Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » OSN 2026 Segera Dimulai! Simak 3 Hal Penting: Jadwal, Mekanisme, dan Syarat

OSN 2026 Segera Dimulai! Simak 3 Hal Penting: Jadwal, Mekanisme, dan Syarat

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Olimpiade Sains Nasional (OSN) secara resmi kembali diselenggarakan di tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan mengundang kepada seluruh sekolah yang ada di tanah air. Pendaftaran dimulai dari tanggal 1 hingga 28 Februari 2026, peserta dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

OSN, sudah lama menjadi patokan bagi siswa yang uggul secara akademik di bidang sains dan teknologi, pada tahun ini kembali membawa misi penting, bukan sekadar mencari juara, tetapi siap melahirkan cadangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap untuk berkompetisi dipersaingan global.

Secara khusus pihaknya tengah mengangkat tema semangat inovasi dan ketangguhan, OSN 2026 dirancang sebagai proyek jangka panjang bagi calon peraih medali emas dalam berbagai olimpiade sains internasional di tahun yang akan datang.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene, menekankan bahwa OSN tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi.

“Saya mohon kerja samanya semua, ini bukan hanya lomba, tapi membangun karakter anak,” ujarnya dalam sambutan sosialisasi OSN 2026 pada Kamis (29/1/2026) dalam Live Streaming Youtube @pusatprestasinasional.

Kompetisi OSN berbeda dengan kompetisi akademik biasa, di OSN peserta dituntut untuk menguasai konsep yang mendalam serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).

Tahun ini, Puspresnas kembali menetapkan sembilan mata pelajaran yang dilombakan, dengan variasi yang disesuaikan untuk setiap jenjang pendidikan.

Pada jenjang SD, fokus kompetisi difokuskan pada dua fondasi sains utama, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Diharapkan di jenjang ini, peserta bukan hanya menghafal rumus, melainkan peserta dapat menumbuhkan nalar logika dan rasa ingin tahu ilmiah sejak usia belia.

Memasuki jenjang SMP, jangkauan lomba diperluas menjadi enam mata pelajaran yaitu, Matematika, IPA Terpadu, Fisika, Biologi, dan yang semakin populer, Informatika/Komputer. Hal ini menujukkan sebuah tren positif dengan adanya kenaikan minat pada bidang Informatika di jenjang SMP menunjukkan adanya pergeseran minat generasi muda menuju era digital.

Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK, kontestasi semakin tersegmentasi dan mendalam. hal tersebut mencakup tujuh mata pelajaran, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, dan Kebumian. Cabang Astronomi dan Kebumian seringkali menjadi kejutan bagi masyarakat umum, namun perlu diketahui kedua cabang itu sangat penting untuk menjaga kedaulatan bangsa di bidang maritim dan kedirgantaraan.

Karakteristik utama OSN ini terletak pada mekanisme seleksi yang kompetitif dan bertahap. Pendaftaran sepanjang Februari ini merupakan fase inisiasi yakni sebuah titik mula sebelum para peserta menempuh rangkaian panjang menuju puncak prestasi.

  1. Seleksi Tingkat Sekolah (OSN-S): Sekolah wajib menyelenggarakan seleksi internal untuk menentukan perwakilan terbaiknya. Proses ini biasanya berlangsung di bulan Maret. Hanya siswa dengan kemampuan di atas rata-rata yang akan didaftarkan ke tingkat kabupaten/kota.
  2. Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K): Di tahap ini, kompetisi mulai terasa. Siswa dari berbagai sekolah di satu daerah saling berhadapan. Juara I, II, dan III di tingkat kabupaten berhak melaju ke tingkat provinsi.
  3. Seleksi Tingkat Provinsi (OSN-P): Ini adalah penyaringan yang paling berat. Ratusan siswa terbaik dari berbagai kabupaten akan bertarung memperebutkan tiket ke nasional. Hanya sebagian kecil, biasanya 3-5 besar per mata pelajaran, yang berhasil lolos.
  4. Seleksi Tingkat Nasional (OSN): Puncak acara yang mempertemukan para jenius muda dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemenang di sini tidak hanya mendapat medali, tetapi juga undangan langsung ke pemusatan latihan nasional (National Training Camp) untuk persiapan olimpiade internasional.

Pendaftaran OSN 2026 kini kembali melalui satu pintu di laman resmi Puspresnas untuk memastikan pendataan yang lebih transparan dan presisi. Namun, kecanggihan sistem ini menuntut ketelitian ekstra dari pihak sekolah.

Pihaknya menghimbau untuk sekolah yang mendaftarkan siswanya untuk memastikan seluruh detail data siswa mulai dari NISN hingga pilihan mata pelajaran sudah benar sebelum disimpan. Tahap ini merupakan fondasi sehingga kesalahan teknis kecil dalam pengisian data dikhawatirkan menghambat akses ujian hingga mengakibatkan kesalahan cetak pada sertifikat juara nantinya.

Dalam arahannya ia mengingatkan bahwa jendela waktu yang diberikan selama satu bulan itu adalah waktu yang cukup untuk mempersiapkan data.

“Jangan menunggu menit-menit terakhir. Gangguan server karena traffic tinggi di detik-detik penutupan sering terjadi. Jadi kami himbau agar sekolah mendaftarkan siswanya sedini mungkin,” tutupnya.

Adapun syarat peserta dalam ajang OSN 2026, sebagai berikut:

  1. Peserta adalah WNI dan mewakili sekolahnya;
  2. Peserta didik kelas IV dan V SD/MI sederajat; Kelas VII dan VIII untuk jenjang SMP/MTs sederajat;
  3. Peserta memiliki kompetensi dalam bidang IPA, IPS, dan Matematika;
  4. Peserta OSN yang menang ditahun sebelumnya diperkenankan mengikuti kembali dengan ajang yang berbeda;
  5. Pelaksanaan registrasi melalui sistem aplikasi pendaftaran lomba Pusat Prestasi Nasional;
  6. Surat keterangan yang ditandatanani oleh kepala sekolah;
  7. Operator sekolah wajib mengunggah pakta integritas yang telah ditandatangani peserta dan surat keterangan kepala sekolah di portal registrasi.

Setiap sekolah diwajibkan menyiapkan lima siswa untuk mengikuti seleksi tingkat OSN-K. Setelah seleksi tingkat kabupaten/kota, maka peserta yang berhak dapat melaju ke tingkat provinsi berjumlah lima orang, dengan ketentuan maksimal dua peserta per sekolah.

Sementara itu, jumlah peserta yang berhak melaju ke final nasional dibatasi sebanyak 115 peserta per bidang lomba.

Peran guru pembina (tutor) dan orang tua menenentukan keberhasilan siswa di OSN. Bagi guru, bulan Februari ini adalah momen yang tepat memantau data pendaftaran dan memastikan siswa yang berpotensi tidak terlewat. Dan tentunya bagi orang tua, dukungan doa dan moral menjadi sangat diperlukan, adanya tekanan dalam kompetisi seringkali membuat siswa stres, maka peran orang tua adalah menjaga semangat anak agar tetap positif dan semangat dalam meraih prestasi***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSG vs Chelsea: Kalah 0-3, Blunder dan Buruknya Penyelesaian Akhir The Blues Jadi Sorotan

    PSG vs Chelsea: Kalah 0-3, Blunder dan Buruknya Penyelesaian Akhir The Blues Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perjalanan Chelsea di Liga Champions berakhir dengan mengecewakan setelah kalah 3-0 dari Paris Saint-Germain pada leg kedua babak 16 besar, sehingga menelan kekalahan agregat 8-2 dalam 180 menit pertandingan. Mirisnya kekalahan ini saat bertanding hadapan pendukungnya sendiri di Stamford Bridge (18/3) dini hari WIB. Kekalahan agregat ini merupakan yang terberat dalam sejarah The […]

  • Buru Jaringan Narkoba Internasional “mami”, BNN Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

    Buru Jaringan Narkoba Internasional “mami”, BNN Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya menangkap gembong narkoba dan buroninternasional, Dewi Astutik alias Mami, dalam sebuah operasi senyap lintas negara di Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan ini menjadi salah satu capaian terbesar Indonesia dalam perang melawan narkotika, terutama karena Dewi disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei […]

  • Kondisi Udara di Bandung Memburuk, Semarang dan Pekanbaru Paling Sehat

    Kondisi Udara di Bandung Memburuk, Semarang dan Pekanbaru Paling Sehat

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kualitas udara menjadi tolak ukur kesehatan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, dalam pantauannya polusi udara di Bandung, Jawa Barat, tercatat menjadi yang paling buruk di Indonesia pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.08 WIB, poin AQI Bandung mencapai 159 atau tergolong kualitas udara tidak sehat. Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif […]

  • Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 37
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum lama ini seorang aktivis Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Andrie Yunus, diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Maret 2026, yang dinilai sebagai upaya pembungkaman aktivis HAM. Insiden ini memicu kecaman luas sebagai teror terhadap demokrasi.  Menanggapi […]

  • Mengenakan Rompi Pink dan Tangan Diborgol  Eks Kepala BGN Dadan Dijemput, Rumahnya Digeledah Kejagung

    Mengenakan Rompi Pink dan Tangan Diborgol Eks Kepala BGN Dadan Dijemput, Rumahnya Digeledah Kejagung

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perjalanan Dadan Hindayana selaku ketua Badan Gizi Nasional (BGN resmi berakhir usai psosi dirinya dicopot oleh presiden PrabowoDilaporkan menjemput paksa mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, pada Rabu (3/6) subuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiganya dijemput oleh tim penyidik Korps […]

  • Harga Minyak Dunia Turun 14% Pasca Gencatan Senjata AS-Iran

    Harga Minyak Dunia Turun 14% Pasca Gencatan Senjata AS-Iran

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga minyak dunia anjlok 14% ke bawah US$ 100 per barel pada Rabu (8/4). Hal ini terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan ini berpotensi menghentikan serangan militer AS-Israel dengan imbalan dibukanya akses Selat Hormuz oleh Iran. Minyak Brent anjlok 14% menjadi US$ 94,51 per barel, […]

expand_less