Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Buru Jaringan Narkoba Internasional “mami”, BNN Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

Buru Jaringan Narkoba Internasional “mami”, BNN Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya menangkap gembong narkoba dan buroninternasional, Dewi Astutik alias Mami, dalam sebuah operasi senyap lintas negara di Sihanoukville, Kamboja.

Penangkapan ini menjadi salah satu capaian terbesar Indonesia dalam perang melawan narkotika, terutama karena Dewi disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025.

Operasi penangkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Dewi juga diketahui menjadi buronan otoritas Korea Selatan dan telah masuk daftar pencarian Interpol sejak 2024.

Dewi Astutik diringkus saat hendak memasuki lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi dipimpin langsung Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan.

Usai ditangkap, Dewi langsung dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Ia dijadwalkan segera dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait pendanaan, jalur logistik, dan jaringan sindikat yang beroperasi di bawah komandonya.

BNN menegaskan, penindakan tidak akan berhenti pada penangkapan ini, tetapi dilanjutkan dengan pembongkaran seluruh struktur sindikat internasional yang terhubung dengan jaringan Golden Triangle dan Golden Crescent.

Badan Narkotika Nasional juga terus mengembangkan kasus jaringan narkotika internasional yang melibatkan bandar Dewi Astutik. Perempuan yang ditangkap pada akhir 2025 di Kamboja itu diketahui memiliki keterkaitan dengan sindikat lintas negara yang beroperasi di Asia Tenggara hingga Afrika.

Kepala BNN, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., mengungkapkan pihaknya kini bekerja sama dengan sejumlah agensi pemberantasan narkotika internasional untuk memburu dua buronan utama, yakni Yana, warga negara Filipina, dan Michael, warga negara Nigeria.

“BNN telah bekerja sama dengan sejumlah agensi narkotika internasional untuk menyelidiki keberadaan Yana dan Michael,” ujar Suyudi, Sabtu (28/3)

Komjen Suyudi menjelaskan, Dewi Astutik juga dikenal sebagai Paryatin atau “Mami” merupakan bagian dari jaringan narkotika yang dikendalikan oleh seorang warga negara Nigeria bernama Don.

Dalam operasinya di Kamboja, Dewi dibantu oleh Yana dan Michael untuk menjalankan distribusi narkotika lintas negara.Upaya pengungkapan jaringan ini juga melibatkan aparat Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Don dilaporkan telah ditangkap saat melarikan diri ke Meksiko.BNN kini memperluas penyelidikan guna mengungkap jaringan lain yang terafiliasi dengan sindikat tersebut, termasuk yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara

Dalam struktur jaringan, Dewi berperan sebagai perekrut kurir dari Indonesia. Penyidik telah mengidentifikasi sedikitnya 13 kurir yang direkrut untuk mengirim narkotika ke berbagai negara, seperti Malaysia, Laos, Korea Selatan, Hong Kong, Brasil, Ethiopia, hingga Burundi sepanjang 2024-2025.

Para kurir menggunakan modus operandi dengan menyembunyikan sabu dan heroin di dalam dinding koper yang telah dimodifikasi.

“Beberapa kurir sudah tertangkap di Indonesia, Korea Selatan, dan Ethiopia,” kata Komjen Suyudi.Salah satu kurir berinisial Z diketahui tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang dalam kasus peredaran heroin.

Z diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan besar penyelundupan narkotika, termasuk kasus 2 ton sabu di perairan Kepulauan Riau.

Kronologi Pengejaran Dewi Astutik

Nama Dewi mulai mencuat setelah BNN menggagalkan penyelundupan narkotika melalui kapal pada Mei 2025. Kapal tersebut diamankan di Dermaga Bea Cukai, Pelabuhan Tanjung Uncang, dan ditemukan 67 kardus berisi sekitar 2.000 bungkus sabu dengan total berat mencapai 2,1 ton.

Dalam operasi itu, petugas menangkap enam awak kapal yang terdiri dari empat warga negara Indonesia dan dua warga negara asing.Temuan tersebut memperkuat dugaan peran sentral Dewi dalam jaringan penyelundupan narkotika berskala besar di kawasan regional.

Saat ini, proses hukum terhadap Dewi terus berjalan. BNN menyatakan akan segera melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

“Hasil koordinasi dengan jaksa penuntut umum menunjukkan bahwa tahap II akan dilaksanakan paling lambat 1 April 2026 atau sebelum masa penahanan berakhir,” ujar Komjen Suyudi .

BNN juga masih menunggu penetapan status berkas perkara lengkap (P-21) dari pihak kejaksaan setelah sebelumnya sempat mendapatkan petunjuk perbaikan (P-19).“

Pengungkapan jaringan ini akan terus kami kembangkan hingga ke akar-akarnya untuk memutus seluruh rantai peredaran narkotika internasional,” tuntas Kepala BNN.

Sosok Dewi Astutik di mata warga

Sosok Dewi Astutik menimbulkan tanda tanya besar di kampung halamannya. Identitas yang beredar menunjukkan alamat di Dukuh Sumber Agung, Desa Balong, Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur. Namun, aparat dan warga setempat menyebut nama itu tidak dikenal.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menjelaskan bahwa Dewi diduga menggunakan identitas palsu.

“Identitas yang pertama dipalsukan, punya keluarganya. Orang situ (Ponorogo), tapi kartunya dipalsukan,” ujar Andin.

Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, membenarkan bahwa foto yang beredar memang sosok yang dikenal warga, tetapi bukan bernama Dewi Astutik.

“Nama Dewi Astutik tidak ada. Tapi alamat itu memang warga sini. Fotonya juga kenal,” kata Gunawan.

Warga mengenal perempuan dalam foto tersebut sebagai PA, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang telah lama bekerja di luar negeri, mulai dari Hongkong, Taiwan, hingga terakhir di Kamboja.

Salah seorang warga,  Sri Wahyuni mengungkapkan tidak mengenal sosok mami tersebut.

“Kalau foto dan alamat yang beredar itu PA, warga sini. Tapi kalau nama Dewi Astutik, kita tidak kenal.” ujarnya.

Gembong narkoba internasional Dewi Astutik itu akhirnya ditanggkap BNN dan Interpol di Kamboja.(BNN)

Kapolres Ponorogo menyebut bahwa Dewi diduga memiliki kaitan dengan gembong narkoba Freddy Pratama, yang hingga kini masih menjadi buronan internasional.

“Dari hasil investigasi awal ya memang masih satu jaringan dengan Freddy Pratama,” jelas Andin.

Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom, menambahkan bahwa Dewi telah menjadi target pencarian sejak 2024.

“Kami bekerja sama dengan BIN untuk mencari Dewi Astutik di Kamboja dan sekitarnya,” kata Marthinus.

Kasus yang menyeret nama Dewi Astutik mencuat setelah aparat menggagalkan penyelundupan dua ton sabu di perairan utara Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada 22 Mei 2025. Sabu itu ditemukan di kapal berbendera Indonesia MT Sea Dragon Tarawa.

Kabid Berantas BNN Kepri, Kombes Bubung, menyebut barang bukti tersebut ditemukan dalam 67 kardus berisi 2.000 bungkus sabu.

Komjen Marthinus Hukom menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Ini merupakan pengungkapan terbesar dalam sejarah,” ujar Marthinus.

Operasi tersebut melibatkan pengawasan selama lima bulan dan didukung oleh Bea Cukai, TNI AL, Lantamal IV Batam, Polda Kepri, serta BAIS TNI. Kapal itu diketahui berlayar dari Laut Andaman menuju wilayah Indonesia pada awal Mei 2025.

Jaringan yang Beroperasi di Asia Timur dan Asia Tenggara

Jaringan yang dikendalikan Dewi Astutik diketahui aktif mendistribusikan kokain, sabu, hingga ketamin ke kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Perannya disebut sangat strategis, tidak hanya sebagai koordinator logistik, tetapi juga sebagai pengatur alur pendanaan dan komunikasi antarnegara.

Sosoknya menjadi pusat perhatian karena disebut mampu membangun jaringan lintas negara dengan struktur yang rapi, disiplin, dan hampir tanpa celah, hingga akhirnya ditangkap dalam operasi senyap di Kamboja.

Hingga kini, misteri identitas asli Dewi masih diselidiki. Publik mengenal namanya dari berbagai pemberitaan, tetapi warga di alamat yang tercantum menyebut sosok tersebut adalah PA, bukan Dewi Astutik.

Dugaan penggunaan identitas palsu dan keterkaitannya dengan sindikat narkoba kelas kakap menambah panjang teka-teki mengenai figur perempuan ini.

Yang jelas, penangkapan Dewi Astutik membuka peluang besar bagi aparat Indonesia untuk membongkar jaringan narkoba internasional yang selama ini bergerak secara masif dan terorganisasi. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PANAS! Iran Kirimkan Rudal Untuk Pangkalan Militer AS di Bahrain

    PANAS! Iran Kirimkan Rudal Untuk Pangkalan Militer AS di Bahrain

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 48
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Iran mengirimkan serangan ke pangkalan angkatan laut AS yang ada di Bahrain pda Sabtu (28/2) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi tidak lama berselang pasca Israel menyerang sejumlah wilayah Iran, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran. Diketahui Bahrain merupakan sekutu utama AS yang berada di Teluk Persia, sedangkan markas pasukan ke-5 AS terletak di […]

  • Presiden Prabowo Subianto saat melihat perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (13/1/2026)

    Presiden Prabowo Berikan Perhatian Khusus pada Percepatan Pembangunan IKN

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Nag Rustandi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa sejak awal Presiden Prabowo telah memberikan perhatian khusus pada keberlanjutan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Perhatian itu agar IKN terutama pada pembangunan sarana pemerintahan, terutama gedung legislatif dan yudikatif, dapat diselesaikan lebih cepat dengan target rampung pada 2028. Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (13/1/2026) lalu menerima laporan […]

  • Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

    Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 48
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Konflik geopolitik di timur tengah dipastikan semakin memanas hal ini disebabkan bergabungnya salah satu negara eropa, Ukraina untuk turun gunung membantu pasukan AS-Israel. Sebelumnya Washington dan Tel Aviv menyerang Teheran sejak 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei. Hal ini menimbulkan pembalasan Iran ke pangkalan militer Amerika ke Teluk, hingga penutupan Selat […]

  • BGN Pastikan Bahan Makanan MBG Bukan Rp15.000

    BGN Pastikan Bahan Makanan MBG Bukan Rp15.000

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Polemik program makan bergizi gratis (MBG) bukan hanya perihal kasus keracunan tetapi juga anggaran yang dinilai tidak wajar bagi sebagian masyarakat untuk setiap menu yang disajikan kepada penerima manfaat, belum lama ini muncul di kalangan masyarakat informasi terkait anggaran yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp15.000 per porsi sajian MBG. Sontak saja […]

  • Pemkot Jogja Perketat Kriteria Daycare untuk Tampung Anak Korban Kekerasan

    Pemkot Jogja Perketat Kriteria Daycare untuk Tampung Anak Korban Kekerasan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan langkah strategis dengan mengidentifikasi terhadap pelayanan daycare atau tempat penitipan anak yang amanah dan terpercaya guna menampung anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo. “Jadi, bagaimana mulai besok pagi hari Senin (27/4) anaknya mau dititip di mana ini saya kira suatu hal yang […]

  • Band Legendaris God Bless Kehilangan Bassist Terbaiknya, Donny Fatah Telah Berpulang Ke Pangkuan Ilahi

    Band Legendaris God Bless Kehilangan Bassist Terbaiknya, Donny Fatah Telah Berpulang Ke Pangkuan Ilahi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bassis legendaris Indonesia dan salah satu pendiri band rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta, pada usia 76 tahun.  Jidon Patta Onda Gagola lahir 24 September 1949 atau lebih dikenal dengan nama Donny Fattah adalah musisi, pencipta lagu Indonesia dan salah satu pendiri sekaligus bassis grup musik God Bless […]

expand_less