Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemerintah Keluarkan Kebijakan WFH 1 Hari Tiap Pekan Untuk ASN dan Swasta serta Percepatan Elektrifikasi Sektor Strategis

Pemerintah Keluarkan Kebijakan WFH 1 Hari Tiap Pekan Untuk ASN dan Swasta serta Percepatan Elektrifikasi Sektor Strategis

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pemerintah kini tengah mempersiapkan skema kerja secara fleksibel berupa bekerja dari rumah (WFH).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WFH akan diberlakukan selama satu hari dari lima hari kerja. Skema ini akan berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga swasta.

Hal ini sehubungan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia dampak dari perang Iran. Hal tersebut yang akhirnya

“Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi waktu kerja,” kata Airlangga usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3).

Airlangga mengatakan, Prabowo sudah memberikan respons positif atas rencana WFH. Ini karena akan ada penghematan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak seperlima dari konsumsi yang biasa dikeluarkan masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta anak buahnya di kabinet untuk menyiapkan langkah taktis dalam menghemat konsumsi BBM, langkah tersebut diambil untuk merespons dampak dari Perang Iran kepada harga energi.

Prabowo juga menyinggung beberapa kebijakan di negara lain untuk menekan konsumsi BBM.
Dirinya mengatakan, Pakistan telah menetapkan WFH hingga memotong gaji pejabatnya sebagai dampak kenaikan harga BBM.

“Pengurangan hari kerja juga harus kita pertimbangkan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat lalu.

Presiden Prabowo Subianto juga telah memerintahkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk melakukan kajian percepatan elektrifikasi di sejumlah sektor strategis.

Kajian akan meliputi kendaraan bermotor hingga kompor rumah tangga. Langkah tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) dan mendorong efisiensi energi.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan, proyek percepatan elektifikasi ini mencakup konversi motor BBM ke kendaraan listrik, penggantian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga listrik (PLTS), serta penggunaan kompor listrik di rumah tangga.

“Kami diminta mengkaji elektifikasi kendaraan listrik, pembangkit listrik yang berasar dari diesel dan yang ketiga kompor listrik. Semua ini kami diminta mengkaji,” kata Brian di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (19/3).

Brian diminta menggerakkan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk melakukan kajian secara cepat dan komprehensif.

Kajian tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat langsung diimplementasikan oleh kementerian teknis terkait, terutama dalam upaya penghematan konsumsi BBM hingga liquefied petroleum gas (LPG).

Mantan Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, fokus elektrifikasi diarahkan pada tiga sektor utama.

Pertama, pengembangan kendaraan listrik, khususnya sepeda motor dan kendaraan berkapasitas mesin kecil yang dinilai memiliki potensi besar dalam menekan konsumsi BBM impor.

Kedua, percepatan penggantian pembangkit listrik berbasis diesel dengan pembangkit energi terbarukan seperti PLTS.

Ketiga, perluasan penggunaan kompor listrik sebagai alternatif pengganti LPG di sektor rumah tangga.

Kajian ini melibatkan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Pemerintah menargetkan hasil kajian tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan mulai direkomendasikan kepada kementerian teknis paling lambat April mendatang.

“Teman-teman sudah mulai berjalan di perguruan tinggi. Mungkin dalam waktu cepat kami bisa rekomendasikan atau kajian itu bisa diserahkan kepada kementerian teknis,” ujar Brian.

Brian mengatakan bahwa pemerintah masih menghitung proyeksi penghematan dari program elektrifikasi ini. Dari aspek konversi PLTD ke PLTS diperkirakan dapat menghasilkan penghematan sekitar Rp 25 triliun dari sisi konsumsi solar.

Angka tersebut belum termasuk tambahan efisiensi yang berpotensi diperoleh dari konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke motor listrik serta peralihan penggunaan kompor LPG ke kompor listrik.

“Belum lagi kalau motor listrik dan kompor listrik ini diganti, itu juga sangat besar,” pungkas Brian. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rangkaian Kontroversi Dadan Hindayana di Program MBG dan Kekayaan Eks Kepala BGN Tersebut Dalam LHKPN

    Rangkaian Kontroversi Dadan Hindayana di Program MBG dan Kekayaan Eks Kepala BGN Tersebut Dalam LHKPN

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk menaikan angka kecukupan gizi (AKG) bagi anak-anak Indonesia dan ibu hamil serta penerima manfaat lainnya, sehingga dalam salah satu cara yang dilakukannnya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG. Namun, sayangnya seiring perjalanan selama kurang lebih 1,5 tahun ini ternyata ditemukan banyak kejanggalan dan probelamatik di dalam pelaksaanaannya. Hingga […]

  • Guna Perkuat Perlindungan Hak Pekerja, Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Outsourcing

    Guna Perkuat Perlindungan Hak Pekerja, Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Outsourcing

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Di tengah upaya melindungi dan memastikan memastikan praktik alih daya berjalan lebih adil tentang hak pekerja di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah membatasi jenis pekerjaan alih daya (outsourcing) yang hanya boleh diisi pada bidang tertentu. Selain itu Permenaker ini juga mengatur sanksi bagi perusahaan pemberi kerja maupun perusahaan alih daya yang tidak […]

  • Pelatih Timnas Indonesia Optimis Raih Hasil Positif di FIFA ASEAN Cup 2026, John: Saya sudah tidak sabar untuk kembali menghadapi Singapura

    Pelatih Timnas Indonesia Optimis Raih Hasil Positif di FIFA ASEAN Cup 2026, John: Saya sudah tidak sabar untuk kembali menghadapi Singapura

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026 tidak lantas membuat John Herdman selaku pelatih kehilangan optimisme. Arsitek asal Inggris itu membidik FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia yang akan digelar pada September hingga Oktober tahun ini. Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 […]

  • Ahli Kajian Antikorupsi Sebut Pengajuan Justice Collaborator Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Memiliki Syarat Khusus

    Ahli Kajian Antikorupsi Sebut Pengajuan Justice Collaborator Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Memiliki Syarat Khusus

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perkembangan kasus korupsi mark-up di program makan bergizi gratis memasuki babak baru. Belum lama ini tersangka dugaan korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sony Sonjaya tengah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Zaenur Rohman menilai status JC tersebut tidak dapat diberikan secara […]

  • PERTAMINA Naikkan Harga BBM Varian Pertamax, Dex dan Solar Per 1 Maret 2026

    PERTAMINA Naikkan Harga BBM Varian Pertamax, Dex dan Solar Per 1 Maret 2026

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Badan usaha pemasok Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia, malam ini, Sabtu (28/2/2026). Penyesuaian harga tersebut berlaku mulai 1 Maret 2026. Berdasarkan laman resmi Pertamina, Minggu, 1 Maret 2026, penyesuaian harga ini mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang […]

  • Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi 7.6 M, Ada Tsunami Kecil di Halmahera Barat Ini Penjelasan BMKG

    Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi 7.6 M, Ada Tsunami Kecil di Halmahera Barat Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 37
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Masyarakat yang berada di Sulawesi Utara diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaannya mengingat pada Kamis (2/4) telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan gelombang 7,6 M dan berpotensi Tsunami. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan analisis terkait gempa magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Gempa tersebut tergolong gempa dangkal. […]

expand_less