Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » BMKG Ingatkan Waspadai Panas Ekstrem Akibat El Nino dan Krisis Iklim

BMKG Ingatkan Waspadai Panas Ekstrem Akibat El Nino dan Krisis Iklim

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Indonesia pada 2026 lebih lama dan kering daripada rata-rata biasanya. Apalagi saat ini sudah masuk periode El Nino, fenomena kenaikan suhu permukaan laut Samudra Pasifik yang menekan curah hujan, diperkirakan bertahan selama 9 hingga 12 bulan.

El Nino yang bisa membawa pada suhu lebih panas bisa berdampak ke banyak hal. Mulai dari penyakit pernapasan, gangguan produktivitas bagi orang-orang yang bekerja di luar ruangan, gagal panen karena kekeringan, hingga kebakaran hutan. Bahkan, BMKG pun mengingatkan para pengelola sektor energi, yang dalam hal ini pembangkit listrik tenaga air (PLTA), memastikan kecukupan air di bendungan untuk menopang kinerja sarana penyuplai listrik ini.

Menurut Laporan Keadaan Iklim Global WMO 2025, periode 2015-2025 merupakan sepuluh tahun terpanas yang pernah tercatat. Pada 2025, suhu global tercatat 1,43 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan periode praindustri (1850–1900).

El Nino adalah fenomena iklim ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian timur dan tengah naik di atas rata-rata biasanya. Kondisi ini mendorong pergeseran awan konveksi ke Pasifik Timur, sehingga curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung menurun.

Pergeseran pembentukan awan ini menyebabkan Indonesia yang biasanya mendapat pasokan uap air melimpah mengalami penurunan curah hujan. Dampaknya, pada musim kemarau menjadi sangat kering. Kebakaran hutan pun salah satu risiko dari fenomena ini apabila bersamaan dengan musim kemarau.

Namun, perlu diketahui juga, El Nino bukan satu-satunya fenomena yang menyebabkan kekeringan di Indonesia. Selain anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, kondisi di Samudra Hindia melalui fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga berpengaruh terhadap kekeringan.

IOD positif berkaitan dengan penyebab kekeringan di wilayah selatan dan barat Indonesia. IOD positif menyebabkan gerak air laut dari bawah ke permukaan di selatan Jawa lebih kuat. Oleh karena itu, air permukaan laut menjadi lebih dingin. Permukaan laut yang dingin ini mengakibatkan kekurangan uap air dan potensi hujan sehingga mengakibatkan kekeringan di sebelah selatan dan barat Indonesia.

Adapun panas ekstrem merupakan periode ketika suhu berada jauh di atas kondisi biasanya suatu wilayah. Walaupun salah satu bentuk dari panas ekstrem adalah gelombang panas, tetapi fenomena tersebut tidak terjadi di Indonesia.

Menurut BMKG, gelombang panas umumnya terjadi di lintang menengah tinggi akibat udara yang terperangkap. Indonesia berada di wilayah ekuator, yang memiliki variabilitas cuaca yang cepat dan dinamika atmosfer yang berbeda. Biasanya yang terjadi di Indonesia peningkatan suhu harian akibat cuaca dan rendahnya tutupan awan pada siang hari, terutama saat memasuki musim kemarau.

Tetapi, walaupun gelombang panas tidak melanda Indonesia, ada risiko lainnya, yakni serbuan panas (hot spells). Fenomena ini dianggap terjadi apabila suhu rata-rata harian melebihi 27,8 derajat Celsius dan berturut-turut minimal tiga hari. Pemerintah Indonesia pun perlu membuat skenario terburuk serangan panas hingga 2035 berdasarkan indikasi peningkatan suhu global 1,5 Celsius

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti kondisi Bumi ini, sebagaimana kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang memperingatkan bahwa El Nino dapat memperkuat kenaikan suhu global yang dipicu perubahan iklim. Dampaknya akan dirasakan di berbagai belahan dunia. Respons yang efektif adalah aksi iklim dengan mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempercepat peralihan ke energi terbarukan.

Krisis iklim terjadi akibat kenaikan suhu Bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Dampaknya kian terasa dari perubahan pola cuaca global dan regional yang berlangsung makin cepat. Perubahan iklim yang dahulu memerlukan waktu jutaan tahun, kini terjadi hanya dalam beberapa dekade akibat aktivitas manusia, terutama sejak Revolusi Industri. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memandang krisis iklim sebagai salah satu tantangan paling krusial yang dihadapi manusia, karena dampaknya meluas pada ketahanan pangan, kesehatan, energi, sumber daya air, hingga perpindahan penduduk.

El Nino merupakan fenomena alam berulang, yang berbagai risikonya perlu diminimalkan. Ketahanan energi merupakan salah satu hal yang penting selama periode El Nino ini karena cuaca panas meningkatkan kebutuhan pendingin ruangan baik di kantor maupun rumah-rumah. Mengingat sistem kelistrikan Indonesia yang ditopang pembangkit berskala besar, apabila terjadi gangguan akibatnya akan sangat luas, salah satunya pemadaman bergilir.

Menurut Institute for Essential Services Reform (IESR), sistem kelistrikan nasional tidak hanya perlu andal dalam kondisi normal, tetapi juga mampu menghadapi cuaca ekstrem, krisis iklim, perubahan pola permintaan listrik, dan peningkatan bauran energi terbarukan. Indonesia perlu memetakan skenario yang diuji dalam perencanaan sistem kelistrikan nasional. Perencanaan ketenagalistrikan harus memasukkan risiko iklim, cuaca ekstrem, dan kebutuhan fleksibilitas jaringan.

Akhirnya, El Nino terasa makin berat karena dampaknya kini bertemu dengan tantangan sistem energi yang kompleks akibat perubahan iklim. Ketika suhu meningkat, kekeringan makin kuat, dan terjadi cuaca ekstrem, maka risiko terhadap pembangkit maupun jaringan listrik ikut membesar.

Oleh karena itu, ketahanan energi tidak lagi cukup diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, tetapi juga kesanggupan sistem mengantisipasi krisis iklim. Dampak El Nino hanya salah satunya saja. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catat! Inilah Informasi dan Jadwal Lengkap yang Penting untuk Kepulangan Jamaah Haji

    Catat! Inilah Informasi dan Jadwal Lengkap yang Penting untuk Kepulangan Jamaah Haji

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Banyak calon jemaah dan keluarga mulai mencari informasi seputar kapan pulang haji 2026 untuk mempersiapkan penjemputan hingga aktivitas setelah ibadah haji selesai. Mengetahui estimasi kepulangan jemaah menjadi hal penting agar keluarga dapat menyesuaikan agenda dan memastikan proses penjemputan berjalan lancar. Selain itu, jadwal pemulangan haji juga membantu jemaah mempersiapkan kondisi fisik setelah menjalani […]

  • RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tewasnya pelajar SMP NS (12) di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kini memasuki babak baru setelah ibu kandung korban Lisnawati resmi melaporkan mantan suaminya Anwar Satibi ke pihak yang berwajib. Menurut pengakuan Lisnawati, sosok Anwar Satibi merupakan suami yang tempramental sebelum berpisah dirinya sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Temperamental, sering dipukul […]

  • Menurut WHO Satu Virus Campak Beresiko Menular Ke 18 Orang lain

    Menurut WHO Satu Virus Campak Beresiko Menular Ke 18 Orang lain

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kementerian kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyampaikan perkembangan terbaru terkait situasi campal nasional dan global dalam konferensi pers secara daring kamis februari lalu. Langkah tersebut diambil guna mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di beberapa wilayah Indonesia. Data nasional mencatat sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 terkonfirmasi laboratorium dan […]

  • Cek Yuk! Ini Harga Tiket dan Cara ke Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 dengan Transportasi Umum

    Cek Yuk! Ini Harga Tiket dan Cara ke Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 dengan Transportasi Umum

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pekan Raya Jakarta (PRJ) merupakan acara tahunan yang selalu ditunggu-tunggu. Acara ini diadakan setiap tahun untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta. Operasional Pameran: -Senin-Jumat: 15.00-22.00-Sabtu-Minggu: 10.00-22.00 Jakarta Fair Music Concert: -Senin-Kamis: 19.00-22.00-Jumat-Minggu: 19.00-23.00 Ada pilihan 4 tiket masuk yang bisa Beauties pilih dengan harga yang berbeda-beda, yakni sebagai berikut: -Tiket masuk tanpa […]

  • Nyamar Jadi Warga Cianjur, Otak Jaringan Internasional Penyelundup Manusia Ditangkap

    Nyamar Jadi Warga Cianjur, Otak Jaringan Internasional Penyelundup Manusia Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tindak Pidana Penyelundupan manusia (TPPM) yang mengirim warga negara asing (WNA) Tiongkok secara ilegal ke Australia dibongkar Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat. Sindikat ini terbongkar setelah adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas para pelaku di sebuah penginapan. Dalam operasi ini, petugas mengamankan tiga tersangka utama yakni SS, 37, dan XS, 39, asal Tiongkok, serta […]

  • Diduga Efek Kelelahan dan Cuaca Ekstrem 5 Jamaah Haji Asal NTB Meninggal Dunia di Arab Saudi

    Diduga Efek Kelelahan dan Cuaca Ekstrem 5 Jamaah Haji Asal NTB Meninggal Dunia di Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dalam catatan pelaksanaan ibadah haji di tahun 2026, sejauh ini sebanyak lima jemaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin mengatakan, lima jemaah haji NTB wafat sebelum pelaksanaan puncak ibadah […]

expand_less