Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Miris! Inilah Kronologi Peristiwa Meninggalnya Siswa di SMPN 2 Sragen

Miris! Inilah Kronologi Peristiwa Meninggalnya Siswa di SMPN 2 Sragen

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Miris! Seorang siswa kelas 8 SMPN 2 Sumberlawang, Sragen, meninggal dunia setelah mengalami peristiwa tragis di lingkungan sekolah.

Korban berinisial WAP (14) terjatuh dan kepalanya terbentur siku dinding selokan usai didorong oleh temannya. Peristiwa ini bermula dari candaan antar teman, lalu berubah menjadi saling ejek hingga dorong-dorongan.

Namun sayangnya, WAP yang jatuh mengalami luka parah di kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke Puskesmas.

Berdasarkan keterangan resmi sebagaimana dilansir dari situs Humas Polri, polisi kini telah menetapkan pelaku berinisial DTP (14) sebagai anak berkonflik dengan hukum.

Menurut keterangan Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko, kejadian berawal saat korban dan pelaku duduk bersama sambil bercanda. Meski satu angkatan, korban dan pelaku adalah siswa yang berbeda kelas.

Setelah awalnya saling ejek biasa, candaan keduanya memanas hingga menyeret nama orangtua. Situasi memuncak dan keduanya mulai dorong-dorongan.

WAP terjatuh, kepalanya terbentur siku dinding selokan di dekat kamar mandi sekolah.

Sementara dari hasil penyidikan Polres Sragen, Kapolres AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan bahwa insiden terjadi Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 11.10 WIB.

Saat itu, korban tengah mengikuti pelajaran IPS, sedangkan pelaku yang seharusnya belajar Matematika justru berada di luar kelas tanpa pengawasan guru. Keduanya kemudian terlibat ejekan spontan yang berujung perkelahian.

Masih melansir dari situs Humas Polri, pihak kepolisian lantas melakukan Scientific Crime Investigation (SCI) melalui autopsi medis dengan bantuan Tim Medis Biddokkes Polda Jawa Tengah.

Hasilnya mengungkap bahwa korban meninggal akibat mati lemas, karena kekerasan tumpul pada kepala yang menyebabkan patah tulang pada dasar tulang tengkorak.

Temuan ini sekaligus memperjelas bahwa kematian WAP bukan semata karena pingsan biasa usai berkelahi, melainkan cedera fatal yang secara medis berkontribusi langsung terhadap kematian.

Fakta ini menjadi kunci utama yang menguatkan dugaan tindak pidana bagi perlaku, meski dirinya masih di bawah umur.

Polisi memastikan bahwa kekerasan dilakukan oleh DTP seorang diri, tanpa keterlibatan pihak lain.

Tidak ada alat bantu yang digunakan, melainkan murni dengan tangan kosong dan kaki, melalui tindakan memukul dan menendang.

Setelah perkelahian, korban lantas jatuh pingsan lalu dibantu teman-temannya ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kondisi korban yang kian memburuk membuatnya kemudian dibawa ke Puskesmas Sumberlawang sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Atas insiden ini, pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur ini hanya menjalani karantina tanpa penahanan, sebagaimana mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Polisi tidak melakukan penahanan karena ada batasan tegas sepanjang orangtua atau wali memberikan jaminan.

Kasus ini bukan sekadar berita duka, tapi ada pelajaran berharga yang bisa dipetik.

Ejekan yang awalnya dianggap bercanda, apalagi sampai menyeret nama orangtua, justru bisa memicu amarah yang tak terkendali pada anak remaja.

Di usia ini, anak masih belum memiliki kontrol emosi yang matang. Satu dorongan, satu pukulan, atau satu tendangan yang dilakukan, ternyata bisa berakibat fatal seperti merenggut nyawa.

Oleh karena itu, orangtua diimbau untuk memahami bahwa bully verbal dengan mengejek keluarga orang lain bukanlah hal lucu, melainkan pemicu kekerasan.

Mencegahnya bisa dimulai dari rumah, dengan membiasakan anak bicara terbuka jika mengalami ejekan atau tekanan dari teman, ajarkan mereka keterampilan mengelola amarah seperti menarik napas panjang dan menjauh dari konflik, serta tanamkan empati dengan cara “Stop mengejek aku, ya!”

Sekolah juga sudah semestinya menjadi zona aman bagi anak, tapi edukasi tetap berawal dari tangan Mama dan Papa di rumah. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Runner-up FIFA Series 2026 Ini Kata John Herdman: Timnas Indonesia Harusnya Menang!

    Jadi Runner-up FIFA Series 2026 Ini Kata John Herdman: Timnas Indonesia Harusnya Menang!

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di hadapan pendukungnya sendiri, timnas garuda itu akhirnya kalah tipis atas tamunya tersebut dengan skor akhir 1-0 di Stadion Gelora Utama Bung Karno pada Senin (30/3) dan menjadikan tim asuhan John Herdman menjadi Runner-Up. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bereaksi usai menelan kekalahan […]

  • Gila! Skuad Garuda Tundukkan Oman 3-0 Tanpa Balas di Ajang FIFA Matchday

    Gila! Skuad Garuda Tundukkan Oman 3-0 Tanpa Balas di Ajang FIFA Matchday

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Hasil positif diraih timnas garuda dibawah asuhan John Herdman dengan menjamu Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (5/6/2026). Indonesia langsung mengambil inisiatif bermain penguasaan bola dan menekan sejak awal permainan. Namun ancaman pertama justru di dapat Oman lewat umpan silang, tapi masih bisa diamankan kiper Indonesia Emil Audero. Pada menit […]

  • Harga Minyak Acuan Dunia Naik 1,2 % Imbas Serangan AS ke Arab Saudi

    Harga Minyak Acuan Dunia Naik 1,2 % Imbas Serangan AS ke Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga minyak acuan dunia sudah dipastikan naik pada Jumat (10/4). Hal ini terjadi usai Arab Saudi menyatakan kapasitas produksi minyak mereka berkurang akibat serangan Perang Timur Tengah ke infrastruktur energi. Minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) harganya naik 0,7% menjadi US$ 98,53 per barel, sementara minyak Brent naik 1,2% menjadi US$ 95,92 per […]

  • Alhamdulillah, Pemerintah Desa Sukasirna dan Dinsos Cianjur Bantu Warga Disabilitas

    Alhamdulillah, Pemerintah Desa Sukasirna dan Dinsos Cianjur Bantu Warga Disabilitas

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya, Pemdes Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, bersama Dinas Sosial (Dinsos) memberikan bantuan kepada warga penyandang disabilitas yakni dengan memberikan bantuan berupa tongkat penyangga. Bantuan tersebut langsung diberikan Pemdes Sukasirna, pada Kamis (15/01) yang berada di Kampung Cisirih RT04/RW04. Sekretaris Desa Sukasirna, Siti Rohmah mengucapkan rasa syukurnya atas kerjasamanya dengan Dinas […]

  • Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA,NEWS – Belum menginjak sebulan menduduki jabatan, Ketua Ombudsman  RI Hary Susanto ditangkap Kejaksaan Agung. Hary baru menjabat enam hari. Dia dilantik sebagai Ketua Ombudsman pada 10 April 2026. Hal itu diketahui pada Kamis (16/4/2026) siang. Hary digelandang keluar dari Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung dengan tangan terborgol, mengenakan rompi tahanan. Hary muncul sekitar pukul 11.19 WIB. […]

  • Mengenakan Rompi Pink dan Tangan Diborgol  Eks Kepala BGN Dadan Dijemput, Rumahnya Digeledah Kejagung

    Mengenakan Rompi Pink dan Tangan Diborgol Eks Kepala BGN Dadan Dijemput, Rumahnya Digeledah Kejagung

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perjalanan Dadan Hindayana selaku ketua Badan Gizi Nasional (BGN resmi berakhir usai psosi dirinya dicopot oleh presiden PrabowoDilaporkan menjemput paksa mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, pada Rabu (3/6) subuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiganya dijemput oleh tim penyidik Korps […]

expand_less