Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tolak Berdamai Dengan AS, Iran Tak Hadiri Perundingan

Tolak Berdamai Dengan AS, Iran Tak Hadiri Perundingan

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Ketegangan politik meningkat usai gencatan senjata yang terjadi di timur tengah kembali terjadi hal ini terlihat ketika Iran menolak menghadiri perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan.

Militer Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata melalui blokade laut dan penyitaan kapal sehingga memperburuk situasi diplomatik.

Teheran menilai langkah-langkah Washington sebagai pelanggaran kesepakatan damai yang sedang berjalan dan tidak mencerminkan itikad baik dalam negosiasi.

Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan ketidakhadiran dalam putaran berikutnya dipicu oleh perubahan sikap AS yang dinilai tidak konsisten selama proses perundingan.

Di sisi lain, delegasi AS tetap merencanakan keberangkatan ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan meski Iran belum menunjukkan kesediaan untuk hadir.

Kebuntuan ini meningkatkan risiko gagalnya perundingan damai yang sebelumnya sudah berada di ambang kesepakatan antara kedua negara.

Situasi semakin buruk usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba melewati blokade AS di dekat Selat Hormuz.

Trump menyatakan bahwa militer AS sedang memeriksa muatan kapal tersebut.

“Kami memiliki kendali penuh atas kapal mereka, dan sedang melihat apa yang ada di dalamnya!” tulis Trump di media sosial, sebagaimana diberitakan oleh The Guardian pada Minggu (19/4).

Juru bicara militer Iran mengatakan kapal tersebut berlayar dari Cina.

Iran juga akan segera merespons dan membalas aksi pembajakan bersenjata oleh militer Amerika Serikat.

AS sebelumnya menyatakan bakal mengutus delegasi ke Pakistan pada Senin (20/4) untuk melanjutkan kemungkinan putaran pembicaraan.

Upaya ini bertujuan mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Namun, media pemerintah Iran menyatakan saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran berikutnya, sehingga mengancam kelanjutan negosiasi bahkan sebelum dimulai.

Delegasi AS kembali ke Islamabad di bawah pimpinan Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus Donald Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Langkah ini terjadi setelah Iran pada Sabtu kemarin kembali memberlakukan pembatasan ketat terhadap lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.

Keputusan Iran ini membalikkan kesepakatan beberapa jam sebelumnya untuk membuka kembali jalur air strategis itu menyusul penolakan AS mencabut blokade angkatan lautnya di sekitar perairan Selat Hormuz.

“Ketidakhadiran dari putaran kedua pembicaraan berasal dari apa yang disebutnya sebagai tuntutan Washington yang berlebihan, ekspektasi yang tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi berulang, dan berlanjutnya blokade laut,” tulis kantor berita resmi Iran, IRNA.

Upaya diplomatik terus berjalan dengan komunikasi antara Wakil Perdana Menteri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Langkah ini juga melibatkan rencana pembicaraan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan Teheran tetap melanjutkan jalur diplomasi meski mengakui masih ada kesenjangan besar dalam perundingan.

Sedangkan Trump menyebut perundingan di Islamabad sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan damai. Ia mengatakan hal itu sembari memberi sinyal mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran menolak.

“Jika Iran tidak menandatangani kesepakatan ini, seluruh negara akan dihancurkan,” kata Trump kepada Fox News.

Trump berpendapat bahwa tawaran AS yang mencakup penarikan blokade Selat Hormuz dan Iran tidak memiliki uranium yang diperkaya sebagai langkah yang masuk akal. Namun, situasi tetap memanas setelah AS menuduh Iran melanggar gencatan senjata.

Sementara di sisi lain, Teheran balik menilai blokade laut oleh militer AS sebagai tindakan ilegal dan kejahatan kemanusiaan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran telah melanggar gencatan senjata dan merupakan tindakan melawan hukum.

“Secara sengaja menjatuhkan hukuman kolektif terhadap rakyat Iran, hal itu setara dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”, tulis Baghaei di media sosial. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Serangan Brutal Israel Ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal, Dikabarkan 254 Orang Meninggal Dunia

    Dampak Serangan Brutal Israel Ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal, Dikabarkan 254 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum sempat dunia bernafas lega dengan adanya gencatan senjata yang terjadi di timur tengah dikabarkan hubungan mereka kembali memanas, pasalnya Israel kembali melancarkan serangan secara brutal dan besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4). Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pun terancam gagal. Iran kembali menutup Selat Hormuz, menyebutkan, sebuah kapal tanker […]

  • Mendukbangga Verifikasi Legalitas Little Aresha, Hasilnya Tak Berizin

    Mendukbangga Verifikasi Legalitas Little Aresha, Hasilnya Tak Berizin

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji bongkar verifikasi legalotas daycare Lottle Aresha, berdasarkan laporan yang diterimanya, daycare tersebut yang diduga melakukan kekerasan pada anak-anak yang dititipkan di situ, hasil diluar dugaan ternyata Tempat Penitipan Anak (TPA) tersebut tidak memiliki izin. Wihaji mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa kejadian dugaan kekerasan tersebut menjadi sebuah pembelajaran untuk […]

  • 5 Titik Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif Untuk Menghindari Kemacetan

    5 Titik Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif Untuk Menghindari Kemacetan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Aksi unjuk rasa akan digelar di lima titik di wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Jumat (19/6/2026). Sejumlah lokasi demonstrasi berpotensi menimbulkan kemacetan. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menyebutkan demonstrasi pertama digelar pukul 10.00 WIB oleh Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia dan beberapa elemen masyarakat lainnya di Cawan […]

  • Padamnya Listrik dan Ancaman Invasi, Pecahnya Perang: Kronologi Konflik AS-Kuba.

    Padamnya Listrik dan Ancaman Invasi, Pecahnya Perang: Kronologi Konflik AS-Kuba.

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 42
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Kuba kembali berada dalam situasi yang memanas dalam beberapa dekade terakhir. Krisis ini awalnya dipicu masalah energi kini berkembang menjadi konflik geopolitik serius dengan potensi konfrontasi militer terbuka. Perkembangan ini akhirnya menarik perhatian dunia internasional, mengingat sejarah panjang ketegangan kedua negara yang pernah membawa dunia ke ambang perang […]

  • Respon Pertamina Insiden Kebakaran SPBE Cimuning, Pastikan Pasokan LPG Tak Terganggu

    Respon Pertamina Insiden Kebakaran SPBE Cimuning, Pastikan Pasokan LPG Tak Terganggu

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kobaran api yang besar dengan cepat membakar sebuah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4). Menanggapi insiden tersebut Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memastikan pasokan LPG kepada masyarakat aman dan tidak terganggu usai Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota […]

  • 10 Mobil Dikerahkan, Pemadaman Toko Sanya Cianjur Sempat Mengalami Kendala

    10 Mobil Dikerahkan, Pemadaman Toko Sanya Cianjur Sempat Mengalami Kendala

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 60
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kebakaran hebat melanda Toko Sania yang berlokasi di Jalan dr Muwardi, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Sabtu (24/1) sore. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.31 WIB dan dengan cepat membesar, sehingga membuat warga sekitar panik. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman juga dibantu […]

expand_less