Selamatkan Rp13,2 Triliun Aset Negara, Prabowo Singgung Kenaikan Gaji Guru
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan kekayaan negara yang berhasil diselamatkan dari penertiban kawasan hutan dan pertambangan ilegal harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
Prabowo menyebut dana tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari menaikkan gaji guru dan aparatur negara, memperbaiki sekolah dan puskesmas, membangun rumah rakyat, hingga memperbaiki irigasi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp13.241.335.681.910,13 serta penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kepada negara di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
“Kita akan punya dana untuk menaikkan gaji guru, gaji semua pegawai negeri, gaji hakim, gaji jaksa, gaji polisi. Kita akan punya uang untuk membantu orang-orang yang lapar. Kita punya uang untuk bangun rumah, kita punya uang untuk memperbaiki irigasi-irigasi, kita punya uang untuk menghadapi kebakaran-kebakaran hutan,” ujarnya.
Prabowo menyebut kawasan hutan dan tambang yang berhasil dikuasai kembali sebagai aset penting bagi generasi mendatang. Ia menyebut kekayaan tersebut sebagai tabungan bangsa.
“Terima kasih Satgas PKH untuk kesekian kali saya sampaikan. Teruskan pekerjaan saudara, teruskan apa yang saudara kerjakan. Ingat, apa yang kau lakukan menyelamatkan anak dan cucu kita. Jutaan hektar yang kau selamatkan, tambang-tambang ilegal yang kau tutup dan kau kuasai untuk negara, itu adalah tabungan bangsa. Saudara menambah tabungan bangsa untuk masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita,” kata Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya pencegahan kebakaran hutan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu hingga kebakaran terjadi baru mengambil tindakan.
“Jangan tunggu hutan terbakar, kita kerja sekarang untuk mencegah. Itu butuh uang semua,” jelasnya.
Ia mengatakan penertiban kekayaan negara masih membutuhkan kerja panjang. Namun, menurutnya, Satgas PKH telah menunjukkan hasil dalam sekitar dua tahun terakhir.
Dalam delapan kali penyerahan, nilai uang yang diselamatkan dan dikembalikan kepada negara disebut mencapai sekitar Rp52 triliun.
Selain uang, Prabowo menyoroti penguasaan kembali kawasan hutan dari sektor perkebunan yang mencapai sekitar 6,2 juta hektare. Angka tersebut belum termasuk kawasan dari sektor pertambangan.
Prabowo memperkirakan nilai kawasan seluas itu mendekati Rp400 triliun.
“Kalau tidak kalian selamatkan, ini hangus, ini kekayaannya hilang. 6,2 juta ini hampir Rp400 triliun. Rp400 triliun kita hilangkan kemiskinan,” lanjutnya.
Menurut Prabowo, nilai kekayaan tersebut dapat memberikan ruang fiskal yang besar untuk meningkatkan berbagai layanan publik. Ia mencontohkan perbaikan sekolah dan puskesmas.
“Berarti dengan Rp400 triliun, berapa? Saya kira seluruh sekolah Indonesia bisa kita perbaiki. Kita punya sekolah, 360 ribu sekolah. Rp400 triliun, kita bisa perbaiki semua sekolah Indonesia,” katanya.
“Kita bisa perbaiki semua puskesmas yang tidak pernah diperbaiki selama 20 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, kawasan pertambangan ilegal yang telah dikuasai kembali disebut mencapai lebih dari 14 ribu hektare.
Prabowo juga menyinggung penertiban tambang timah ilegal di Bangka. Menurutnya, langkah tersebut membantu mengurangi penyelundupan dan memperbaiki kinerja PT Timah.
“Di Pulau Bangka penyelundupan timah sudah kita mitigasi, kita kurangi. Masih ada yang lolos, tapi kita sudah tertibkan dengan keras,” ujarnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar