Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kabar Terbaru Terkait Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI

Kabar Terbaru Terkait Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) merupakan salah satu institusi pendidikan hukum tertua dan paling bergengsi di Indonesia. Fakultas ini dikenal telah melahirkan banyak tokoh penting di bidang hukum, pemerintahan, hingga akademisi yang berkontribusi besar dalam perkembangan hukum nasional.

Berlokasi di Depok, Jawa Barat, FH UI menawarkan berbagai program pendidikan mulai dari sarjana hingga doktoral. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik, seperti peradilan semu moot court, penelitian hukum, serta program magang di lembaga hukum. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja secara profesional.

Dalam perkembangan kasus yang menyangkut salah satu institusi pendidikan unggulan tanah air, Universitas Indonesia (UI) mengatakan penanganan kasus kekerasan seksual di Fakultas Hukum UI masih terus bergulir. Dari total 20 korban, sebanyak tujuh mahasiswa dan enam dosen telah diperiksa Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK).

“Hasil pemeriksaan korban oleh tim Satgas dan tim ahli, dalam berita acara pemeriksaannya ada tujuh mahasiswa dan enam dosen,” kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI Erwin Agustian Panigoro kepada Tempo pada Jumat, 24 April 2026.

Erwin belum mengungkap hasil pemeriksaan 13 korban tersebut. Ia hanya memastikan bahwa pemeriksaan terhadap korban merupakan bagian dari upaya UI mendapatkan informasi yang lengkap dan mendalam mengenai kekerasan seksual yang terjadi.

Erwin mengatakan hasil pemeriksaan korban menjadi salah satu penentu sanksi yang akan dijatuhkan kepada pelaku. “Penilaian sanksi tidak hanya didasarkan pada perbuatan yang dilakukan terduga, tapi juga pada dampak yang dirasakan korban,” ujarnya.

“Ini mengharuskan Satgas PPK memeriksa setiap terlapor secara individual, memverifikasi bukti digital secara teknis, serta melakukan pendampingan korban dengan pendekatan berbasis korban,” ia mengimbuhkan.

Di samping itu, Satgas PPK mulai memanggil satu per satu 16 terduga pelaku. Pemanggilan dilakukan untuk mendapatkan keterangan terpisah dari setiap pelaku. Dengan demikian, Satgas PPK bisa mendapatkan informasi yang mendalam mengenai peran setiap individu dalam kasus ini.

Menurut Erwin, pemeriksaan secara terpisah inilah yang membuat penanganan kasus ini membutuhkan banyak waktu. “Pemeriksaan 16 orang ini harus dilakukan satu per satu sehingga penanganan cukup mendalam dan serius,” katanya.

Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan, selain pemeriksaan oleh anggota Satgas PPK, proses investigasi kasus ini dibantu tim ahli yang dibentuk secara khusus untuk membantu mempercepat penanganan kasus ini. Tim ahli tersebut terdiri atas 10 pakar yang meliputi ahli hukum, pakar psikologi klinis, pakar psikologi forensik, dan ahli digital forensik, serta kepakaran yang berkaitan dengan gender.

Nantinya, semua sanksi kepada 16 terduga pelaku akan direkomendasikan oleh Satgas PPK dan tim ahli tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 serta Peraturan Rektor UI Nomor 37 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme Satgas PPK dalam melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan kedua aturan tersebut, UI menargetkan penanganan kasus ini selesai dalam 79 hari, terhitung sejak laporan kekerasan masuk pada Jumat, 17 April 2026. “Itu adalah waktu yang sesuai dengan mandat tim Satgas untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Erwin.

Sebelumnya, 16 mahasiswa Fakultas Hukum UI diduga melakukan kekerasan seksual. Mereka diduga melakukan percakapan bernada seksual yang membahas mahasiswa lain di grup internal mereka. Percakapan itu beredar di media sosial X lewat unggahan akun @sampahfhui pada Sabtu, 11 April 2026.

Kuasa hukum korban, Timotius Rajagukguk, mengungkapkan bahwa korban dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum UI berjumlah 20 mahasiswi dan 7 dosen. Menurut Timotius, kasus ini terjadi sejak 2025 dan para korban sudah mengetahui mereka dilecehkan pada tahun tersebut. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Produksi Sineas Cianjur DAFFS Entertainment Gelar Audiensi Bersama Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Terkait Proyek Film Daerah

    Rumah Produksi Sineas Cianjur DAFFS Entertainment Gelar Audiensi Bersama Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Terkait Proyek Film Daerah

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Rumah Produksi Sineas Cianjur, DAFFS Entertainment telahmelakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Dalam pertemuan tersebut, DAFFS Entertainment mengajukan permohonan kerja sama serta dukungan untuk proyek film yang akan mulai digarap pada bulan Juni 2026. Audiensi ini juga menjadi kesempatan bagi […]

  • 5 Titik Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif Untuk Menghindari Kemacetan

    5 Titik Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif Untuk Menghindari Kemacetan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Aksi unjuk rasa akan digelar di lima titik di wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Jumat (19/6/2026). Sejumlah lokasi demonstrasi berpotensi menimbulkan kemacetan. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menyebutkan demonstrasi pertama digelar pukul 10.00 WIB oleh Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia dan beberapa elemen masyarakat lainnya di Cawan […]

  • Dalam Waktu Sebulan Program MBG Dibenahi, Prabowo Tunjuk Menko Pangan Sebagai Koordinator

    Dalam Waktu Sebulan Program MBG Dibenahi, Prabowo Tunjuk Menko Pangan Sebagai Koordinator

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 5
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden RI Prabowo Subianto menugaskan Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan untuk menjadi koordinator dalam pembenahaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai ikut rapat bersama Presiden Prabowo dan sejumlah menteri lain di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (16/7/2026). “Nah, makanya tadi kan sebenarnya […]

  • Pemerintah Turunkan THR Karyawan Swasta 2026, Berikut Kisaran dan Jadwal Pencairan

    Pemerintah Turunkan THR Karyawan Swasta 2026, Berikut Kisaran dan Jadwal Pencairan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mendekati momen lebaran idul fitri 1447 H/2026 pemerintah secara resmi mengumuman Tunjangan Hari Raya (THR), dan Bonus Hari Raya (BHR) bagi ojek online (ojol) menjelang Lebaran 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pembayaran THR untuk karyawan swasta wajib dilakukan secara penuh dan tidak boleh dicicil. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah […]

  • Imbas Peningkatan Aktivitas Vulkanik di Gunung Awu, Masyarakat Diminta Waspada

    Imbas Peningkatan Aktivitas Vulkanik di Gunung Awu, Masyarakat Diminta Waspada

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Awu, di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara naik menjadi 41 kali per hari pada periode pengamatan tanggal 16-22 Mei 2026. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Dan Mineral (ESDM) mendorong agar masyarakat dapat mewaspadai pergerakan gunung tersebut. Selain itu masyarakat juga diharapkan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui […]

  • Bupati Wahyu Ajak Perangkat Desa Jadikan Bela Negara Sebagai Spirit Pengabdian photo_camera 2

    Bupati Wahyu Ajak Perangkat Desa Jadikan Bela Negara Sebagai Spirit Pengabdian

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Bupati Cianjur dr. Wahyu Ferdian membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Pembentukan Karakter dan Bela Negara bagi Perangkat Desa Kabupaten Cianjur Tahun 2025 di Lapangan Brajawijaya Yonif 300 Raider, Senin pagi. Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkuat kapasitas dan semangat pengabdian para perangkat desa, agar senantiasa berintegritas, tangguh, dan berjiwa nasionalis dalam […]

expand_less