Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perseteruan Herri Pras Dengan Yudi Cahyadi Lanjut Ke Proses Hukum
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Perseteruan antara petarung Mixed Martial Arts (MMA) Yudi Cahyadi dan konten kreator sekaligus praktisi pencak silat Herri Pras menjadi sorotan publik setelah sebuah tantangan duel di media sosial berkembang menjadi keributan di kediaman Herri, kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Minggu (1/11/2026) malam itu kini memasuki ranah hukum.
Herri Pras melaporkan sekitar 20 orang ke Polres Bogor atas dugaan intimidasi dan kekerasan yang disebut dialaminya ketika sekelompok orang mendatangi rumahnya.
Nama Yudi Cahyadi turut disebut dalam laporan tersebut. Namun, dugaan keterlibatan maupun tindakan kekerasan yang dituduhkan masih membutuhkan pembuktian melalui proses hukum.
Hingga Rabu (4/11/2026), belum tersedia keterangan resmi mengenai penetapan tersangka dalam perkara tersebut.
Polisi telah membenarkan adanya keributan dan upaya mediasi yang tidak menghasilkan kesepakatan.
Persoalan bermula dari sejumlah pernyataan Herri Pras di media sosial yang menyinggung tokoh agama, termasuk Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS).
Pernyataan tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian pihak menilai kritik Herri telah melampaui batas, sedangkan pihak lainnya mempertanyakan apakah perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui tantangan fisik.

Dalam perkembangan polemik tersebut, muncul tantangan duel yang kemudian mendapat respons dari Yudi Cahyadi.
Menurut kronologi yang disampaikan Herri, rombongan datang sekitar pukul 20.00 WIB.
Kedatangan tersebut disebut bertujuan menindaklanjuti tantangan duel yang sebelumnya beredar.
Namun, pertemuan tidak berlangsung sebagaimana yang diharapkan kedua pihak.
Kasus ini menyita perhatian karena mempertemukan dua sosok yang dikenal dalam dunia bela diri, tetapi memiliki latar belakang berbeda.
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hillal Adi Imawan, membenarkan bahwa pihak kepolisian menerima laporan mengenai keributan di kediaman Herri Pras.
Laporan tersebut diterima melalui layanan kepolisian 110. Personel kemudian dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi.
“Kita langsung bergerak cepat ke TKP,” ujar Kompol Hillal saat menjelaskan respons kepolisian terhadap laporan tersebut.
Setelah tiba di lokasi, petugas berupaya mempertemukan pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan mediasi.
Namun, pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan. Kedua pihak akhirnya meninggalkan lokasi.
Herri kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan menyampaikan laporan ke Polres Bogor.
Langkah tersebut membuat perselisihan yang sebelumnya berlangsung di ruang publik kini harus diperiksa berdasarkan ketentuan hukum pidana.
Pihak kepolisian diharapkan dapat mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian tersebut.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar