Siaga Penuh! Pemerintah Bergerak Cepat Amankan Jemaah Umrah Terjebak di Jeddah.
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pemerintah mengambil langkah mitigasi pada jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya situasi keamanan regional.
Pihak KUH di Jeddah telah menetapkan pembagian tugas ke dalam tiga tim dengan mekanisme tiga sif, dan disebar di tiga titik bandara untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau penundaan penerbangan.
“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga sif dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, di Jakarta pada Minggu (1/3/2026).
Sejumlah negara tetangga Arab Saudi, antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah, dilaporkan kini menutup ruang udara untuk penerbangan kedatangan dan keberangkatan.
Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada, yang menyesuaikan perkembangan situasi keamanan.
Pemerintah memastikan kondisi di wilayah Arab Saudi tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah langsung bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.
KUH Jeddah telah membuka komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, travel penyelenggara, serta syarikah (mitra travel di Arab Saudi) guna mencari solusi bagi jemaah yang kepulangannya tertunda akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.
KUH pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.
Ilham mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk tetap tenang menghadapi situasi ini. Dia juga meminta WNI untuk senantiasa memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia.
“Di sisi lain, KBRI Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika status keamanan kawasan,” ucapnya.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus memantau dan berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar