Rupiah Berpotensi Rebound Seiring Merosotnya Harga Komoditas Energi
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Hal tersebut seiring membaiknya sentimen pasar global dan penurunan harga minyak dunia.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pemulihan kepercayaan investor menjadi pendorong utama penguatan rupiah. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah pulihnya sentimen pasar, dan turunnya harga minyak dunia,” ujarnya.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level di level Rp 17.126 per dolar AS melemah 0,12% atau 21 poin. Hingga pukul 09.10 WIB Rupiah kian melemah Rp 17.130 per dolar AS melemah 0,15% atau 25 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 1 poin atau 0,01% menjadi Rp 17.105 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.104 per dolar AS.
Dengan kombinasi faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 17.050 hingga Rp 17.150 per dolar AS. Meski berpotensi menguat, pergerakan rupiah diperkirakan tetap terbatas dan fluktuatif, bergantung pada perkembangan harga komoditas serta sentimen global dalam jangka pendek.
Sedangkan harga minyak dunia turun seiring munculnya sinyal Amerika Serikat dan Iran berpeluang kembali melakukan perundingan lanjutan. Kedua negara membuka sinyal berunding kembali setelah dimulainya blokade AS di Selat Hormuz.
Harga minyak acuan Brent turun 2,1% menjadi US$ 97,24 per barel, sementara minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) harganya turun 2,3% menjadi US$ 96,84 per barel.
Kedua negara saat ini berpotensi menggelar kembali pertemuan tatap muka guna mencapai periode gencatan senjata yang lebih panjang.
Targetnya perundingan dilakukan sebelum jeda dua pekan gencatan berakhir bulan ini. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Teheran telah menghubungi pihaknya.
“Pagi ini kami dihubungi oleh pihak yang tepat, dan mereka ingin membuat kesepakatan,” kata Trump dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/4/2026). ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar