Bukan Panas Biasa, Monsun Australia Paksa Suhu Indonesia Sentuh Angka 37 Derajat
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan penguatan Monsun Australia dalam beberapa hari ke depan akan membawa udara lebih kering sekaligus membuat cuaca semakin panas di sejumlah wilayah.
Cuaca panas terik dengan catatan suhu sangat tinggi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, ada wilayah yang suhunya mencapai 37 derajat Celsius.
“Kondisi ini berpotensi membawa massa udara yang lebih kering dari Australia ke wilayah Indonesia, sekaligus mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan secara bertahap dari musim hujan menuju musim kemarau,” kata BMKG dalam laman resminya, dikutip Selasa (5/5).
Monsun Australia sering disebut juga angin muson timur. Angin ini rata-rata berhembus dari arah timur hingga tenggara, berasal dari Benua Australia menuju Benua Asia.
Angin ini melewati wilayah Indonesia setiap tahunnya pada periode April hingga Oktober.
Dampak monsun Australia adalah indikator terjadinya musim kemarau di wilayah Indonesia. Pasalnya, pada periode ini, intensitas Matahari cenderung berada di belahan Bumi bagian utara, pada Benua Asia yang banyak menerima pemanasan Matahari.
Data yang dihimpun BMKG melaporkan, cuaca panas terik dengan suhu tinggi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Menurut data BMKG, beberapa wilayah mencatatkan suhu maksimum harian mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.
Suhu maksimum harian tertinggi hingga Senin (4/5) tercatat di Berau, Kalimantan Timur (37,1 derajat Celsius) dan Bulungan, Kalimantan Utara (35,9 derajat Celsius).
Merujuk catatan BMKG, pada periode 1-2 Mei, wilayah yang mencatatkan rekor panas paling tinggi ada di Stasiun Meteorologi Tanah Merah, Boven Digoel, Papua (36,0 derajat Celcius); Stasiun Meteorologi Budiarto, Curug, Banten (35,2 derajat Celcius); Halim Perdana Kusuma TNI AU, Jakarta Timur, DKI Jakarta (35,0 derajat Celcius); serta Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (35,0 derajat Celcius).
Pada hari berikutnya, giliran wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang mencatatkan suhu panas tertinggi, di antaranya, Stasiun Meteorologi Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur (37,1 derajat Celcius, Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Bulungan, Kalimantan Utara (35,9 derajat Celcius), Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (35,4 derajat Celcius), Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (35,4 derajat Celcius), dan Stasiun Meteorologi Sanggu, Barito Selatan, Kalimantan Tengah (35,2 derajat Celcius). ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar