Menkeu Purbaya Keluhkan Sakit Pinggang, Akui Sempat Sulit Beridiri dan Absen Kerja
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Aktivitas yang padat sebagai pejabat publik tak selalu berjalan mulus, sehingga pentingnya menjaga kesehatan dan pola hidup yang seimbang menjadi kunci.
Hal itu terlihat dalam sebuah rekaman ketika Menteri keuangan tersebut sehabis menghadiri acara di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Dalam rekaman video itu tampak dirinya sedikit merintih dan sulit ketika berdiri sehingga perlu dibantu untuk berjalan saat hendak meninggalkan ruangan.
Dirinya pun mengakui tengah mengalami gangguan kesehatan yang diketahui berupa sakit pinggang yang cukup mengganggu aktivitas hariannya.
Dalam keterangannya, Purbaya mengungkapkan bahwa keluhan tersebut membuatnya sempat tidak dapat menjalankan tugas seperti biasa.
Ia bahkan harus absen dari pekerjaannya sehari sebelumnya karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk beraktivitas secara normal.
Rasa nyeri yang dirasakan, kata dia, bukan sekadar pegal biasa.
Sakit pada bagian pinggang tersebut membuatnya kesulitan untuk berdiri dalam waktu lama, yang tentu menjadi kendala serius mengingat tuntutan pekerjaan yang tinggi. Untuk mengatasi kondisi itu, Purbaya menjalani tindakan medis berupa suntikan pada beberapa titik di area yang mengalami nyeri.
“Tadi sampai disuntik di delapan titik,” ujarnya, menggambarkan upaya pemulihan yang harus ditempuh demi mempercepat proses penyembuhan.
Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisinya kini berangsur membaik dan berharap dapat segera kembali menjalankan tugasnya secara penuh.
Pengalaman ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tekanan pekerjaan dan kondisi fisik perlu dijaga secara seimbang, terutama bagi pejabat yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola kebijakan publik.
Kesehatan, dalam konteks ini, menjadi faktor penting yang tak bisa diabaikan.
Di tengah dinamika kerja pemerintahan yang tinggi, kondisi fisik yang prima tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja dan pengambilan keputusan yang optimal. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar