Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » KPK Telisik Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa di Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pati Nonaktif Sudewo

KPK Telisik Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa di Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pati Nonaktif Sudewo

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami proses penyerahan uang pendaftaran perangkat desa pada penyidikan kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Pati nonaktif Sudewo.

“Penyidik mendalami keterangan terkait proses penyerahan uang pendaftaran perangkat desa,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, melansir Antara, Sabtu (4/4)
Dia menjelaskan, pendalaman tersebut dilakukan KPK dengan memeriksa enam saksi pada 2 April 2026.

“Mereka adalah SY selaku calon perangkat Desa Sukorukun, JL selaku calon perangkat Desa Sidoluhur, PMN selaku calon perangkat Desa Trikoyo, AS selaku Kepala Desa Slungkep, MR selaku pihak swasta, dan ASH selaku Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pati,” jelas Budi.

Sebelumnya, pada 19 Januari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sudewo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sehari kemudian, 20 Januari 2026, KPK membawa Sudewo bersama tujuh orang lain ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk proses penyidikan.

Pada tanggal yang sama, KPK menetapkan empat tersangka dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Mereka adalah Sudewo (SDW); Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono (YON); Kades Arumanis Sumarjiono (JION); dan Kades Sukorukun Karjan (JAN).

Selain itu, Sudewo juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sebanyak 96,24 persen penyelenggara negara atau wajib lapor telah menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Penyampaian LHKPN ini untuk periodik tahun pelaporan 2025 selama 1 Januari-31 Maret 2026.

“Capaian ini menunjukkan partisipasi luas penyelenggara negara atau wajib lapor dalam memenuhi kewajiban transparansi sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Demikian dikutip dari Antara, Jumat 3 April 2026.

KPK memandang tingginya tingkat pelaporan tersebut sebagai cermin semakin terbangunnya kepatuhan kolektif di berbagai sektor.

Sementara itu, dia mengatakan penyelenggara negara atau wajib lapor pada sektor yudikatif mencatat tingkat kepatuhan tertinggi sebanyak 99,99 persen, atau sebanyak 19.014 dari 19.015 orang telah melapor.

“Kemudian diikuti sektor badan usaha milik negara/daerah (BUMN/BUMD) yang mencapai 97,06 persen, atau sebanyak 44.732 dari 46.085 orang telah melapor,” terang Budi.
Sektor eksekutif 96,75 persen, atau 335.432 dari 346.690 orang telah melapor. Kemudian sektor legislatif yang mencatatkan 82,21 persen, atau 16.729 dari 20.348 orang yang melapor.

“Capaian ini sebagai indikasi bahwa instrumen LHKPN semakin efektif dalam mendukung sistem pencegahan korupsi, terlebih dalam memperluas transparansi atas harta kekayaan penyelenggara negara,” katanya.

Budi mengatakan, selanjutnya KPK akan memverifikasi laporan tersebut sebelum dipublikasikan dalam laman elhkpn.kpk.go.id.

“Masyarakat dapat mengakses dan memantau LHKPN yang telah dinyatakan lengkap melalui laman elhkpn.kpk.go.id sebagai bentuk keterbukaan informasi publik,” tandas Budi. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Hanya Selat Hormuz, 3 Perairan Strategis Dunia Kini Terancam di Blokade Iran

    Bukan Hanya Selat Hormuz, 3 Perairan Strategis Dunia Kini Terancam di Blokade Iran

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah sebelumnya sempat diadakannya gencatan senjata. Namun kini tidak hanya Selat Hormuz, Teheran kini mengancam akan memblokir pelayaran di tiga jalur laut strategis dunia, yakni Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Merah. Langkah ini disebut sebagai tanggapan atas tekanan Washington yang membatasi pergerakan kapal […]

  • Profil Adik Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setyawan yang Kini Jadi Tersangka KPK

    Profil Adik Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setyawan yang Kini Jadi Tersangka KPK

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 7
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nama Bima Setyawan menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa terkait Dana Siap Pakai kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bima menarik perhatian publik karena diketahui merupakan adik kandung Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Selain memiliki hubungan keluarga dengan pimpinan […]

  • The Plastic Detox Sebuah Edukasi Tentang Bahaya Mengkonsumsi Plastik Jangka Panjang, dan Pengaruhnya Dalam Tubuh Manusia

    The Plastic Detox Sebuah Edukasi Tentang Bahaya Mengkonsumsi Plastik Jangka Panjang, dan Pengaruhnya Dalam Tubuh Manusia

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Secara umum penggunaan plastik dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari kehidupan manusia, membungkus makanan, pakaian, campuran alat kecantikan dan sebagainya. Tapi tertnyata penggunaan plastik berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh. Pada 16 Maret 2026, dokumenter berjudul The Plastic Detox resmi dirilis di Netflix. Film ini disutradarai oleh Louis Psihoyos dan Josh Murphy, yang mengeksplorasi dampak bahan […]

  • Diduga Palsu, Aparat Bersama Warga Bongkar Situs Makam Keramat di Pandeglang

    Diduga Palsu, Aparat Bersama Warga Bongkar Situs Makam Keramat di Pandeglang

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adi BIma
    • visibility 37
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sejumlah makam keramat di Pandeglang yang diduga palsu akhirnya dibongkar oleh aparat yang juga dibantu warga sekitar. Kepala desa setempat menilai asal-usul makam keramat itu tidak jelas. Makam-makam keramat itu berada di wilayah Blok Hunjuran, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalwangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. “Benar ada kuburan, cuman kami nanya orang bersangkutan tidak jelas asal […]

  • Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 62
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum lama ini seorang aktivis Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Andrie Yunus, diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Maret 2026, yang dinilai sebagai upaya pembungkaman aktivis HAM. Insiden ini memicu kecaman luas sebagai teror terhadap demokrasi.  Menanggapi […]

  • Imbas Konflik Geopolitik Amerika Serikat-Iran, Pakistan Mulai Menjerit Krisis BBM

    Imbas Konflik Geopolitik Amerika Serikat-Iran, Pakistan Mulai Menjerit Krisis BBM

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 56
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Imbas konflik geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran menimbulkan kekhawatiran di sejumlah negara yang bergantung pada permintaan BBM dari negara Iran tersebut, mulai muncul akan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang parah di Pakistan. Ini setelah antrean panjang truk tanker terlihat mengular di berbagai depot pengisian. Situasi ini terjadi di tengah […]

expand_less