Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Potret Kemiskinan Cianjur Seorang Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya, Para Pengamat dan Anggota DPRD Buka Suara

Potret Kemiskinan Cianjur Seorang Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya, Para Pengamat dan Anggota DPRD Buka Suara

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS –  Ironi kemiskinan masih nyata ada di wilayah Cianjur. Fakta itu terbukti ada, setelah adanya peristiwa memilukan yang terjadi di Kecamatan Cugenang, yakni seorang pria paruh baya meninggal dunia usai dianiaya, karena mencuri dua buah labu siam untuk berbuka puasa, Selasa (3/3).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh kejadian tersebut terjadi bermula saat terduga UA (40) pelaku melakukan penganiyaan pada M (56), usai korban M (56) diduga mencuri dua buah labu siam di kebun yang digarap oleh terduga pelaku, setelah beberapa hari usai dianiaya, korban M (56) akhirnya meregang nyawa. Kasus itu pun kini ramai sehingga menjadi perhatian publik.

Salah satunya Pengamat Ekonomi Cianjur Irpan Jamil menilai, kemiskinan dapat menjerumuskan seseorang pada tindakan kriminal ketika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, sementara akses untuk memperoleh penghasilan sangat terbatas.

“Kalau dilihat dari aspek ekonomi, ada ketidakseimbangan antara minimnya pendapatan dengan kebutuhan yang sifatnya elementer. Dalam kondisi terdesak, tidak sedikit orang melakukan tindakan kriminal, bahkan bisa berujung pada hilangnya nyawa,” ujar Irpan, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan, hubungan antara kemiskinan dan kejahatan biasanya dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya faktor kesempatan dan kebutuhan mendesak seperti tidak terpenuhinya kebutuhan pokok.

Menurutnya, pemerintah perlu memetakan tingkat kemiskinan secara detail, mulai dari kategori ekstrem hingga tingkat berikutnya. Pendekatan ekonomi sederhana seperti program padat karya, pembinaan wirausaha kecil dan mikro, serta pemberian akses permodalan dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang.

“Kurangnya akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memicu tindakan kriminal. Ketika tuntutan kebutuhan mendasar tinggi dan pendapatan minim, orang bisa kehilangan pertimbangan rasional,” katanya.

Senada, Sosiolog Cianjur Pupu Jamilah menilai struktur sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan seperti di Cugenang turut mempengaruhi perilaku individu dalam menghadapi tekanan ekonomi.

“Kemiskinan dan kurangnya akses terhadap sumber daya ekonomi bisa mendorong individu melakukan tindakan ilegal untuk memenuhi kebutuhan dasar. Di sisi lain, hubungan sosial yang erat di pedesaan juga bisa mempengaruhi keputusan, baik ke arah positif maupun negatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai sosial dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk perilaku masyarakat. Norma yang menekankan kejujuran dan integritas dapat menjadi benteng pencegah kejahatan. Sebaliknya, jika ada toleransi terhadap tindakan melanggar hukum, hal itu bisa memperbesar peluang terjadinya kriminalitas.

Menurut Pupu, dinamika sosial di pedesaan sebenarnya kerap memungkinkan penyelesaian konflik secara informal dan damai. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, konflik bisa berkembang menjadi kekerasan.

“Faktor sosial seperti kemiskinan, rendahnya akses pendidikan dan pekerjaan, konflik kepentingan, hingga budaya kekerasan bisa menjadi pemicu tindakan agresif,” tuturnya.

Ia menegaskan, peran sosiolog penting dalam mengurai akar persoalan sosial melalui analisis struktur ekonomi dan sosial masyarakat, sekaligus merancang strategi pencegahan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kasus tewasnya M menjadi refleksi bersama bahwa persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial tidak bisa dipandang sebelah mata. Penanganan hukum tetap berjalan, namun upaya pencegahan melalui pendekatan ekonomi dan sosial dinilai menjadi kunci agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, RK Dadan Surya Negara buka suara atas peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat seharusnya mengedepankan kesabaran dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menyikapi persoalan, termasuk dugaan pencurian.

“Di bulan suci Ramadan ini kita harus memperbanyak kesabaran. Jika menemukan hal yang tidak baik seperti pencurian, jangan langsung main hakim sendiri ada aparat penegak hukum. Apalagi jika ada fakta lain di balik kejadian tersebut,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menambahkan, kasus yang menimpa M (56), warga Kecamatan Cugenang, tidak bisa dilepaskan dari faktor kemiskinan. Menurutnya, meskipun tindakan mencuri tidak dibenarkan, kondisi ekonomi yang sulit harus menjadi perhatian bersama.

“Dalam konteks ini ada faktor kemiskinan dan juga pentingnya kepedulian sosial antar sesama manusia. Apalagi di bulan Ramadan, sudah seharusnya kita saling berbagi dan meningkatkan empati,” katanya.

RK Dadan juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal dan memperkuat solidaritas sosial, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Pada intinya, mari kita perbanyak amal dan saling peduli. Jangan sampai persoalan kecil justru berujung pada hilangnya nyawa,” tutupnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • veda ea pratama-keggihan-2026

    Hasil Moto3 Spanyol 2026: Sirkuit Jerez Jadi Saksi Kegigihan Veda Ega Finis Urutan 6, Setelah Mulai Dari Posisi Ke-17

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sirkuit Jerez, Spanyol menjadi saksi kegigihan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama membukukan hasil positif dalam seri keempat Moto3 Spanyol 2026 pada Minggu (26/4/2026. Pembalap asal Gunungkidul, DI Yogyakarta ini berhasil finis di posisi keenam setelah memulai balapan dari urutan ke-17. Drama langsung terjadi pada balapan selama 19 putaran setelah Pembalap Level Up – […]

  • Striker Persib asal Spanyol Sergio Castel

    Striker Persib Sergio Castel Siap Turun Lawan Persik Kediri

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Striker Persib asal Spanyol Sergio Castel, dalam kondisi baik setelah mengalami cedera saat melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3). Sergio Castel sebelumnya terlihat mengalami benturan di bagian rusuk kiri menjelang akhir pertandingan super league lawan Persebaya. Dia langsung mendapat perawatan di lapangan sebelum dibawa menggunakan ambulans yang telah disiagakan panitia […]

  • Fenomena Astronomi, Blood Moon 3 Maret 2026

    Fenomena Astronomi, Blood Moon 3 Maret 2026

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Masih dalam suasana bulan suci ramadhan, salah satu fenomena alam yang langka akan segera datang ditengah masyrakat Indonesia, menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis jadwal lengkap fase gerhana untuk setiap zona waktu di Indonesia. Masyarakat dapat menyaksikan langsung fase gerhana mulai pukul 18.04 WIB hingga berakhir sekitar pukul 19.03 WIB. Adapun […]

  • Munas NU di Kediri Bahas Isu Strategis: Mulai dari Pemanfaatan AI hingga Dana Haji

    Munas NU di Kediri Bahas Isu Strategis: Mulai dari Pemanfaatan AI hingga Dana Haji

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasukkan sejumlah isu strategis dalam agenda Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Kediri. Mulai dari hak untuk dilupakan di internet (right to be forgotten), tata kelola tambang, kecerdasan buatan (AI), hingga penggunaan dana manfaat haji untuk subsidi jemaah. Isu-isu tersebut tertuang dalam […]

  • Inilah Perbedaan LPG, CNG dan LNG

    Inilah Perbedaan LPG, CNG dan LNG

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah tengah mempersiapkan alternatif energi ditengah kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG), melalui kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif energi untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. Namun, di tengah upaya tersebut masih banyak masyarakat yang bingung membedakan LPG, Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas […]

  • Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 42
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum lama ini seorang aktivis Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Andrie Yunus, diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Maret 2026, yang dinilai sebagai upaya pembungkaman aktivis HAM. Insiden ini memicu kecaman luas sebagai teror terhadap demokrasi.  Menanggapi […]

expand_less