Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Ternyata Inilah Perbedaan G30S, Gestapu, dan Gestok Dalam Berbagai Sudut Pandang Sejarah Indonesia

Ternyata Inilah Perbedaan G30S, Gestapu, dan Gestok Dalam Berbagai Sudut Pandang Sejarah Indonesia

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Setiap 30 September, bangsa ini mengingat malam kelam 1965 bagi bangsa Indonesia. Namun nama yang dipakai untuk menyebutnya ternyata menyimpan pertarungan tafsir dan kepentingan politik.

Malam Kamis, 30 September 1965, menjelang dini hari 1 Oktober, enam perwira tinggi militer Indonesia menjadi korban.

Peristiwa itu kemudian dikenal dengan beberapa nama sekaligus: G30S, Gestapu, dan Gestok. Sekilas ketiganya tampak seperti singkatan yang bisa saling menggantikan. Padahal setiap istilah lahir di waktu berbeda, dari pihak berbeda, dan membawa pesan berbeda.

G30S: nama dari sebuah gerakan

G30S adalah singkatan dari Gerakan 30 September. Nama ini dipilih karena operasinya direncanakan berlangsung pada 30 September.

Operasi itu dijalankan Resimen Tjakrabirawa, satuan pengawal presiden. Menurut satu versi, operasi ini semula bernama Operasi Takari, lalu diganti karena terdengar terlalu militer.

Dalam narasi yang beredar, gerakan ini dipimpin Letkol Untung, komandan pasukan Cakrabirawa.

Sumber-sumber populer juga mencatat bahwa rencana awalnya disebut hanya menghadapkan para jenderal kepada Presiden Soekarno, tetapi di lapangan berubah menjadi pembunuhan. Perlu dicatat, ini satu versi di antara beberapa tafsir yang saling bersaing (lihat bagian akhir).

Gestapu: istilah dari corong militer

Gestapu adalah akronim dari Gerakan September Tiga Puluh. Ia muncul belakangan. Istilah ini pertama kali dipakai di surat kabar corong TNI seperti Berita Yudha dan Angkatan Bersenjata, beberapa hari setelah peristiwa. Wartawan senior Salim Said menyebut Brigjen Soegandhi, Direktur Penerangan Staf Angkatan Bersenjata, sebagai perwira yang memperkenalkannya.

Ada alasan mengapa istilah ini melekat. Gestapu lebih populer karena angkatan bersenjata menguasai media massa saat itu.

Bunyinya pun mengingatkan pada Gestapo, polisi rahasia Nazi Jerman. Berdasarkan sumber-sumber yang ditelusuri menilai nama ini bermuatan politik untuk membentuk opini publik. Efeknya terasa di jalanan: massa menuntut pembubaran PKI, bahkan menuntut Soekarno berhenti.

Gestok: jawaban Soekarno

Presiden Indonesia pertama, Soekarno menolak istilah Gestapu. Setelah berkali-kali menolaknya secara lisan, ia mengajukan istilah Gestok, akronim Gerakan Satu Oktober, di sidang kabinet pertama pascaperistiwa, 9 Oktober 1965.

Alasannya bisa dibaca dari dua sisi. Secara faktual, pembunuhan enam jenderal itu terjadi pada dini hari 1 Oktober. Secara politis, nama ini juga menggantikan Gestapu yang identik dengan Nazi Jerman, dan dinilai menghilangkan peran PKI dalam gerakan tersebut. Usul itu tak bertahan lama, sebab suara Soekarno untuk memberi alternatif istilah tidak digubris.

G30S/PKI: nama yang menang

Istilah yang paling melekat di ingatan publik adalah G30S/PKI. Menurut kajian jurnal, tambahan “PKI” muncul dari perkembangan narasi G30S dan menegaskan bahwa PKI dianggap dalang utama.

Istilah ini lalu menjadi istilah resmi Orde Baru, dimuat dalam buku “40 Hari Kegagalan G-30-S” terbitan Departemen Pertahanan. Pemerintah Orde Baru juga mewajibkan film tentang peristiwa itu tayang di TVRI setiap 30 September. Dari situlah satu versi sejarah tertanam lewat kurikulum dan layar televisi. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aturan Kenaikan Gaji PNS 2026 Sudah Diteken Presiden Prabowo, Tinggal Menunggu Pengumuman Evaluasi Ekonomi Triwulan I

    Aturan Kenaikan Gaji PNS 2026 Sudah Diteken Presiden Prabowo, Tinggal Menunggu Pengumuman Evaluasi Ekonomi Triwulan I

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 50
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kenaikan Gaji PNS 2026 Sudah Disetujui Presiden Prabowo Melalui Perpres No 79 Tahun 2025 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia masih menanti kepastian pencairan kenaikan gaji PNS 2026. Rencana tersebut sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025. Pemerintah memang telah menetapkan kebijakan kenaikan gaji ASN. Namun, […]

  • Gelombang Kritik Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran Berlanjut di Surabaya

    Gelombang Kritik Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran Berlanjut di Surabaya

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Gelombang aksi massa pada pemerintah pusat masih terus bermunculan diberbagai daerah, kali ini datang dari ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya menyuarakan kritik atas dua tahun kepemimpinan Prawobo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Kamis (22/10). Di antara keresahan yang disuarakan mahasiswa adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda hutan Kalimantan, Sumatera, […]

  • 5 Kiat Sukses Puasa Saat Memasuki Usia 40-an Tahun Tetap Bugar

    5 Kiat Sukses Puasa Saat Memasuki Usia 40-an Tahun Tetap Bugar

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kiat puasa ramadhan di Usia 40-an Tahun Tetap Bugar Selama bulan suci Ramadhan, perubahan pola makan dan waktu istirahat kerap mempengaruhi kondisi fisik. Tubuh yang biasanya mendapat asupan secara teratur kini harus beradaptasi dengan waktu makan terbatas saat sahur dan berbuka. Memasuki usia kepala empat pada umumnya tubuh manusia muai mengalami penurunan yang […]

  • Ribuan Unit Motor Listrik Disita Jaksa Agung Dari Gudang Bogor

    Ribuan Unit Motor Listrik Disita Jaksa Agung Dari Gudang Bogor

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kejaksaan Agung menyegel sebuah gudang yang berisi ratusan unit motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Upaya hukum paksa ini berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) periode 2025-2026. “Iya benar,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi dikutip, Kamis (18/06/2026). Meski […]

  • Komunitas Teman Mengajar Indonesia Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak di Banten

    Komunitas Teman Mengajar Indonesia Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak di Banten

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Komunitas Teman Mengajar Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Provinsi Banten melalui pendekatan nonformal yang interaktif dan berbasis relawan. Hal ini terungkap dalam program Talkshow Jaga Malam RRI Pro 2 Banten yang menghadirkan Founder Teman Mengajar Indonesia, Nafila Putri Awalia, bersama HRD Abu Qosim. Dalam perbincangan tersebut, Nafila menjelaskan bahwa Teman […]

  • Kabar Gembira, Jay Idzes Pulih dan Berpeluang Perkuat Timnas Indonesia

    Kabar Gembira, Jay Idzes Pulih dan Berpeluang Perkuat Timnas Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 1Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kabar gembira datang dari kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes. Bek Sassuolo tersebut dikabarkan telah menjalani pemulihan cedera di Amsterdam dan dijadwalkan kembali ke klubnya pada pekan ini. Informasi itu diungkap melalui akun Instagram pusat fisioterapi Fysiomed Amsterdam, @fysiomed.amsterdam. Dalam unggahan tersebut, Jay terlihat menjalani sejumlah latihan untuk memulihkan kondisi fisiknya, mulai dari latihan […]

expand_less