Menjelajahi Pantai Anoi Itam, Eksotisme Di Pucuk Barat Nusantara
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Dari Sabang Sampai Merauke, Berjajar Pulau-pulau, Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia, penggalan lirik dengan jelas telah menggambarkan keberagaman negara Indonesia yang sangat kompleks, menariknya ada hal menarik yang menjadi pusat perhatian menarik bagi masyarakat Indonesia.
Sabang adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota ini berupa kepulauan di seberang utara Pulau Sumatra, dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesar. Kota Sabang merupakan zona ekonomi bebas Indonesia, ia sering disebut sebagai titik paling utara dan barat Indonesia, tepatnya di Pulau Rondo
Di kota Sabang maka mayoritas orang langsung membayangkan pesona bawah laut Pulau Rubiah atau monumen ikonik Tugu Kilometer Nol Indonesia di Iboih. Dua destinasi itu memang telah menjadi ikon wisata Pulau Weh, Kota Sabang.
Namun, di balik popularitas keduanya, terdapat satu permata tersembunyi yang tak kalah menakjubkan, yaitu Pantai Anoi Itam, pantai eksotis dengan pasir hitam vulkanik yang menawan.
Pantai ini berada di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Perjalanan ke sana bisa ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit dari pusat kota, menggunakan kendaraan bermotor. Rute menuju pantai ini menawarkan pemandangan indah, jalan berkelok yang diapit pepohonan hijau, dengan kontur perbukitan sedang, dan sesekali terlihat birunya samudra di kejauhan.
Begitu sampai di lokasi, suasana tenang langsung menyambut. Angin laut bertiup lembut, suara ombak terdengar menenangkan, dan hamparan pasir hitam yang berkilau diterpa sinar matahari membuat siapa pun yang datang tak bisa menahan decak kagum.
Nama Anoi Itam berasal dari bahasa Aceh, yaitu anoi berarti pasir dan itam bermakna hitam. Nama itu disematkan karena seluruh pasir di sepanjang pantai ini berwarna hitam pekat. Tidak seperti pantai lain di Sabang yang umumnya berpasir putih, Pantai Anoi Itam justru tampil kontras dan eksotis dengan karakter uniknya.
Melansir dari berbagai sumber, warna hitam tersebut berasal dari aktivitas vulkanik masa lalu di Pulau Weh. Pasir ini mengandung mineral besi dan unsur logam alami yang berasal dari letusan gunung api purba di kawasan tersebut. Karena itu, ketika terkena cahaya matahari, butiran pasir tampak berkilau seperti kristal hitam yang memantulkan cahaya.
Ismail (46) Salah satu warga yang mengunjungi pantai tersebut Oktober 2025 lalu menggambarkan keindahan pantai tersebut.
“Pasirnya lembut tapi agak berat. Kalau kena panas matahari, hangatnya pas di kaki. Saat sore hari, warnanya seperti berubah menjadi abu-abu keperakan,” paparnya.
Ia pun menuturkan fenomena alam di pantai ini juga berubah tergantung musim. Saat angin timur tiba, ombak besar membawa batu karang ke atas pasir, membuat permukaannya tampak lebih kasar. Namun ketika angin barat datang, bebatuan itu kembali hilang tertutup oleh lapisan pasir hitam yang lembut.
“Kalau mau mandi laut, waktu terbaik itu musim barat. Airnya bening, tenang, dan pasirnya lembut sekali. Banyak keluarga datang bawa tikar untuk duduk bersama keluarga, makan siang, atau sekadar duduk di pondok yang sudah disediakan pemilik warung setempat. Bahkan, ada juga sejumlah kegiatan kemah di lapangan terbuka dekat pantai,” tambahnya.
Pantai Anoi Itam bukan hanya indah di permukaan, tetapi juga menyimpan pesona luar biasa di bawah lautnya. Air laut yang jernih membuat dasar laut terlihat jelas hingga beberapa meter ke dalam. Terumbu karang di sekitar pantai masih terjaga, menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan hias berwarna-warni.
Wisatawan dapat menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling atau diving. Beberapa penyedia jasa lokal menawarkan penyewaan alat snorkeling lengkap dengan pelampung dan pemandu. Bagi yang belum berpengalaman, cukup berenang di tepi pantai sambil melihat ikan-ikan kecil yang berenang di antara bebatuan karang.
“Laut di sini tenang dan bersih. Tidak terlalu ramai seperti di Iboih, jadi cocok untuk yang mau santai atau belajar snorkeling pertama kali,” kata Nadya, wisatawan asal Banda Aceh. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar