Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,36% ke level 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10).

Penguatan indeks ditopang sejumlah saham seperti BYAN yang naik 4,26%, BBCA 1,23%, dan BBRI 1,30%. Di sisi lain, DCII turun 3,14%, CASA melemah 3,49%, dan GOTO terkoreksi 3,33%.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp123,10 miliar di pasar reguler dan Rp115,72 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor saham, sebanyak 10 sektor berakhir di zona hijau. Sektor Property mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,31%, sedangkan sektor Technology menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 1,33%.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) juga ditutup menguat. Dow Jones naik 0,18% ke level 51.267, S&P 500 menguat 0,66% ke 7.773, sementara Nasdaq naik 1,05% ke 27.477.

Ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed yang lebih dovish setelah rilis data tenaga kerja AS yang lemah turut menopang pergerakan pasar. ETF EIDO naik 2,05%, sedangkan MSCI Indonesia menguat 1,63%.

Selanjutnya dari sisi aksi korporasi, ada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang memperkuat transformasi bisnis melalui tiga pilar utama, yaitu Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas. Ketiga pilar tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis Chandra Asri Group di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pada segmen Energi & Kimia, perseroan mengembangkan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon menuju tahap operasional. Fasilitas tersebut melengkapi naphtha cracker Cilegon dengan kapasitas ethylene sebesar 0,90 juta metrik ton per tahun.

TPIA juga memiliki sejumlah aset di Singapura, termasuk kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari, naphtha cracker berkapasitas 1,10 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta sekitar 2,50 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong.

Sementara itu, pilar Infrastruktur Terintegrasi mencakup empat bidang, yakni Daya, Air, Kepelabuhanan dan Penyimpanan, serta Logistik. Pilar ini diarahkan untuk mendukung aktivitas industri dan konektivitas regional. Adapun Solusi Mobilitas mencakup jaringan sekitar 60 SPBU ritel Esso serta pengembangan bisnis mobilitas di Singapura dan Malaysia.

Lalu, ada juga PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui LippoLand mempercepat pengembangan hunian dengan kisaran harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar. Pengembangan tersebut didukung backlog kepemilikan rumah nasional yang mencapai sekitar 9 juta keluarga.

Segmen tersebut menjadi salah satu fokus pengembangan perseroan, meski persaingannya cukup ketat. Karena itu, kompetisi di segmen ini tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga desain, kualitas, serta skema pembiayaan.

Salah satu produk yang disiapkan adalah Brentwood Villas, hunian dua hingga tiga lantai yang ditujukan untuk keluarga multigenerasi. Produk tersebut akan diperkenalkan di tujuh lokasi dan melengkapi portofolio LippoLand, mulai dari segmen essential, affordable, premium, hingga ultra luxury.

Strategi tersebut tercermin dari capaian pra-penjualan FY2025 yang mencapai Rp5,32 triliun dari 6.047 unit.

Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) menetapkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp98 per saham, dengan total nilai mencapai Rp3,90 triliun.

Keputusan tersebut dilakukan setelah perseroan mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp12,53 triliun pada 1H26. Angka tersebut turun 19,22% secara tahunan, seiring melemahnya kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat.

Dividen interim Rp98 per saham tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 31,09% terhadap laba bersih 1H26. Pada perdagangan Senin (5/10), saham ASII ditutup di level Rp4.750 per saham, dengan dividend yield berdasarkan dividen interim sebesar 2,06%.

Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 12 Oktober 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya 3 Prajurit Perdamaian TNI Akibat Serangan Israel di Lebanon

    Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya 3 Prajurit Perdamaian TNI Akibat Serangan Israel di Lebanon

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 52
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Gugurnya 3 prajurit perdamaian TNI akibat serangan Israel di Lebanon Selatan, minggu lalu menyisakan duka yang mendalam, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Presiden Prabowo menyatakan belasungkawa kepada keluarga para prajurit serta memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan dalam menjalankan […]

  • Kemenag Ungkap Alasan Pengurangan Insentif Guru PAI

    Kemenag Ungkap Alasan Pengurangan Insentif Guru PAI

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 60
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kementerian Agama (Kemenag) mengungkap alasan mengapa penerima bantuan insentif guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tahap kedua berkurang yakni sebanyak 3.102 guru. Menurut Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir jumlah guru PAI penerima bantuan tahap kedua lebih sedikit dibanding tahap pertama karena sejumlah alasan. Alasan tersebut antara lain sudah lolos sertifikasi guru sehingga […]

  • Pemerintah Menyatakan Indonesia Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka

    Pemerintah Menyatakan Indonesia Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 52
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah melalui Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah menyatakan, Indonesia tidak akan memberlakukan tarif di Selat Malaka karena hal itu tidak sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Hal itu disampaikannya dalam wawancara singkat di Jakarta, Kamis, saat merespons pertanyaan wartawan terkait apakah Indonesia akan memberlakukan pengenaan tarif di Selat Malaka. Sugiono […]

  • Kepala Bakom Menanggapi Keputusan MK Dalam Sidang Gibran, Syahganda: Pemerintah tidak melakukan upaya intervensi hukum kepada pihak Yudikatif

    Kepala Bakom Menanggapi Keputusan MK Dalam Sidang Gibran, Syahganda: Pemerintah tidak melakukan upaya intervensi hukum kepada pihak Yudikatif

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan menyebut pemerintah menunggu sikap lembaga selain eksekutif dalam menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres di Pilpres 2024. “Tentunya amar putusan MK harus disikapi lembaga negara lainnya di luar eksekutif. Pemerintah menunggu,” kata Syahganda lewat pesan singkat, Rabu (7/10). Selain […]

  • Gus Ipul Minta Jajaran Kemensos Jadi Agen Perlinsos dan Utamakan Efisiensi

    Gus Ipul Minta Jajaran Kemensos Jadi Agen Perlinsos dan Utamakan Efisiensi

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mewajibkan seluruh jajaran Kemensos menjadi Agen Perlinsos Digital. Ia juga menekankan efisiensi anggaran dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Dinas di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (12/10). “Karena kita menggelorakan orang lain untuk jadi Agen Perlinsos, maka kami ingin seluruh jajaran […]

  • Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 53
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai keluhan sulit mendapatkan ojek online (ojol) pada waktu-waktu tertentu dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Deddy, fenomena itu salah satunya terkait pilihan tarif dari pengguna yang tidak selalu menarik bagi pengemudi. “Misalnya banyak konsumen memilih tarif hemat sehingga tidak diambil oleh driver ojol,” kata Deddy Jumat (13/3)). […]

expand_less