Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kabar Terbaru Terkait Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI

Kabar Terbaru Terkait Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) merupakan salah satu institusi pendidikan hukum tertua dan paling bergengsi di Indonesia. Fakultas ini dikenal telah melahirkan banyak tokoh penting di bidang hukum, pemerintahan, hingga akademisi yang berkontribusi besar dalam perkembangan hukum nasional.

Berlokasi di Depok, Jawa Barat, FH UI menawarkan berbagai program pendidikan mulai dari sarjana hingga doktoral. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik, seperti peradilan semu moot court, penelitian hukum, serta program magang di lembaga hukum. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja secara profesional.

Dalam perkembangan kasus yang menyangkut salah satu institusi pendidikan unggulan tanah air, Universitas Indonesia (UI) mengatakan penanganan kasus kekerasan seksual di Fakultas Hukum UI masih terus bergulir. Dari total 20 korban, sebanyak tujuh mahasiswa dan enam dosen telah diperiksa Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK).

“Hasil pemeriksaan korban oleh tim Satgas dan tim ahli, dalam berita acara pemeriksaannya ada tujuh mahasiswa dan enam dosen,” kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI Erwin Agustian Panigoro kepada Tempo pada Jumat, 24 April 2026.

Erwin belum mengungkap hasil pemeriksaan 13 korban tersebut. Ia hanya memastikan bahwa pemeriksaan terhadap korban merupakan bagian dari upaya UI mendapatkan informasi yang lengkap dan mendalam mengenai kekerasan seksual yang terjadi.

Erwin mengatakan hasil pemeriksaan korban menjadi salah satu penentu sanksi yang akan dijatuhkan kepada pelaku. “Penilaian sanksi tidak hanya didasarkan pada perbuatan yang dilakukan terduga, tapi juga pada dampak yang dirasakan korban,” ujarnya.

“Ini mengharuskan Satgas PPK memeriksa setiap terlapor secara individual, memverifikasi bukti digital secara teknis, serta melakukan pendampingan korban dengan pendekatan berbasis korban,” ia mengimbuhkan.

Di samping itu, Satgas PPK mulai memanggil satu per satu 16 terduga pelaku. Pemanggilan dilakukan untuk mendapatkan keterangan terpisah dari setiap pelaku. Dengan demikian, Satgas PPK bisa mendapatkan informasi yang mendalam mengenai peran setiap individu dalam kasus ini.

Menurut Erwin, pemeriksaan secara terpisah inilah yang membuat penanganan kasus ini membutuhkan banyak waktu. “Pemeriksaan 16 orang ini harus dilakukan satu per satu sehingga penanganan cukup mendalam dan serius,” katanya.

Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan, selain pemeriksaan oleh anggota Satgas PPK, proses investigasi kasus ini dibantu tim ahli yang dibentuk secara khusus untuk membantu mempercepat penanganan kasus ini. Tim ahli tersebut terdiri atas 10 pakar yang meliputi ahli hukum, pakar psikologi klinis, pakar psikologi forensik, dan ahli digital forensik, serta kepakaran yang berkaitan dengan gender.

Nantinya, semua sanksi kepada 16 terduga pelaku akan direkomendasikan oleh Satgas PPK dan tim ahli tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 serta Peraturan Rektor UI Nomor 37 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme Satgas PPK dalam melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan kedua aturan tersebut, UI menargetkan penanganan kasus ini selesai dalam 79 hari, terhitung sejak laporan kekerasan masuk pada Jumat, 17 April 2026. “Itu adalah waktu yang sesuai dengan mandat tim Satgas untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Erwin.

Sebelumnya, 16 mahasiswa Fakultas Hukum UI diduga melakukan kekerasan seksual. Mereka diduga melakukan percakapan bernada seksual yang membahas mahasiswa lain di grup internal mereka. Percakapan itu beredar di media sosial X lewat unggahan akun @sampahfhui pada Sabtu, 11 April 2026.

Kuasa hukum korban, Timotius Rajagukguk, mengungkapkan bahwa korban dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum UI berjumlah 20 mahasiswi dan 7 dosen. Menurut Timotius, kasus ini terjadi sejak 2025 dan para korban sudah mengetahui mereka dilecehkan pada tahun tersebut. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waduh! Beras Ilegal 1.000 Ton Masuk Indonesia

    Waduh! Beras Ilegal 1.000 Ton Masuk Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, menyusul penangkapan ribuan ton beras ilegal yang diduga kuat diselundupkan tanpa prosedur karantina dan kepabeanan. Dalam sidak tersebut, Mentan Amran menegaskan praktik ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap petani dan kedaulatan pangan nasional. “Ini tidak boleh dibiarkan. […]

  • Pedagang Daging Sapi di Cianjur Ramai-ramai Mogok Jualan

    Pedagang Daging Sapi di Cianjur Ramai-ramai Mogok Jualan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 48
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Para pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur yang tergabung dalam asosiasi pedagang daging sapi melakukan aksi mogok berjualan secara massal, Minggu (25/1). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus upaya menyuarakan aspirasi, agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat terkait persoalan tata niaga dan harga daging sapi. Perwakilan asosiasi pedagang daging sapi Cianjur, Engkus […]

  • Moment Perbaikkan Posisi Peringkat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

    Moment Perbaikkan Posisi Peringkat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Adi BIma
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ajang FIFA Series 2026 menjadi momentum yang tepat bagi tim nasional Indonesia untuk memperbaiki posisi dalam peringkat dunia FIFA. Turnamen ini akan memberikan tantangan berbeda bagi skuad Garuda. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan bahwa ajang FIFA Series 2026 sangat penting bagi Indonesia. Pertandingan berstatus resmi internasional ini dapat memperbaiki posisi dalam peringkat […]

  • Dampak Perang AS-Iran, Presiden Prabowo Ajak Warga RI Hemat BBM

    Dampak Perang AS-Iran, Presiden Prabowo Ajak Warga RI Hemat BBM

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 53
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden RI Prabowo Subianto mempertimbangkan untuk segera mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH) demi menghemat pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Langkah penghematan ini dilakukan imbas perang yang terjadi di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kemarin, Jumat (13/3), Presiden Prabowo memberikan arahan, bahwa harga BBM ini bisa […]

  • Update Jadwal PELNI: KM Sinabung Layani Jalur Surabaya Hingga Jayapura Mulai Mei Mendatang

    Update Jadwal PELNI: KM Sinabung Layani Jalur Surabaya Hingga Jayapura Mulai Mei Mendatang

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), KM Sinabung, memulai jadwal pelayaran Mei 2026 dengan rute Baubau–Surabaya pada 1 Mei. Kapal ini kemudian langsung tancap gas melayani rute padat Surabaya–Jayapura–Surabaya hingga 19 Mei tanpa jeda panjang di pelabuhan. Pelayaran perdana diberangkatkan dari Baubau pada Jumat (1/5) pukul 20.00 WITA dan dijadwalkan sandar […]

  • Berkenalan Dengan Cesar Alumnus Unair yang Berkarier Jadi Marine Biologist di Maladewa

    Berkenalan Dengan Cesar Alumnus Unair yang Berkarier Jadi Marine Biologist di Maladewa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 57
    • 2Komentar

    INFOKITA.NEWS – Muhammad Cesar Briliandi sudah bertahun-tahun menyelami dalamnya lautan setelah kelulusannya dari Universitas Airlangga (Unair). Kini ia berkarier sebagai marine biologist di Sub-Oceanic, Le Méridien Maldives Resort & Spa. Kisah Cesar bermula pada 2016 silam setelah kelulusannya dari Unair. Masih haus akan ilmu, Cesar bertolak ke National Taiwan Ocean University (NTOU) untuk melanjutkan studinya […]

expand_less