Aksi Unjuk Rasa Hardiknas Panas, Aliansi BEM SI Bentrokan Dengan Polisi
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Situasi unjuk rasa Hari Pendidikan Nasional oleh mahasiswa Aliansi BEM SI di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat tidak kondusif pada Sabtu (2/5/2026) sore.
Pantauan di lokasi menunjukkan terjadi kericuhan dan sempat pecah antara kelompok mahasiswa dan polisi sekitar pukul 16.55 WIB.
“Kami sudah meminta dengan sopan dari awal, kami mau menyampaikan pendapat ke Istana, kami minta tolong diantar dengan aman ke sana. Tapi kenapa tidak diperbolehkan sehingga malah timbul keributan seperti ini?” ucap Saih, salah satu perwakilan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia (PTMAI).
Sekitar pukul 16.50 WIB, sejumlah mahasiswa mendobrak barikade besi polisi yang tingginya sekitar kurang lebih 2,5 meter.
Selain mendobrak barikade, sejumlah massa juga membakar ban. Sontak, polisi yang berjaga kemudian keluar dari barikade dan menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Mahasiswa yang berada di barisan depan pun sempat berhamburan karena menduga asap yang timbul adalah gas air mata.
Namun, massa kemudian kembali maju ke depan dan terlibat bentrok langsung dengan polisi. Aksi saling dorong terjadi dengan polisi yang berada di sisi kiri, beberapa mahasiswa dan polisi juga terlihat mencoba saling memukul satu sama lain.
Seorang mahasiswa sempat berteriak kesakitan dan menyebut bahwa matanya tersemprot APAR. Teriakan itu pun membuat emosi sejumlah mahasiswa lainnya tersulut dan berujung melempar barang-barang seperti gelas air mineral.
Teriakan itu pun membuat emosi sejumlah mahasiswa lainnya tersulut dan berujung melempar barang-barang seperti gelas air mineral.
Beberapa petugas kemudian mencoba melerai keributan tersebut, sementara beberapa petugas polisi lainnya menyampaikan permintaan maaf dengan mengatupkan tangan sambil meminta mahasiswa untuk mundur.
Para mahasiswa pun kemudian mendesak agar ada pejabat pemerintahan mau datang, menemui, dan mendengar aspirasi mereka jika tidak diperbolehkan menggelar demo di depan Istana
“Kami hanya menyampaikan pendapat sebagai mahasiswa, tapi kami dibatasi. Kami ingin menyampaikan pesan kepada bapak Presiden Prabowo, tetapi tidak diperbolehkan. Bahkan, mata saya disemprot menggunakan APAR,” kata Saih.
Bentrokan kemudian mereda setelah sejumlah koordinator aksi meminta para mahasiswa untuk mundur dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama.
Meski begitu, beberapa mahasiswa tampak masih tersulut emosi dan melemparkan sampah-sampah plastik seperti gelas air minum ke arah barikade polisi. Hingga pukul 17.20 WIB, mahasiswa masih bertahan dan menunggu adanya pejabat pemerintahan yang menemui mereka di Jalan Merdeka Selatan.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar