Perhatian Serius! Inilah Resiko Kurang Tidur Untuk Tubuh Dalam Jangka Panjang
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Untuk kalian yang masih atau memiliki jam tidur yang tidak terkontrol ada baiknya mulai memperhatikan dampaknya, pasalnya kurang tidur kerap dianggap sebagai hal sepele yang bisa “dibayar” dengan istirahat di hari berikutnya.
Padahal, dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan otak dan jantung, termasuk meningkatkan risiko transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan.
Dokter ahli neurologi Chandana R Gowda, sebagaimana dikutip dari Times of India, menjelaskan bahwa kurang tidur kronis dapat memicu berbagai gangguan pada sistem tubuh yang saling berkaitan.
Mulai dari peningkatan hormon stres, fluktuasi tekanan darah, hingga peradangan dalam tubuh yang berlangsung terus-menerus.
“Ketika tidur terganggu secara konsisten, tubuh mengalami peningkatan hormon stres yang terus-menerus, fluktuasi tekanan darah, peningkatan peradangan, dan regulasi metabolisme yang buruk, yang semuanya dapat meningkatkan risiko TIA dan akhirnya stroke penuh,” ujarnya dikutip dari The Times of India, Sabtu(30/5/2026).
TIA sendiri terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhambat sementara.Kondisi ini dapat menimbulkan gejala mendadak seperti mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, penglihatan kabur, hingga kebingungan singkat.
Meski gejala tersebut biasanya hilang dalam hitungan menit hingga jam, TIA tidak boleh diabaikan karena merupakan tanda peringatan meningkatnya risiko stroke di masa depan.
Menurut Gowda, gangguan tidur yang terjadi secara konsisten dapat memperburuk kondisi metabolisme tubuh serta meningkatkan tekanan darah.
Kombinasi faktor tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan kardiovaskular, termasuk stroke.
Tidak hanya itu, kurang tidur kronis juga berkaitan dengan sejumlah kondisi lain seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes.
Ketiga kondisi ini dikenal sebagai faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
Kebiasaan begadang juga sering memicu pola hidup yang kurang sehat.
Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kafein, kurang aktif bergerak pada siang hari, hingga memilih makanan tinggi gula atau lemak pada malam hari.
Dalam jangka panjang, pola ini dapat memperburuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.Gowda juga menyoroti fenomena “revenge bedtime procrastination”, yaitu kebiasaan menunda tidur demi aktivitas hiburan seperti menonton atau menggunakan gawai.
Kebiasaan ini banyak ditemukan pada profesional muda dan sering tidak disadari dampaknya terhadap kesehatan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, dokter menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten, mengurangi paparan layar setidaknya 45 menit sebelum tidur, menghindari kafein dan makanan berat di malam hari, rutin berolahraga, serta mengelola stres dengan baik.
Pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol secara berkala juga dianjurkan untuk memantau kesehatan kardiovaskular.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar