Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Potret Kemiskinan Cianjur Seorang Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya, Para Pengamat dan Anggota DPRD Buka Suara

Potret Kemiskinan Cianjur Seorang Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya, Para Pengamat dan Anggota DPRD Buka Suara

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS –  Ironi kemiskinan masih nyata ada di wilayah Cianjur. Fakta itu terbukti ada, setelah adanya peristiwa memilukan yang terjadi di Kecamatan Cugenang, yakni seorang pria paruh baya meninggal dunia usai dianiaya, karena mencuri dua buah labu siam untuk berbuka puasa, Selasa (3/3).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh kejadian tersebut terjadi bermula saat terduga UA (40) pelaku melakukan penganiyaan pada M (56), usai korban M (56) diduga mencuri dua buah labu siam di kebun yang digarap oleh terduga pelaku, setelah beberapa hari usai dianiaya, korban M (56) akhirnya meregang nyawa. Kasus itu pun kini ramai sehingga menjadi perhatian publik.

Salah satunya Pengamat Ekonomi Cianjur Irpan Jamil menilai, kemiskinan dapat menjerumuskan seseorang pada tindakan kriminal ketika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, sementara akses untuk memperoleh penghasilan sangat terbatas.

“Kalau dilihat dari aspek ekonomi, ada ketidakseimbangan antara minimnya pendapatan dengan kebutuhan yang sifatnya elementer. Dalam kondisi terdesak, tidak sedikit orang melakukan tindakan kriminal, bahkan bisa berujung pada hilangnya nyawa,” ujar Irpan, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan, hubungan antara kemiskinan dan kejahatan biasanya dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya faktor kesempatan dan kebutuhan mendesak seperti tidak terpenuhinya kebutuhan pokok.

Menurutnya, pemerintah perlu memetakan tingkat kemiskinan secara detail, mulai dari kategori ekstrem hingga tingkat berikutnya. Pendekatan ekonomi sederhana seperti program padat karya, pembinaan wirausaha kecil dan mikro, serta pemberian akses permodalan dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang.

“Kurangnya akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memicu tindakan kriminal. Ketika tuntutan kebutuhan mendasar tinggi dan pendapatan minim, orang bisa kehilangan pertimbangan rasional,” katanya.

Senada, Sosiolog Cianjur Pupu Jamilah menilai struktur sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan seperti di Cugenang turut mempengaruhi perilaku individu dalam menghadapi tekanan ekonomi.

“Kemiskinan dan kurangnya akses terhadap sumber daya ekonomi bisa mendorong individu melakukan tindakan ilegal untuk memenuhi kebutuhan dasar. Di sisi lain, hubungan sosial yang erat di pedesaan juga bisa mempengaruhi keputusan, baik ke arah positif maupun negatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai sosial dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk perilaku masyarakat. Norma yang menekankan kejujuran dan integritas dapat menjadi benteng pencegah kejahatan. Sebaliknya, jika ada toleransi terhadap tindakan melanggar hukum, hal itu bisa memperbesar peluang terjadinya kriminalitas.

Menurut Pupu, dinamika sosial di pedesaan sebenarnya kerap memungkinkan penyelesaian konflik secara informal dan damai. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, konflik bisa berkembang menjadi kekerasan.

“Faktor sosial seperti kemiskinan, rendahnya akses pendidikan dan pekerjaan, konflik kepentingan, hingga budaya kekerasan bisa menjadi pemicu tindakan agresif,” tuturnya.

Ia menegaskan, peran sosiolog penting dalam mengurai akar persoalan sosial melalui analisis struktur ekonomi dan sosial masyarakat, sekaligus merancang strategi pencegahan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kasus tewasnya M menjadi refleksi bersama bahwa persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial tidak bisa dipandang sebelah mata. Penanganan hukum tetap berjalan, namun upaya pencegahan melalui pendekatan ekonomi dan sosial dinilai menjadi kunci agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, RK Dadan Surya Negara buka suara atas peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat seharusnya mengedepankan kesabaran dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menyikapi persoalan, termasuk dugaan pencurian.

“Di bulan suci Ramadan ini kita harus memperbanyak kesabaran. Jika menemukan hal yang tidak baik seperti pencurian, jangan langsung main hakim sendiri ada aparat penegak hukum. Apalagi jika ada fakta lain di balik kejadian tersebut,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menambahkan, kasus yang menimpa M (56), warga Kecamatan Cugenang, tidak bisa dilepaskan dari faktor kemiskinan. Menurutnya, meskipun tindakan mencuri tidak dibenarkan, kondisi ekonomi yang sulit harus menjadi perhatian bersama.

“Dalam konteks ini ada faktor kemiskinan dan juga pentingnya kepedulian sosial antar sesama manusia. Apalagi di bulan Ramadan, sudah seharusnya kita saling berbagi dan meningkatkan empati,” katanya.

RK Dadan juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal dan memperkuat solidaritas sosial, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Pada intinya, mari kita perbanyak amal dan saling peduli. Jangan sampai persoalan kecil justru berujung pada hilangnya nyawa,” tutupnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menanggapi Isu Kenaikkan BBM 1 April 2026, Begini Penjelasan Menteri ESDM dan Pertamina

    Menanggapi Isu Kenaikkan BBM 1 April 2026, Begini Penjelasan Menteri ESDM dan Pertamina

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar kenaikan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina non subsidi besok, Selasa (1/4/2026). Melansir dari data bercap confidential yang beredar, harga BBM jenis Pertamax naik Rp5.550 menjadi Rp17.850 per liter dari semula Rp12.300 per liter. Kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green yang naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari […]

  • Dijanjikan ADD Rp144 Miliar di 2027, Rencana Demo Aparatur Desa di Blitar Resmi Batal

    Dijanjikan ADD Rp144 Miliar di 2027, Rencana Demo Aparatur Desa di Blitar Resmi Batal

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Rencana demonstrasi empat organisasi yang mewakili kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Blitar pada Rabu (21/10/2026) batal digelar setelah perwakilan mereka bertemu Bupati Blitar Rijanto. Dalam pertemuan tersebut, muncul klaim mengenai komitmen kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD) pada 2027, meski kesepakatan itu masih perlu dikonfirmasi secara resmi kepada pemerintah daerah. Empat organisasi […]

  • Rangking FIFA Timnas Indonesia Pasca Juara FIFA Asean Cup 2026

    Rangking FIFA Timnas Indonesia Pasca Juara FIFA Asean Cup 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 seusai menang adu penalti 4-2 atas Thailand dalam laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026) malam. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia mendapatkan tambahan 3,35 poin dalam ranking terbaru FIFA, sehingga total poin Indonesia menjadi 1166,50 dan menempatkan Indonesia […]

  • Miris! Inilah Cerita Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Jogja dan Catatan KPAI: Fenomena Daycare Ilegal Merupakan Masalah Klasik yang Terus Berulang Di Berbagai Kota Besar.

    Miris! Inilah Cerita Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Jogja dan Catatan KPAI: Fenomena Daycare Ilegal Merupakan Masalah Klasik yang Terus Berulang Di Berbagai Kota Besar.

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 46
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sudah sedari dulu sejarah mencatat bahwa kota Yogyakarta sebagai kota pelajar di Indonesia, sepanjang sejarahnya banyak tokoh besar lahir dan menempuh pendidikannya di Yogyakarta, namun statusnya sebagai kota pelajar ini sedikit tergores luka akibat adanya kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha. Noorman, salah satu orang tua korban, mengaku sangat terpukul setelah melihat […]

  • Proyek CCTV Fiktif Senilai Rp300 Miliar Dibongkar Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

    Proyek CCTV Fiktif Senilai Rp300 Miliar Dibongkar Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kejaksaan Agung (Kejagung) berupaya keras untuk membongkar aliran dana fantastis yang mengalir ke Badan Gizi Nasional (BGN) pasca penangkapan tiga pimpinan program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu yang lalu. Dalam kasus dugaan korupsi mark up anggaran tersebut, muncul sosok yang sedang vokal terhadap kasus tersebut. Salah satu pimpinan itu adalah Mantab Wakil […]

  • Razman Nasution Ditangkap Akibat Kasus Pencemaran Nama Baik, Mahkamah Agung Vonis 18 Bulan Penjara

    Razman Nasution Ditangkap Akibat Kasus Pencemaran Nama Baik, Mahkamah Agung Vonis 18 Bulan Penjara

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 79
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara mengeksekusi Razman Arif Nasution, terpidana kasus pencemaran nama baik terhadap Hotman Paris Hutapea. Razman kini menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Syarpani, membenarkan bahwa Razman telah diterima sebagai warga binaan setelah dieksekusi oleh Kejari Jakarta Utara. “Bahwa benar […]

expand_less