Terkendala Anggaran, Panitia Pilkades Langensari Gunakan Uang Patungan Demi Operasional
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, mulai menghadapi kendala menjelang hari pemungutan suara.
Hingga memasuki tahapan kampanye, panitia mengaku belum menerima anggaran operasional sehingga terpaksa menggunakan uang patungan untuk membiayai sejumlah kebutuhan.
Ketua Panitia Pilkades Langensari, Muhammad Yayan Sumpena, mengatakan, keterlambatan pencairan anggaran berdampak terhadap kesiapan teknis pelaksanaan pemilihan. Sejumlah perlengkapan dan kebutuhan pemungutan suara belum dapat dipersiapkan secara maksimal.
Menurutnya, agar tahapan tetap berjalan sesuai jadwal, anggota panitia berinisiatif menalangi biaya operasional menggunakan uang pribadi. Dana tersebut bersifat sementara dan nantinya diharapkan dapat diganti setelah anggaran resmi diterima.
“Dari kemarin tahapan bisa terlaksana karena anggota patungan. Walaupun sifatnya pinjaman, kami berusaha agar seluruh tahapan tidak tertunda,” ujarnya.
Yayan mengungkapkan, semakin dekatnya hari pemungutan suara membuat kebutuhan panitia semakin banyak. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena persiapan teknis membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.
Kendati demikian, panitia tetap berupaya menjalankan seluruh tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur.
“Saat ini, proses Pilkades Langensari telah memasuki masa kampanye dengan memberikan kesempatan kepada masing-masing calon untuk melakukan kampanye di 15 titik,” ungkapnya.
Selain mengatur jadwal kampanye, panitia juga telah melakukan sosialisasi tata cara pemungutan suara kepada masyarakat sejak sebulan terakhir. Penyampaian informasi dilakukan melalui setiap RT dengan memanfaatkan satu unit tablet yang disewa oleh panitia.
Untuk mendukung proses pemungutan suara, panitia merencanakan penyediaan 12 bilik suara yang masing-masing dilengkapi tablet. Sementara itu, berdasarkan hasil pemadanan data, jumlah pemilih yang telah terinput dan terkonfirmasi mencapai sekitar 5.600 orang.
“Pilkades Langensari tahun ini diikuti lima calon kepala desa, yakni Fajar Syu’ban Amarullah, nomor urut 1; Aceng Saepulloh, nomor urut 2; Samiran, nomor urut 3; Sanusi, nomor urut 4; dan Komar Budiawan, nomor urut 5,” kata dia.
Di tengah persiapan tersebut, dinamika antarkandidat juga sempat muncul. Yayan menyebut sejumlah calon sempat menyampaikan komplain terkait aktivitas sosialisasi calon nomor urut 1 di luar jadwal kampanye. Namun, panitia telah memberikan penjelasan bahwa kegiatan tersebut dikategorikan sebagai sosialisasi dan belum ditemukan ketentuan yang dapat dijadikan dasar untuk penindakan.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar