Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Menu Andalan Baru Warga RI di Warung Padang, Bukan Rendang

Menu Andalan Baru Warga RI di Warung Padang, Bukan Rendang

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Daging rendang yang merupakan menu khas rumah makan padang mulai dilupakan pelanggan. Kini, pelanggan lebih akrab dengan menu lain yang ramah kantong alias murah meriah.

Pelaku Usaha Rumah Makan Padang melihat adanya tren pergeseran perilaku konsumsi Nasi Padang di kalangan pelanggan. Jika sebelumnya menu masakan Padang favorit pelanggan adalah rendang, tunjang, daging cincang, dan ikan, kini mereka cenderung memilih menu dengan harga terjangkau.

Menurut cerita pedagang, sebagian pelanggan cenderung membeli menu masakan Padang dengan harga sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000. Biasanya, menu di kisaran harga tersebut berisi nasi, telur dadar, ayam dan sayur.

“Iya kadang-kadang sih nyari yang paketan Rp 15.000 gitu,” ungkap Ijan, seorang pelaku usaha Rumah Makan Padang di Tebet Minggu (14/6/2026).

Bersamaan dengan itu, Ijan menilai, kondisi daya beli masyarakat juga mulai turun. Hal ini terlihat dari penurunan omzet nasi Padang yang mencapai lebih dari 10% dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, lanjut Ijan, biasanya menu-menu masakan Padang di tempatnya sudah habis sekitar pukul 14.00 WIB siang, tetapi sekarang sudah tidak seperti itu. Dahulu Rumah Makan Padang yang dikelolanya juga kerap diramaikan pengunjung saat jam makan siang. Namun, sekarang kondisinya tampak biasa saja.

Masih di kawasan Tebet, pelaku usaha Rumah Makan Padang lainnya, Ridwan mengaku mendapati beberapa pengunjung cenderung memilih menu yang irit ketika pertengahan hingga akhir bulan.

Pada periode tersebut, biasanya para pembeli Nasi Padang lebih memilih menu seperti nasi telur, nasi perkedel, dan nasi terong seharga Rp 18.000.

“Sejauh ini sih tengah bulan biasanya ya sampai ke akhir sepi, biasanya ngirit mereka,” ungkap Ridwan.

Saking iritnya, lanjut Ridwan, kerap kali ia mendapatkan pengunjung yang hanya membeli sayur dan sambal tanpa nasi untuk dibawa pulang. Di sisi lain, ada juga pembeli yang hanya ingin membeli lauknya saja untuk dibagi-bagi dengan keluarganya di rumah.

“Kalau di Nasi Padang kan dia akumulasinya sayur tuh free dan dia udah di-include dari orang beli lauk,” jelasnya.

Beda halnya jika terjadi pada awal bulan atau periode gajian, para pengunjung Rumah Makan Padang banyak yang membeli paket nasi ikan, daging cincang, rendang hingga tunjang. Menu-menu premium tersebut biasanya dibanderol sekitar Rp 20.000-an ke atas.

Mayoritas pengunjung juga membeli menu paket lengkap seharga Rp 27.000 yang berisi nasi, satu jenis lauk, sayur dan sambal. Sayangnya, penjualan menu-menu paket tersebut mulai berkurang saat pertengahan hingga akhir bulan.

Pada saat itu, pelanggan mulai menghemat dengan membeli menu murah. Biasanya mereka meminta lebih banyak bumbu daging rendang dan kuah santan ketimbang membeli lauknya.

Bergeser ke kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Taufik seorang pelaku usaha Rumah Makan Padang turut merasakan adanya penurunan penjualan Nasi Padang di tempatnya. Ia melihat adanya pergeseran menu paket yang dipilih oleh masyarakat. Sebelumnya, kebanyakan pelanggan datang membeli nasi rendang, nasi ayam hingga lauk-lauk mewah lainnya.

Namun, saat ini banyak pelanggan cenderung memilih membeli menu yang murah seperti nasi telur, nasi perkedel, hingga nasi kentang balado. Bahkan, ada juga yang biasanya membeli rendang mulai beralih ke menu ayam.

Taufik juga menjelaskan, saat ini menu makanan seperti Kepala Kakap, Cumi, serta menu berbahan dasarnya mahal lainnya agak sulit dijual secara optimal. Melihat kondisi itu, ia memutuskan untuk mengurangi porsi penyajian.

Sebagai contoh, tadinya Taufik menjual 6-7 kepala kakap, namun sekarang hanya setengahnya alias hanya tiga kepala kakap. Untuk Nasi Padang dengan menu kepala kakap sendiri dibanderol seharga Rp 50.000.

Di sisi lain, Andi, seorang pelanggan Rumah Makan Padang mengaku masih membeli Nasi Padang lantaran menunya relatif beragam dan porsinya banyak. Meski demikian, dalam kondisi ekonomi saat ini, ia mulai berhemat saat membeli makanan, mengingat harga kebutuhan hidup lainnya sudah semakin tinggi.

“Kalau sekarang sih udah mulai diirit-irit ya. Mungkin nasi sama telur udah cukuplah itu,” jelasnya.

Ia mengatakan, beberapa menu makanan di Rumah Makan Padang yang pernah dikunjunginya memang sudah ada yang mengalami kenaikan harga. Dari situ, ia senantiasa memperhatikan anggaran yang tersedia sebelum memutuskan membeli Nasi Padang.

“Karena kan porsinya juga besar, dapet sayurnya gratis. Minumnya juga gratis. Iya masih worth it sampai sekarang. Tinggal menunya aja yang disesuaikan,” terangnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badai Keracunan MBG Tak Kunjung Reda, BGN Kembali Suspend SPPG Imbas 100 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

    Badai Keracunan MBG Tak Kunjung Reda, BGN Kembali Suspend SPPG Imbas 100 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kasus keracunan akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih terus terjadi, hal ini yang mengakibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Selasa (20/10/2026) malam. Langkah ini diambil setelah 100 siswa dan anak-anak dilarikan ke rumah sakit akibat diduga keracunan MBG […]

  • Presiden Uni Eropa Dijadwalkan Kunjungi Indonesia, Kata Airlangga

    Presiden Uni Eropa Dijadwalkan Kunjungi Indonesia, Kata Airlangga

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026. Rencana itu berkaitan dengan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). “Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden […]

  • M Herry Wirawan SE, MSi terpilih sebagai Ketua ICMI Orda Kabupaten Cianjur untuk periode 2026–2031.(foto:istimewa)

    ICMI Orda Cianjur Gelar Musda, M Herry Wirawan Didapuk jadi Ketua Periode 2026–2031

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle nag
    • visibility 50
    • 1Komentar

    INFOKITA.news-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Cianjur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Bale Prayoga, Kompleks Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, Selasa (14/7/2026). Musyawarah Daerah kali ini memilih secara aklamasi M Herry Wirawan SE, MSi sebagai Ketua untuk memimpin ICMI Orda Kabupaten Cianjur untuk periode 2026–2031. Terpilihnya M Herry Wirawan SE, MSi dalam […]

  • Rupiah Berpotensi Rebound Seiring Merosotnya Harga Komoditas Energi

    Rupiah Berpotensi Rebound Seiring Merosotnya Harga Komoditas Energi

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Hal tersebut seiring membaiknya sentimen pasar global dan penurunan harga minyak dunia.  Analis Doo Financial, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pemulihan kepercayaan investor menjadi pendorong utama penguatan rupiah. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah pulihnya sentimen pasar, dan turunnya […]

  • Pelajar SMA di Magetan Jadi Korban Child Grooming Hingga Putus Sekolah

    Pelajar SMA di Magetan Jadi Korban Child Grooming Hingga Putus Sekolah

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seorang pelajar SMA di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhenti sekolah setelah diduga menjadi korban child grooming melalui media sosial. Anak tersebut mengalami perubahan perilaku setelah intens berkomunikasi dengan seseorang yang belum pernah ditemuinya secara langsung. Kedekatan yang awalnya dibangun melalui komunikasi di media sosial membuat korban memiliki keterikatan emosional dengan orang tersebut. Staf […]

  • Tertangkapnya Wakil Bupati Indramayu, Kejati Jabar Ungkap Kerugian Negara Ditaksir Rp18 Miliar

    Tertangkapnya Wakil Bupati Indramayu, Kejati Jabar Ungkap Kerugian Negara Ditaksir Rp18 Miliar

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi bagi pimpinan serta anggota DPRD Indramayu tahun anggaran 2022 hingga 2025. Nilai kerugian negara dalam perkara tersebut ditaksir mencapai Rp18 miliar. Tiga tersangka yang ditetapkan yakni Syaefudin yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten […]

expand_less