Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » KPK Telisik Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa di Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pati Nonaktif Sudewo

KPK Telisik Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa di Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pati Nonaktif Sudewo

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami proses penyerahan uang pendaftaran perangkat desa pada penyidikan kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Pati nonaktif Sudewo.

“Penyidik mendalami keterangan terkait proses penyerahan uang pendaftaran perangkat desa,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, melansir Antara, Sabtu (4/4)
Dia menjelaskan, pendalaman tersebut dilakukan KPK dengan memeriksa enam saksi pada 2 April 2026.

“Mereka adalah SY selaku calon perangkat Desa Sukorukun, JL selaku calon perangkat Desa Sidoluhur, PMN selaku calon perangkat Desa Trikoyo, AS selaku Kepala Desa Slungkep, MR selaku pihak swasta, dan ASH selaku Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pati,” jelas Budi.

Sebelumnya, pada 19 Januari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sudewo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sehari kemudian, 20 Januari 2026, KPK membawa Sudewo bersama tujuh orang lain ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk proses penyidikan.

Pada tanggal yang sama, KPK menetapkan empat tersangka dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Mereka adalah Sudewo (SDW); Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono (YON); Kades Arumanis Sumarjiono (JION); dan Kades Sukorukun Karjan (JAN).

Selain itu, Sudewo juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sebanyak 96,24 persen penyelenggara negara atau wajib lapor telah menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Penyampaian LHKPN ini untuk periodik tahun pelaporan 2025 selama 1 Januari-31 Maret 2026.

“Capaian ini menunjukkan partisipasi luas penyelenggara negara atau wajib lapor dalam memenuhi kewajiban transparansi sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Demikian dikutip dari Antara, Jumat 3 April 2026.

KPK memandang tingginya tingkat pelaporan tersebut sebagai cermin semakin terbangunnya kepatuhan kolektif di berbagai sektor.

Sementara itu, dia mengatakan penyelenggara negara atau wajib lapor pada sektor yudikatif mencatat tingkat kepatuhan tertinggi sebanyak 99,99 persen, atau sebanyak 19.014 dari 19.015 orang telah melapor.

“Kemudian diikuti sektor badan usaha milik negara/daerah (BUMN/BUMD) yang mencapai 97,06 persen, atau sebanyak 44.732 dari 46.085 orang telah melapor,” terang Budi.
Sektor eksekutif 96,75 persen, atau 335.432 dari 346.690 orang telah melapor. Kemudian sektor legislatif yang mencatatkan 82,21 persen, atau 16.729 dari 20.348 orang yang melapor.

“Capaian ini sebagai indikasi bahwa instrumen LHKPN semakin efektif dalam mendukung sistem pencegahan korupsi, terlebih dalam memperluas transparansi atas harta kekayaan penyelenggara negara,” katanya.

Budi mengatakan, selanjutnya KPK akan memverifikasi laporan tersebut sebelum dipublikasikan dalam laman elhkpn.kpk.go.id.

“Masyarakat dapat mengakses dan memantau LHKPN yang telah dinyatakan lengkap melalui laman elhkpn.kpk.go.id sebagai bentuk keterbukaan informasi publik,” tandas Budi. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencurian Gamelan di UGM: 7 Bilah Demung Raib, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

    Pencurian Gamelan di UGM: 7 Bilah Demung Raib, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kasus dugaan pencurian gamelan terjadi di Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), tepatnya di ruang gamelan lantai 4, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan dalam peristiwa tersebut pihak kampus mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Barang yang hilang berupa tujuh bilah demung gamelan laras […]

  • Gila! Skuad Garuda Tundukkan Oman 3-0 Tanpa Balas di Ajang FIFA Matchday

    Gila! Skuad Garuda Tundukkan Oman 3-0 Tanpa Balas di Ajang FIFA Matchday

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 1
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Hasil positif diraih timnas garuda dibawah asuhan John Herdman dengan menjamu Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (5/6/2026). Indonesia langsung mengambil inisiatif bermain penguasaan bola dan menekan sejak awal permainan. Namun ancaman pertama justru di dapat Oman lewat umpan silang, tapi masih bisa diamankan kiper Indonesia Emil Audero. Pada menit […]

  • Ketum PBNU Gus Yahya

    Ketum PBNU Gus Yahya: Tindakan Individu Tak Wakili Organisasi, Tak Campuri Kasus Eks Menag Gus Yaqut

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Nag Rustandi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    INFOKITA.News-Sehubungan dengan penetapan Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka, Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), memberikan tanggapan. Menurut Yahya Cholil Staquf, kasus adiknya yaitu Yaqut Cholil Qoumas adalah kasus pribadi. Gus Yahya menyatakan bahwa dia tidak akan terlibat dalam kasus Yaqut dan akan menyerahkannya sepenuhnya kepada proses hukum. “Sebagai kakak tentu secara […]

  • Amankan Pasokan BBM dan LPG ke Wilayah 3TPertamina Kerahkan 148 Tanker

    Amankan Pasokan BBM dan LPG ke Wilayah 3TPertamina Kerahkan 148 Tanker

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – PT Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan distribusi energi nasional hingga ke wilayah kepulauan serta daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Indonesia memiliki karakteristik yang unik dan tantangan geografis tersendiri, sehingga armada logistik laut menjadi penghubung utama untuk memastikan energi dapat tersalurkan dari titik suplai hingga ke berbagai wilayah tujuan. Hingga saat ini, operasional […]

  • Harga Minyak Dunia Turun 14% Pasca Gencatan Senjata AS-Iran

    Harga Minyak Dunia Turun 14% Pasca Gencatan Senjata AS-Iran

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga minyak dunia anjlok 14% ke bawah US$ 100 per barel pada Rabu (8/4). Hal ini terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan ini berpotensi menghentikan serangan militer AS-Israel dengan imbalan dibukanya akses Selat Hormuz oleh Iran. Minyak Brent anjlok 14% menjadi US$ 94,51 per barel, […]

  • Paket Komplit, KPK Jaring OTT 13 Pejabat Bengkulu, Penangkapan Ke-8 Sepanjang 2026

    Paket Komplit, KPK Jaring OTT 13 Pejabat Bengkulu, Penangkapan Ke-8 Sepanjang 2026

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap pelaku tindakan korupsi (Tipikor), kali ini yang menjadi targetnya adalah Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu Muhammad Fikri Thobari bersama sejumlah rekan lainnya dibawa ke Jakarta. Mobil iring-iringan yang mengangkut MFT tiba sekitar pukul 09.07 WIB. Terpantau, lebih dari 5 mobil minibus berwarna hitam tiba di KPK dan langsung […]

expand_less