Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » 5 Fakta Menarik Penangkapan Buronan Interpol yang Tertangkap di Bali

5 Fakta Menarik Penangkapan Buronan Interpol yang Tertangkap di Bali

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS –Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Inggris, Steven Lyons (45), ditangkap di Bali setelah menjadi buron Interpol. Pria yang dikenal sebagai bos mafia di Skotlandia ini diburu atas sejumlah kejahatan di negaranya.

Dalam catatan yang ada Steven Lyons merupakan daftar buron Interpol yang di-red notice.

Sebagai informasi, red notice Interpol adalah permintaan internasional kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang buron, sembari menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum serupa.

Ini merupakan pemberitahuan (notice) untuk melacak tersangka kejahatan serius yang melarikan diri ke luar negeri.

Berikut lima fakta yang perlu diketahui tentang sosok Steven Lyons.

1. Steven Lyons menjadi buron paling dicari di negaranya saat ini.

    Steven Lyons dikenal sebagai pimpinan tertinggi ‘Lyons Crime Family’, sebuah organisasi kejahatan transnasional asal Skotlandia yang mendalangi jaringan pencucian uang dan perdagangan narkotika skala besar dari Spanyol ke Inggris Raya.

    Dikutip dari BBC Steven Lyons awalnya memimpin klan Lyons, yang tadinya berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire. Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow, Skotlandia. Klan Lyons kemudian dikenal sebagai kelompok mafia ternama di sana.

    Pada 2006, Steven Lyons selamat dari sebuah penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons. Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).

    Awalnya, aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai.

    Disebutkan bahwa dia membangun hubungan dengan putra sang pendiri, Daniel Kinahan—mantan promotor tinju—saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol.

    Sementara itu, Stephen Dempster, produser dokumenter ‘Kinahan: The True Story of Ireland’s Mafia’, mengatakan, pada pertengahan 2010‑an, kelompok Lyons telah tumbuh lebih besar dan lebih kaya dengan memanfaatkan jaringan global kartel tersebut.

    2. Sejumlah Kejahatan Steven Lyons
    Pada Mei 2025, saudara Steven Lyons, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan tewas ditembak di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola di Costa del Sol.

    Kedua pria itu menghabiskan malam dengan menonton final Liga Champions sebelum menjadi target seorang pria bersenjata yang bertindak sendirian.

    Pria asal Liverpool, Michael Riley (44), itu dituduh oleh polisi Spanyol sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

    Ia sempat menantang upaya ekstradisi, tetapi pada Oktober, Crown Prosecution Service mengonfirmasi bahwa ia telah memberikan persetujuan untuk dibawa ke Spanyol guna menghadapi proses hukum.

    Dalam beberapa hari setelah penembakan ganda itu, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol mengatakan tersangka merupakan anggota kelompok kriminal Daniel yang menjadi pesaingnya.

    Namun Kepolisian Skotlandia menegaskan tidak ada indikasi bahwa pembunuhan di Spanyol tersebut terkait dengan perang antar kelompok kriminal yang masih berlangsung atau bahwa serangan itu direncanakan di Skotlandia.

    3. Jaringan Mafia Lyons Terbongkar Polisi Skotlandia
    Kepolisian Skotlandia mengatakan penyelidikan terhadap jaringan mafia ini dimulai sebelum perseteruan antarkelompok kriminal tahun lalu di Skotlandia.

    Sejumlah properti dibakar di Edinburgh dan sekitarnya pada Maret 2025, sebelum serangan meluas ke wilayah barat pada awal April.

    Kepolisian kemudian meluncurkan Operasi Portaledge sebagai respons, yang sejauh ini telah menghasilkan lebih dari 60 penangkapan.

    Polisi dari Skotlandia dan Spanyol mendapat dukungan dari Europol serta petugas di Belanda, Turki, dan Uni Emirat Arab.

    Petugas di Turki menyita dua bidang tanah dan sebuah vila yang diperkirakan bernilai sekitar 520 ribu pound sterling serta saham di sebuah perusahaan. Europol mengatakan bahwa mereka meminta keterangan juga dari empat warga Turki sebagai saksi.

    4. Terdeteksi di Bali
    Awal Maret 2026, Steven Lyons sempat diberitakan telah ditangkap di Bahrain. Ia ditangkap lagi lima bulan setelah dibebaskan dari tahanan di Dubai.

    Akan tetapi, dalam waktu beberapa minggu kemudian, keberadaan Steven Lyons menjadi misteri. Tak lama setelah itu, ia terdeteksi berpergian ke Bali.

    Lyons juga diduga menjadi otak di balik pengoperasian sejumlah perusahaan fiktif dan terlibat dalam kasus pencucian uang.

    5. Kronologi Penangkapan di Bali
    Pengejaran terhadap Steven Lyons ini didasarkan pada red notice Interpol Nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Penangkapan terhadap Lyons di Indonesia ini merupakan bagian integral dari ‘Operasi ARMORUM’, sebuah investigasi gabungan multinasional yang diinisiasi oleh Unit Central Operativa Guardia Civil Spanyol dan Kepolisian Skotlandia.

    Sehari sebelum target mendarat di Bali, tepatnya pada 27 Maret 2026, otoritas Eropa telah melakukan operasi serentak yang berujung pada penangkapan 33 anggota sindikat Lyons di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol. Steven ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Sabtu (28/3), pukul 11.58 WITA.

    Sinergi ketat pengamanan tertutup antara Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, dan Imigrasi membuahkan hasil. Proses identifikasi dan penahanan eksekusi di lapangan berlangsung sangat cepat dan tanpa adanya perlawanan dari tersangka.

    Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widiyatmoko, menyampaikan penangkapan ini merupakan hasil langsung dari ketajaman deteksi dan kerja sama intelijen global.

    “Keberhasilan penangkapan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang sangat cepat dan presisi. NCB Interpol Indonesia menerima notifikasi dari NCB Abu Dhabi bahwa subjek red notice sedang dalam penerbangan menuju wilayah Indonesia. Berdasarkan data tersebut, Divhubinter Polri langsung menginstruksikan langkah pencegatan dan berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Polda Bali serta pihak Imigrasi,” tegas Brigjen Untung Widiyatmoko, Selasa (31/3). ***

    • Penulis: Adi Bima

    Komentar (0)

    Saat ini belum ada komentar

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Polisi Tangkap Taufik Hidayat Pelaku Penganiaya Pacar di Bandung

      Polisi Tangkap Taufik Hidayat Pelaku Penganiaya Pacar di Bandung

      • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 25
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Setelah beberapa waktu lalu ramai ditengah masyarakat tentang perilaku tidak manusiawi yang dilakukan oleh pasangan muda-mudi di Jawa Barat, akhirnya Polisi menangkap Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan oleh pacarnya berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6). “Iya benar,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan saat […]

    • Pesta Gol Lewandoski Salip Rekor Messi, Barcelona Tumbangkan Newcastle di Camp Nou 7-2

      Pesta Gol Lewandoski Salip Rekor Messi, Barcelona Tumbangkan Newcastle di Camp Nou 7-2

      • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 34
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Barcelona berpesta gol saat menjamu Newcastle United dengan menang besar 7-2. Kemenangan ini sukses membawa El Barca ke perempatfinal Liga Champions. Barcelona vs Newcastle pada leg kedua 16 besar Liga Champions berlangsung di Camp Nou, Kamis (19/3). Skor imbang 1-1 pada leg pertama yang berlangsung di St James Park. Hal tersebut membuat kedua […]

    • Pemerintah Ungkap Asal Mula Polemik War Tiket Haji

      Pemerintah Ungkap Asal Mula Polemik War Tiket Haji

      • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 25
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Mendekati musim haji dalam beberapa waktu dekat ini telah muncul wacana skema baru penyelenggaraan haji berupa “war tiket” muncul ke permukaan yang menjadi perbincangan. Skema tersebut muncul dalam merespons panjangnya antrean haji di Indonesia di tengah terbatasnya kuota. Untuk mengatasi panjangnya antrean haji di Indonesia, pemerintah lewat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pun […]

    • Skyward Project 2026: Menikmati Wisata Langit Di Kota Kembang

      Skyward Project 2026: Menikmati Wisata Langit Di Kota Kembang

      • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 28
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi wisata yang put dilirik . Skyward Project Bandung 2026 hadir sebagai magnet baru yang menawarkan pengalaman berbeda , memadukan panorama alam dari ketinggian dengan sentuhan fasilitas modern yang estetik dan kekinian . Tempat ini menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin sejenak melepas penat dari rutinitas , […]

    • Tertangkapnya Wakil Bupati Indramayu, Kejati Jabar Ungkap Kerugian Negara Ditaksir Rp18 Miliar

      Tertangkapnya Wakil Bupati Indramayu, Kejati Jabar Ungkap Kerugian Negara Ditaksir Rp18 Miliar

      • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 10
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi bagi pimpinan serta anggota DPRD Indramayu tahun anggaran 2022 hingga 2025. Nilai kerugian negara dalam perkara tersebut ditaksir mencapai Rp18 miliar. Tiga tersangka yang ditetapkan yakni Syaefudin yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten […]

    • Pemerintah Beri Sanksi Administratif Kepada Google, Imbas Tak Patuhi PP Tunas

      Pemerintah Beri Sanksi Administratif Kepada Google, Imbas Tak Patuhi PP Tunas

      • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 34
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menjatuhkan sanksi kepada Google terkait kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas. Sanksi itu diberikan menyusul temuan pelanggaran pada layanan YouTube yang dinilai belum memenuhi kewajiban pembatasan akses media sosial bagi anak […]

    expand_less