Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Heboh! 53 Anak Jadi Korban Kekerasan Fisik dan Verbal di Day Care Yogyakarta

Heboh! 53 Anak Jadi Korban Kekerasan Fisik dan Verbal di Day Care Yogyakarta

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Berbicara Yogyakarta sudah lama dikenal sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia, yang seharusnya mampu memberikan ilmu dan keteladanan yang baik, namun belum lama ini masyarakat Yogyakarta dihebohkan dengan munculnya kekerasan yang dialami 53 anak yang diduga menjadi korban kekerasan fisik dan verbal di daycare Little Aresha di Yogyakarta.

Sejumlah anak bahkan diduga diikat tangan dan kakinya, serta ditidurkan di lantai.

Penyidik Satreskrim Polresta Yogyakarta resmi menaikkan status hukum 13 orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di daycare tersebut berdasarkan gelar perkara intensif pada Sabtu (25/4).

“Kami telah melaksanakan gelar perkara dan menetapkan 13 orang tersangka sementara. Terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh,” kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia.

Peristiwa ini diketahui setelah polisi melakukan penggerebekan pada Jumat (24/2/2026) sore. Eva mengatakan, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari laporan mantan karyawan lembaga tersebut yang menyaksikan praktik pengasuhan non-manusiawi secara langsung.

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi. Ia merasa tidak sesuai hati nurani karena melihat ada yang dianiaya dan ditelantarkan, akhirnya memilih mengundurkan diri dan melapor,” kata Kapolresta Minggu (26/4/2026).

Polresta Yogyakarta mencatat jumlah total anak yang pernah dititipkan di tempat penitipan anak tersebut mencapai 103 anak, dengan 53 di antaranya terverifikasi mengalami kekerasan fisik dan verbal.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizky Adrian mengatakan, rentang usia korban sangat rentan, mulai dari bayi berusia nol hingga tiga bulan sampai balita di bawah usia dua tahun.

Menurut dia, berdasarkan masa kerja pengasuh yang lebih dari satu tahun, tindakan kekerasan ini diduga telah berlangsung lama.

Polisi kini tengah melakukan pemeriksaan maraton terhadap para terlapor. Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan tidak memberikan toleransi bagi pelaku kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, tempat penitipan anak yang digerebek polisi pada Jumat (24/4).

“Setiap bentuk kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi yang tidak dapat ditoleransi,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Erlina Hidayati Sumardi dalam keterangan di Yogyakarta, Sabtu (25/4).

Oleh karena itu, Pemda DIY mendorong agar seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran kekerasan terhadap anak diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan secara transparan, profesional, dan berkeadilan.

“Kami menyampaikan simpati dan empati yang tulus kepada anak-anak yang menjadi korban serta kepada keluarga yang terdampak. Anak adalah amanah yang harus dijaga bersama,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan, DP3AP2 DIY bersama DP3AP2KB Kota Yogyakarta, KPAI Kota Yogyakarta, serta Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK) DIY telah dan akan terus melakukan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban dan dukungan kepada keluarga melalui layanan terpadu.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemulihan korban berjalan optimal dan berkelanjutan. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai 1 Januari 2027, Pencari Kerja di DKI Jakarta Dibebaskan Biaya Angkutan Umum

    Mulai 1 Januari 2027, Pencari Kerja di DKI Jakarta Dibebaskan Biaya Angkutan Umum

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di ibu kota Jakarta turun hingga 3,5 persen. Karena itu, berbagai kebijakan telah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta termasuk menggratiskan angkutan umum bagi para pencari kerja. Hal itu disampaikan Pramono Anung saat membukA Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di […]

  • Kucing-Kucingan di Perbatasan: Upaya Keras Bea Cukai Bendung Arus Masuk Balpres Ilegal

    Kucing-Kucingan di Perbatasan: Upaya Keras Bea Cukai Bendung Arus Masuk Balpres Ilegal

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengakui masuknya balpres ke Indonesia belum sepenuhnya bisa dihentikan, kendati operasi penindakan terus digencarkan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama mengatakan kondisi geografis Indonesia yang luas dengan banyak jalur perbatasan dan perairan menjadi salah satu kendala utama dalam pengawasan. Sejumlah wilayah seperti Selat […]

  • Selamatkan Rp13,2 Triliun Aset Negara, Prabowo Singgung Kenaikan Gaji Guru

    Selamatkan Rp13,2 Triliun Aset Negara, Prabowo Singgung Kenaikan Gaji Guru

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan kekayaan negara yang berhasil diselamatkan dari penertiban kawasan hutan dan pertambangan ilegal harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Prabowo menyebut dana tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari menaikkan gaji guru dan aparatur negara, memperbaiki sekolah dan puskesmas, membangun rumah rakyat, hingga memperbaiki irigasi. Hal itu disampaikan […]

  • Menelusuri Jejak Kaum Pelangi di Bumi Santri, Polisi Cianjur Telusuri Temuan Melalui Grup Medsos

    Menelusuri Jejak Kaum Pelangi di Bumi Santri, Polisi Cianjur Telusuri Temuan Melalui Grup Medsos

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Keberadaan sejumlah grup di media sosial (medsos) yang diduga menjadi wadah komunitas LGBT, dan memuat unggahan berindikasi transaksi seksual menyimpang di Kota Santri tuai sorotan sejumlah pihak, Kamis (27/8). Berdasarkan penelusuran, beberapa grup tersebut masih aktif dan rutin mengunggah status setiap hari. Dalam sejumlah unggahan, anggota grup menggunakan kode-kode tertentu yang diduga dipahami […]

  • HASIL BRI LIGA 1: Sama-Sama Menang Telak, Persebaya dan Malut United Amankan Poin Penuh.

    HASIL BRI LIGA 1: Sama-Sama Menang Telak, Persebaya dan Malut United Amankan Poin Penuh.

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Malut United kembali ke jalur kemenangan setelah menggilas PSBS Biak dengan skor 7-0 pada pekan 30 BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa waktu setempat. Laga pekan ke-30 Super League PSBS Biak vs Malut United harus tertunda karena hujan lebat. Dalam keterangan yang termuat di tayangan langsung PSBS Biak vs Malut United, […]

  • RESMI! Pemerintah RI Tetapkan 1 Syawal 1447 H Pada Sabtu 21 Maret 2026

    RESMI! Pemerintah RI Tetapkan 1 Syawal 1447 H Pada Sabtu 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seperti pada penghujung ramadhan sebelumnya, maka penentuan akhir Ramadhan menjadi pertanyaan menarik mengenai kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah melaksanakan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadhan di sejumlah wilayah di Indonesia. Sidang […]

expand_less