Badai Keracunan MBG Tak Kunjung Reda, BGN Kembali Suspend SPPG Imbas 100 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kasus keracunan akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih terus terjadi, hal ini yang mengakibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Selasa (20/10/2026) malam.
Langkah ini diambil setelah 100 siswa dan anak-anak dilarikan ke rumah sakit akibat diduga keracunan MBG yang disiapkan dari dapur layanan tersebut.
“Pascainsiden ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalijaga Lima langsung di-suspend oleh Badan Gizi Nasional. Pemerintah juga berjanji bertanggung jawab penuh atas seluruh pengobatan korban,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama, saat ditemui media di Rumah Sakit Siloam Putra Bahagia, Selasa malam.
Selain menghentikan operasional dapur, tim gabungan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon mengamankan sampel makanan sup telur puyuh yang diduga menjadi sumber racun untuk dilakukan uji laboratorium secara intensif.
Diketahui kantor SPPG Kalijaga Lima hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Rumah Sakit Siloam Putra Bahagia.
Pantauan di lokasi, Kantor SPPG Kalijaga Lima pada Selasa dijaga ketat oleh tim gabungan dari Polri dan TNI.
Mereka melakukan pengamanan ketat di sekitar area kantor yang tepat berada di pinggir jalan.
Pengamanan ini juga berkaitan dengan adanya informasi bahwa sejumlah orangtua siswa yang emosi sempat mendatangi Kantor SPPG tersebut.
Mereka mencari kejelasan terkait makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka serta proses penanganan terhadap anak-anaknya.
Peristiwa ini bermula saat sejumlah pelajar tingkat TK, SD, dan anak-anak di kawasan posyandu diduga mengalami keracunan massal.
Para korban baru merasakan gejala seperti mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare hebat pada Selasa sore hingga malam, atau beberapa jam setelah menyantap hidangan MBG di sekolah.
Doni Armandi, salah satu orangtua siswa, menceritakan bahwa anaknya mengeluhkan rasa makanan yang disajikan dari SPPG Kalijaga Lima sudah tak layak.
“Saat ditanya, anak saya mengaku mengonsumsi sup telur puyuh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalijaga Lima. Menurutnya, rasanya sudah asam dan tak enak dimakan,” ungkap Doni saat mendampingi anaknya di rumah sakit.
Akibat banyaknya korban yang bertumpuk dan membutuhkan bantuan medis cepat, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan dinas kesehatan mengerahkan lebih dari sepuluh unit ambulans untuk mengevakuasi para siswa.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyatakan bahwa proses rujukan dilakukan secara maraton ke empat rumah sakit, yakni RS Siloam Putra Bahagia, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahaya Bunda.
“Data sementara ada 100 siswa-siswi yang terdampak. Beberapa siswa yang kondisinya ringan sudah diperbolehkan pulang, tetapi sebagian besar lainnya harus menjalani perawatan medis karena kondisinya lemas usai kehilangan banyak cairan,” kata Edo.
Hingga Selasa malam, uji laboratorium terhadap sampel makanan masih terus berjalan, sementara penanganan medis bagi para korban terus dipantau langsung oleh Pemkot Cirebon bersama BGN.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar