Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Tragedi Laka Lantas di Samolo Cianjur: Ketika Jargon Rumah Sakit Terbaik Dipertanyakan

Tragedi Laka Lantas di Samolo Cianjur: Ketika Jargon Rumah Sakit Terbaik Dipertanyakan

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Belum reda dari ramainya pemberitaan kebusukan di Rumah Sakit (RS) Edelweiss Cianjur pada pekan lalu Minggu (6/9) dalam lomba bayi, dengan tema Edelweiss Baby Race yang sarat akan cacat keadilan.

Kebusukan terbaru pun kembali terulang, tepatnya pada Minggu (13/9) malam, Atikah (31) warga Kecamatan Cugenang, Cianjur mengalami kecelakaan sekitar pukul 21.30 WIB.

Dalam kondisi tak sadarkan diri, Atikah dibawa ke RS Edelweiss Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis. Umar Saripudin (32) suami dari Atikah sempat kebingungan ketika berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Edelweiss Cianjur. Pasalnya, korban yang seharusnya diatasi segera, malah dibiarkan tanpa ada penanganan sama sekali.

Bukannya mendapatkan pelayanan yang baik, salah satu staff IGD RS Edelweiss Cianjur Umar diarahkan untuk mencari rumah sakit lain dalam kondisi korban meringis menahan sakit.

Suami korban, Umar Saripudin (32), mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan, kedatangannya ke rumah sakit semata-mata untuk meminta pertolongan bagi istrinya yang baru saja mengalami kecelakaan.

“Saya datang membawa istri yang menjadi korban kecelakaan. Kami datang ke rumah sakit itu untuk meminta pertolongan, bukan untuk meminta yang lain. Tapi kami malah mendapat jawaban bahwa cakupan untuk melayani pasien sudah penuh,” tegasnya.

Bahkan, kebusukan RS Edelweiss Cianjur semakin tertera. Lantaran pasien yang berada di dalam kendaraan tidak benar-benar ditanyakan kondisinya, dan diabaikan meringis kesakitan.

“Korban masih di dalam mobil, tetapi menurut saya tidak ada yang benar-benar menanyakan bagaimana kondisinya. Saya membawa orang yang kecelakaan dan membutuhkan pertolongan medis. Jangan sampai korban dalam kondisi seperti itu justru terkesan diabaikan,” ungkapnya.

Umar menuturkan, dirinya diarahkan untuk ke rumah sakit lain dengan dalih IGD RS Edelweiss Cianjur penuh. Kekhawatiran Umar terhadap kondisi istrinya tidak tega.

“Kami malah diarahkan ke rumah sakit lain. Katanya karena penuh. Saat itu saya bingung harus bagaimana. Istri saya baru saja kecelakaan dan membutuhkan pemeriksaan secepatnya. Saya khawatir terjadi hal-hal lain kalau terlalu lama menunggu,” paparnya.

Tidak ingin menunggu lama, Umar akhirnya mengambil keputusan membawa istrinya ke RS Dr Hafidz Cianjur agar mendapatkan penanganan yang maksimal.

“Daripada menunggu lebih lama, saya langsung bawa istri ke RS Dr Hafidz. Alhamdulillah, di sana langsung ditangani dan diperiksa,” ujarnya.

Setibanya di RS Dr Hafidz, korban disebut langsung mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi korban setelah mengalami kecelakaan.

Menurut Umar, korban menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk pemeriksaan radiologi dan X-ray. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui terdapat patah tulang pada bagian bahu.

“Di RS Dr Hafidz langsung ditindaklanjuti. Diperiksa, dilakukan pemeriksaan radiologi, USG dan X-ray. Dari hasil pemeriksaan diketahui ada patah tulang di bagian bahu. Kami bersyukur akhirnya istri saya mendapat pertolongan,” katanya.

Bagi Umar, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai kondisi IGD yang penuh. Menurutnya, keluarga korban membutuhkan kepastian mengenai tindakan medis yang harus dilakukan terhadap korban kecelakaan.

“Kami hanya ingin istri saya ditolong. Kalau memang IGD penuh, seharusnya ada solusi atau penanganan yang jelas untuk pasien kecelakaan. Jangan sampai korban yang sedang kesakitan malah harus mencari-cari rumah sakit lain dalam kondisi seperti itu,” tegasnya.

Umar berharap kejadian yang dialaminya tidak terjadi kepada korban kecelakaan lainnya. Ia meminta agar pasien dalam kondisi darurat mendapatkan kepastian mengenai penanganan medis yang harus dilakukan.

“Jangan sampai ada korban lain mengalami hal yang sama. Mereka datang ke rumah sakit karena membutuhkan pertolongan. Yang dibutuhkan saat itu adalah tindakan dan kepastian,” imbuhnya.

Pihak RS Edelweiss Cianjur Sebut Kondisi Minggu Malam Ruang IGD Dalam Keadaan Ramai

Kadiv Marketing dan Relasi Pelanggan Rumah Sakit Edelweiss Cianjur, Gusramdhani Rezka Putra menjelaskan, bahwa kondisi IGD pada Minggu malam tengah ramai.

“Namun saat diminta menunggu proses untuk pemindahan ke dalam ruang IGD, keluarga pasien menolak menunggu dan segera pindah ke rumah sakit lain,” terangnya.

Pihak RS Edelweiss Cianjur berdalih, pasien dalam kondisi darurat langsung ditangani dengan menjemput bola, serta mengecek kondisi saat pasien berada di kendaraan.

RS Edelweiss Dinilai Cacat Prosedur Pelayanan

Seperti diketahui, secara regulasi pihak rumah sakit wajib menerima dan merespon pasien dalam kurun waktu kurang dari lima menit sejak pasien tiba di rumah sakit.

Regulasi tersebut merupakan prosedur rumah sakit dalam penanganan kecelakaan lalu lintas (KLL), diatur ketat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang berfokus pada Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGT) dan regulasi kegawatdaruratan medis.

Regulasi tersebut merupakan prosedur rumah sakit dalam penanganan kecelakaan lalu lintas (KLL), diatur ketat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang berfokus pada Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGT) dan regulasi kegawatdaruratan medis.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Kedaruratan tertuang dalam empat poin untuk melakukan pemeriksaan kondisi pasien KLL. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Fenomena Lagu Mas Bahlil Ganteng, Antara Sindiran atau Candaan Terhadap Menteri ESDM

    Heboh Fenomena Lagu Mas Bahlil Ganteng, Antara Sindiran atau Candaan Terhadap Menteri ESDM

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 82
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan lagu dengan berbasis Artificial Intelegence (Ai) yang turut membawa nama menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dengan alunan musik jazz yang cukup ramah sehingga mudah diterima masyakarat dari berragam usia, liriknya yang sederhana dan menggelitik, lagu tersebut terbukti dengan mudah menjadi tren di tengah masyarakat, […]

  • Presiden Siapkan Pengganti Pembangkit BBM, Prabowo: Tidak boleh ada lagi pembangkit Listrik menggunakan Diesel

    Presiden Siapkan Pengganti Pembangkit BBM, Prabowo: Tidak boleh ada lagi pembangkit Listrik menggunakan Diesel

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Indonesia tidak akan lagi melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan. Hal ini menyusul rencana ditutupnya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menyumbang 20% dari impor BBM secara nasional. Sebagai gantinya, pemerintah bakal mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kemudian, melakukan […]

  • Perusahaan Jepang ‘Log Out’ dari Otomotif RI, Nasib Ribuan Buruh Kini Terancam

    Perusahaan Jepang ‘Log Out’ dari Otomotif RI, Nasib Ribuan Buruh Kini Terancam

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkap adanya potensi ancaman terhadap ribuan pekerja di dua perusahaan komponen otomotif di Jawa Timur. Menurut Said, temuan tersebut diperoleh dari hasil pemantauan yang dilakukan di Pasuruan dan Mojokerto sebagai bagian dari upaya mitigasi pemerintah […]

  • Kecaman Keras PBB Terhadap Serangan Israel ke Markas Perdamaian di Lebanon

    Kecaman Keras PBB Terhadap Serangan Israel ke Markas Perdamaian di Lebanon

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 61
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia datang dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan ada dua lagi prajurit TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) gugur. PBB menyebutkan dua prajurit TNI itu gugur dalam sebuah ledakan di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan. “Ini adalah dua insiden […]

  • Kepala BGN: 2.080 Petugas SPPG Sudah Diangkat PPPK

    Kepala BGN: 2.080 Petugas SPPG Sudah Diangkat PPPK

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan secara rinci status kepegawaian di lingkungan Badan Gizi Nasional, khususnya yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dadan menyampaikan, terdapat tiga komponen pegawai Badan Gizi Nasional yang ditempatkan di setiap SPPG. Untuk tahap pertama, BGN telah melakukan rekrutmen dan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian […]

  • Hormuz Konflik, RI Bisa Impor Minyak Saudi via Selat Merah

    Hormuz Konflik, RI Bisa Impor Minyak Saudi via Selat Merah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 65
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pakar industri migas, Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Moshe Rizal memandang Indonesia tetap dapat mengimpor minyak mentah dan bahan bakar mineral (BBM) dari Arab Saudi meskipun jalur perdagangan migas dari Timur Tengah di Selat Hormuz ditutup. Alasannya, Arab Saudi sudah mulai merelokasi pelabuhannya ke wilayah Laut Merah, sehingga kapal tanker yang […]

expand_less