Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Belum lama ini telah beredar surat permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) dari pengurus RW di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, ke sejumlah perusahaan yang menjadi heboh di media sosial.

Surat tersebut menuai sorotan publik lantaran mencantumkan nominal sumbangan yang dipatok mulai dari Rp200 Ribu, Rp300 Ribu, dan Rp500Ribu

Permintaan itu diajukan oleh satu Rukun Warga (RW) yang sama, yakni RW 09 Kelurahan Kamal, Kalideres.

Kejanggalan lain yang disorot publik adalah adanya beberapa surat dengan nominal berbeda yang mengatasnamakan berbagai jabatan pengurus, mulai dari Ketua RW, Wakil Ketua RW, Kamtibmas, Danton, hingga Kasatlak Hansip RW.

Menanggapi kekisruhan yang beredar luas tersebut, Ketua RW 09 Kelurahan Kamal, Wijaya Kusuma, akhirnya angkat bicara.

Wijaya mengakui adanya surat permintaan THR yang dikirimkan ke sejumlah pabrik di wilayah RW-nya. Ia menjelaskan, dirinya merupakan Ketua RW yang baru menjabat selama beberapa bulan untuk menggantikan ketua sebelumnya yang meninggal dunia.

Ia mengaku format proposal maupun pencantuman berbagai jabatan dalam surat tersebut merupakan format lama yang sudah digunakan oleh kepengurusan sebelumnya.

“Kalau terkait masalah yang THR-an ya, saya kan nerusin RW almarhum saja. Terus proposalnya pun sama. Nah, terkait nama ABCD, RW, wakil, itu kan memang sudah zaman almarhum kayak gitu, jadi saya nerusin dah kira-kira kayak gitu,” papar Wijaya pada Selasa (10/3).

Ia mengaku bingung surat tersebut jadi polemik karena hanya meneruskan praktik yang telah berjalan selama bertahun-tahun di lingkungan tersebut. Bahkan, menurut dia, sejumlah perusahaan di wilayah tersebut sebenarnya sudah terbiasa menerima proposal serupa.

Dirinya mengaku bingung surat tersebut jadi masalah karena hanya meneruskan praktik yang telah berjalan selama bertahun-tahun di lingkungan tersebut. Bahkan, menurut dia, sejumlah perusahaan di wilayah tersebut sebenarnya sudah terbiasa menerima proposal serupa.

“Memang sudah dari dulu-dulu seperti itu, sudah kenal lah sebetulnya pabrik-pabriknya,” kata Wijaya.

Terkait nominal Rp 200.000-500.000 yang tertera dalam surat, Wijaya menyebutkan bahwa angka tersebut memang berasal dari draf surat lama dan sama sekali tidak ia ubah.

Meski nominal tersebut tertulis jelas, Wijaya mengeklaim bahwa pihaknya tidak pernah memaksa perusahaan untuk memberi THR sesuai angka yang tertera.

Katanya, besaran THR sesuai keikhlasan pihak perusahaan dalam memberikan THR tersebut.

“Jadi saya mah apa adanya surat dari dulu enggak dikurangin, dilebihin. Perusahaan juga nggak harus dia menuhi syarat itu, enggak. Bervariasi, ada yang Rp 300.000 ada yang Rp 200.000, begitu. Enggak semuanya itu perusahaan ngasih segitu, enggak,” kata Wijaya.

Wijaya juga membantah surat yang dipecah-pecah tersebut digunakan untuk memperkaya masing-masing pengurus RW yang namanya tercantum.

Dirinya mengeklaim, seluruh uang yang terkumpul dari perusahaan akan digabungkan untuk membeli bingkisan Lebaran. Bingkisan tersebut nantinya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang membantu operasional lingkungan.

“Jadi enggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THR-an orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga,” ungkapnya.

Menurut Wijaya, permintaan THR kepada perusahaan dilakukan karena pihak RW tidak memiliki alokasi dana khusus untuk memberikan THR kepada para pengurus lingkungan.

“Pokoknya saya dapat semana duitnya, ya sudah, langsung beli bingkisan, ada kain, biskuit, minyak, beras, kira-kira kayak gitu dah. Nanti disalurin tuh, dibagiin, RT sama jajarannya bertiga, gitu. Nanti PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) juga,” tambahnya.

Ia mengeklaim, seluruh uang yang terkumpul dari perusahaan akan digabungkan untuk membeli bingkisan Lebaran.

Bingkisan tersebut nantinya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang membantu operasional lingkungan. Baca juga: Ketua RW di Kalideres Klaim Minta THR ke Perusahaan untuk Bingkisan Pengelola Lingkungan.

“Jadi enggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THR-an orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga,” ungkapnya.

Menurut Wijaya, permintaan THR kepada perusahaan dilakukan karena pihak RW tidak memiliki alokasi dana khusus untuk memberikan THR kepada para pengurus lingkungan.

“Pokoknya saya dapat semana duitnya, ya sudah, langsung beli bingkisan, ada kain, biskuit, minyak, beras, kira-kira kayak gitu dah. Nanti disalurin tuh, dibagiin, RT sama jajarannya bertiga, gitu.

Nanti PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) juga,” tambahnya.

Meski telah menyebarkan proposal permintaan THR ke sejumlah perusahaan di wilayah RW 09, Wijaya menyebut uang THR belum terkumpul sepenuhnya.

Menyadari adanya keresahan di kalangan pengusaha dan warga, Wijaya berjanji akan segera mengevaluasi sistem pengajuan THR tersebut.

“Nanti kalau memang kayak begini caranya menurut perusahaan itu terlalu banyak, ya mungkin kita nanti coba berusaha dirapiin. Ya misalnya jadi satu. Bisa juga saya langsung komunikasi sama perusahaan,” tutup Wijaya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Pariwisata Tengah Giat Mendorong Pengakuan Dunia akan Nasi Padang Melalui UNESCO Creative Cities Network

    Menteri Pariwisata Tengah Giat Mendorong Pengakuan Dunia akan Nasi Padang Melalui UNESCO Creative Cities Network

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Siapa yang tidak suka nasi padang? Perpaduan antara kare, gulai rendang dan menu selalu siap menggoyang lidah masyarakat Indonesia,Dari tanah minang itu tercipta sajian yang selalu dicari dan nantikan kehadirannya, ada kabar baik untuk pecinta nasi padang karena kini pemerintah melalui Kementerian pariwisata tengah mendorong dorong agar Nasi Padang dapat ditetapkan sebagai warisan […]

  • Komisi VIII DPR RI Ragukan Skema Tiket Haji 2026

    Komisi VIII DPR RI Ragukan Skema Tiket Haji 2026

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang menanggapi wacana yang diajukan Kementrian Haji tersebut, dirinya secara khusus mengkhawatirkan skema tersebut. Ia khawatir skema tersebut justru menimbulkan kecemburuan sosial dan menguntungkan masyarakat yang memiliki kemampuan finansial. Skema war ticket haji juga dipandang akan mempersempit akses bagi calon jemaah asal Indonesia yang tidak memiliki kemampuan finansial […]

  • Parah! Seorang Mahasiswi di NTT Korban Pelecehan Seksual Dosennya, Polisi Ungkap Modus Tugas Kuliah

    Parah! Seorang Mahasiswi di NTT Korban Pelecehan Seksual Dosennya, Polisi Ungkap Modus Tugas Kuliah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kasus pelecehan seksual kembali mencuat ke publik, kali ini dilakukan seorang dosen kepada mahasiswinya dengan modus pemberian tugas kuliah. Dosen Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) berinisial RAL dilaporkan ke polisi atas dugaaan pelecehan terhadap mahasiswi, JMS (20). Dugaan pelecehan seksual itu terjadi di rumah RAL di Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara […]

  • Tolak Berdamai Dengan AS, Iran Tak Hadiri Perundingan

    Tolak Berdamai Dengan AS, Iran Tak Hadiri Perundingan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ketegangan politik meningkat usai gencatan senjata yang terjadi di timur tengah kembali terjadi hal ini terlihat ketika Iran menolak menghadiri perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan. Militer Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata melalui blokade laut dan penyitaan kapal sehingga memperburuk situasi diplomatik. Teheran menilai langkah-langkah Washington sebagai pelanggaran kesepakatan […]

  • Komisi XIII DPR RI Gelar RDPU Bersama PERCA INDONESIA dan KPAI

    Komisi XIII DPR RI Gelar RDPU Bersama PERCA INDONESIA dan KPAI

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Komisi XIII DPR RI telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Perdata Internasional (RUU HPI) DPR RI terus memperdalam pembahasan terkait perlindungan perempuan dan kepastian hukum dalam perkara lintas negara. Khususnya dalam kasus perkawinan campur antara warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA). Pansus tersebut telah menggelar Rapat Dengar […]

  • PSG Back To Back Juara Liga Champions 2025/2026, Ketenangan Eksekusi Penalti adalah Kunci

    PSG Back To Back Juara Liga Champions 2025/2026, Ketenangan Eksekusi Penalti adalah Kunci

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Laga Paris Saint-Germain kontra Arsenal di Final Liga Champions musim 2025/2026 diprediksi akan menyajikan pertandingan yang sengit. Pasalnya kedua klub besar Eropa itu tengah berada di tren positif usai menjuarai liga 1 di negaranya masing-masing. Paris Saint-Germain (PSG) mencetak sejarah dengan menjadi juara Liga Champions yang keduanya setelah musim lalu juga menjuarai kompetisi […]

expand_less