Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Adanya Motif Politik

Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Adanya Motif Politik

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS- Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) 2012-2016 Adrianus Meliala menduga kuat penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo (LSP) bukan untuk kepentingan negara.

“Kuat dugaan, penyadapan tersebut bukan untuk kepentingan negara atau kepentingan Polri, tetapi untuk kepentingan pihak lain,” kata Adrianus, Rabu (11/4/2026).

Ia pun mempertanyakan tujuan pimpinan Polri ketika itu mau menyadap untuk kepentingan pihak lain.

Namun demikian, Adrianus menduga peristiwa ini terjadi karena Polri di bawah kepemimpinan Listyo yang berpolitik.

“Tentu keputusan menersangkakan LSP ini tidak ada yang menyangka. Namun, mengingat hal ini benar-benar terjadi, kelihatannya masih dapat dimengerti dalam konteks politicking tersebut. Siapa bermain politik, harus siap dengan implikasi politik pula,” ucapnya.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) tersebut penyadapan dilakukan karena ada utang budi politik.

“Saya kira pendekatan pangkat juga menentukan siapa yang paling bersalah. Yang pangkatnya paling tinggi tentu bisa diduga yang menjadi intellectuelle dader dan sekaligus paling punya motif dan sekaligus intensi/tujuan,” ujarnya.

“Makanya, kalau setelah ini masih ada lagi yang jadi tersangka, kemungkinan hanya jajaran pelaksana saja,” katanya menambahkan.

Sebelumnya Polri menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka.

Bukan hanya itu, polisi telah menetapkan tersangka dua orang lainnya, yakni Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

“Terhadap para tersangka tersebut diduga melakukan penyadapan tanpa prosedural terhadap Presiden RI, pejabat negara tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin.

Pada periode 2025-2026, para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa mengikuti prosedur yang diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penyadapan pada Pusat Pemantauan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui proses verifikasi.

Nomor-nomor tersebut kemudian disadap tanpa berkaitan dengan proses penegakan hukum, baik penyelidikan maupun penyidikan.

“Pada sekitar Oktober 2026, tersangka memerintahkan untuk penghapusan file hasil sadapan pada komputer sistem LIMS tersebut,” jelas Asep.

Petugas yang mengetahui dugaan penyadapan tanpa prosedur dan penghapusan file hasil sadapan itu kemudian membuat laporan polisi pada 30 Oktober 2026.

Penyadapan yang diduga dilakukan tanpa prosedur itu tidak hanya menyasar nomor telepon Presiden Prabowo Subianto.

Asep menyebut, sejumlah nomor telepon milik pejabat negara, tokoh politik, awak media, tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pengusaha juga diduga menjadi sasaran penyadapan.

“Terhadap para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau illegal tapping terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, kemudian media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha,” ucap Asep.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai keluhan sulit mendapatkan ojek online (ojol) pada waktu-waktu tertentu dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Deddy, fenomena itu salah satunya terkait pilihan tarif dari pengguna yang tidak selalu menarik bagi pengemudi. “Misalnya banyak konsumen memilih tarif hemat sehingga tidak diambil oleh driver ojol,” kata Deddy Jumat (13/3)). […]

  • RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 103
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tewasnya pelajar SMP NS (12) di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kini memasuki babak baru setelah ibu kandung korban Lisnawati resmi melaporkan mantan suaminya Anwar Satibi ke pihak yang berwajib. Menurut pengakuan Lisnawati, sosok Anwar Satibi merupakan suami yang tempramental sebelum berpisah dirinya sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Temperamental, sering dipukul […]

  • Pemerintah Siapkan Skema Alih Fungsi Lahan, Zulhas: Wajib Ganti 3 Kali Lipat Jika Sudah Terlanjur Terganti

    Pemerintah Siapkan Skema Alih Fungsi Lahan, Zulhas: Wajib Ganti 3 Kali Lipat Jika Sudah Terlanjur Terganti

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggelar rapat koordinasi di Jakarta. Ia menyampaikan aturan teknis ini nantinya memfokuskan pada penanganan lahan sawah yang sudah telanjur beralih fungsi. Menurut Zulhas sapaan akrabnya, aturan tersebut akan menjadi turunan dari Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang menggantikan Perpres […]

  • Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026 Usai Tepisan Emil Audero Tundukkan Mimpi  Thailand

    Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026 Usai Tepisan Emil Audero Tundukkan Mimpi Thailand

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indonesia kalahkan Thailand dalam drama adu penalti di Final FIFA ASEAN Cup 2026. Berimbang 2-2 dalam 120 menit, Garuda menang dan juara. Pertandingan dengan intensitas tinggi itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (5/10/2026), Indonesia dan Thailand sama kuat dalam 90 menit. Gol Dean James dibalas Sanron Iklas di akhir […]

  • Jalan Lenteng Agung Amblas, Warga Dipaksa Menggunakan Satu Jalan

    Jalan Lenteng Agung Amblas, Warga Dipaksa Menggunakan Satu Jalan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Akibat jalan amblas berdampak pada di sekitar bus stop TransJakarta SMAN 109 Jakarta telah terjadi kemacetan tidak terhindarkan terjadi di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejak pukul 09.00 WIB, terlihat jalanan padat merayap dari Jalan Lontar menuju Lenteng Agung Raya arah Depok atau Universitas Indonesia (UI). Sejumlah pengguna motor nampak menyalip […]

  • veda-moto3-spanyol

    Hasil Kualifikasi Moto3 2026 Spanyol: Veda Finis Posisi ke-17

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama mendapat hasil yang kurang menyenangkan dalam lanjutan seri Moto3 2026, hal itu terlihat pembalap itu belum mampu menembus grid terdepan dalam kualifikasi Moto3 Spanyol 2026. Kualifikasi Moto3 Spanyol digelar di Sirkuit Jerez. Sesi dimulai Sabtu (25/4/2026) petang hari WIB dan hasil yang didapat Veda harus finis di urutan […]

expand_less