminta […]

expand_less