Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Buku Saku 0%: Cetak Biru Pemerintah Menuju Indonesia Bebas Miskin

Buku Saku 0%: Cetak Biru Pemerintah Menuju Indonesia Bebas Miskin

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pemerintah resmi meluncurkan Buku Saku “0%, Penerima Manfaat dan Penerima Kesejahteraan” sebagai upaya memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran. Buku ini juga menjadi panduan ringkas tentang arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi kebijakan untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan, buku saku ini tidak hanya memuat daftar program bantuan, tetapi juga menjadi instrumen transparansi sekaligus panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami hak dan cara mengakses berbagai dukungan pemerintah.

“Peluncuran buku saku ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Presiden Prabowo untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas sekaligus menyampaikan kebijakan secara ringkas dan mudah dipahami. Buku ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai dukungan pemerintah,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Menurut Qodari, buku saku ini merangkum berbagai program bantuan yang terintegrasi dalam satu sistem, sehingga masyarakat dapat mengetahui secara jelas dukungan yang diterima serta mekanisme untuk mengaksesnya.

Pemerintah juga memastikan setiap bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada pihak yang berhak melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Semua bantuan sosial itu sebetulnya dasarnya adalah data. Makanya datanya diperbaiki. Dengan DTSEN, kita memastikan bantuan lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” jelasnya.

Melalui integrasi data tersebut, pemerintah berupaya mengurangi kesalahan penyaluran, baik inclusion error maupun exclusion error, sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi program kesejahteraan. Sistem ini juga memungkinkan pembaruan data secara dinamis melalui integrasi digital dan verifikasi berjenjang dari tingkat desa hingga pusat.

Lebih lanjut, Qodari menegaskan bahwa pendekatan pemerintah tidak lagi bersifat parsial, melainkan holistik dan berkelanjutan. Negara hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat, mulai dari masa kandungan, usia sekolah, usia produktif, hingga lanjut usia.

“Kesejahteraan bukan bantuan sesaat, melainkan dukungan yang berkelanjutan sepanjang hayat. Negara tidak hanya hadir saat rakyat menghadapi kesulitan, tetapi juga memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja secara mandiri, hingga hidup sejahtera di masa tua,” ujarnya.

Buku saku ini juga menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia saat ini yang menunjukkan tren positif. Sebagian besar masyarakat berada dalam kelompok menuju kelas menengah, meski masih terdapat puluhan juta penduduk dalam kondisi rentan miskin dan miskin.

Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga menjaga kelompok rentan agar tidak kembali jatuh ke bawah, sekaligus mendorong kelompok aspiring middle class naik kelas dan memperkuat kelas menengah.

Sebagai panduan praktis, buku ini menyajikan berbagai program lintas sektor, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, yang dirancang secara terintegrasi untuk memutus rantai kemiskinan.

“Buku ini menjawab dua hal mendasar: dukungan apa saja yang diterima masyarakat dari negara, dan bagaimana cara mengaksesnya. Harapannya, tidak ada lagi warga yang berhak tetapi tidak menerima bantuan,” kata Qodari.

Pemerintah menegaskan, peluncuran Buku Saku “0%” merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui pendekatan berbasis data dan integrasi program, pemerintah optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia vs Saint Kitts & Nevis Unggul 4 Gol Tanpa Balas di FIFA Series 2026

    Indonesia vs Saint Kitts & Nevis Unggul 4 Gol Tanpa Balas di FIFA Series 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 74
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Laga pembuka FIFA Series 2026 tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Jumat (27/3) antara Indonesia melawan Saint Kitts & Nevis pukul 19.00 WIB. Tim asuhan John Herdman tersebut cukup diunngulkan sebab diatas kertas jarak peringkat FIFA bagi kedua negara terpaut cukup jauh. Debut Herdman bersama Timnas Indonesia akan menjadi tolok […]

  • Rupiah Tembus Rp18.000, Ini Wejangan Presiden RI Ke-6 SBY Untuk Presiden Prabowo

    Rupiah Tembus Rp18.000, Ini Wejangan Presiden RI Ke-6 SBY Untuk Presiden Prabowo

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nilai tukar rupiah pada Kamis sudah menyentuh Rp18.000 per dolar AS, rekor paling buruk dalam sejarah republik. Sementara IHSG turun nyaris 2 persen ke 5.826. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menguraikan pentingnya menjaga kepercayaan publik dalam menghadapi ketidakpastian global seperti sekarang. Pesan itu disampaikan SBY saat perekonomian Indonesia sedang menghadapi badai dari segala arah, […]

  • Enam Tahun Berjuang Melawan Sakit, Kini Vidi Aldiano Tutup Usia

    Enam Tahun Berjuang Melawan Sakit, Kini Vidi Aldiano Tutup Usia

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 68
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Innalillahi Wa Inailihi Rajiun Kabar duka datang dari dunia musik tanah air, Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3) pukul 16:33 WIB dikabarkan telah menghembuskan nafas terakhirnya di usia ke-35 tahun. Kabar duka ini langsung diumumkan secara resmi oleh anggota keluarganya. “Telah wafat anak saya, OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat di dampingi seluruh […]

  • Produksi Baja Nasional Terganggu Imbas Krakatau Steel Kebakaran

    Produksi Baja Nasional Terganggu Imbas Krakatau Steel Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan kejadian force majeure pada fasilitas produksi baja miliknya. Kondisi ini terkait kebakaran di area produksi pabrik baja perseroan. Dikutip dari Keterbukaan Informasi, KRAS mengakui kebakaran terjadi pada area produksi Continous Tandem Cold Mill (CTCM) di pabrik Cold Rolling Mill (CRM). Kebakaran itu terjadi pada tanggal 19 […]

  • Gelombang Masyarakat Peduli MBG Sambangi Gedung DPRD Cianjur, Suarakan Dukungan Pada Program Unggulan Presiden Tersebut

    Gelombang Masyarakat Peduli MBG Sambangi Gedung DPRD Cianjur, Suarakan Dukungan Pada Program Unggulan Presiden Tersebut

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ditengah penghentian sementara dan dalam proses evaluasi dari program unggulan Presiden Prabowo,munculnya Pro dan kontra terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Aksi unjuk rasa dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Cianjur Peduli Program Makan Bergizi Gratis berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur dan dilanjutkan menuju Pendopo Cianjur, Kamis (25/6/2026). Massa aksi menyampaikan aspirasi […]

  • Naiknya Harga Plastik Jadi Ancaman Perekonomian Rakyat Pemerintah Tengah Mencari Sumber Alternatif Untuk Pasokan Bahan Baku Plastik

    Naiknya Harga Plastik Jadi Ancaman Perekonomian Rakyat Pemerintah Tengah Mencari Sumber Alternatif Untuk Pasokan Bahan Baku Plastik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga plastik di Indonesia merangkak kenaikan. Seretnya pasokan bahan baku plastik global karena perang di Iran diduga menjadi penyebabnya. Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menjelaskan, Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik, khususnya naphta, dari kawasan Timur Tengah. “Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita […]

expand_less