BGN dan KKP Kolaborasi Optimalkan Pasokan Ikan untuk Program MBG
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi untuk meningkatkan pemanfaatan ikan sebagai sumber protein dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kerja sama tersebut dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BGN dan KKP yang diharapkan segera diimplementasikan. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan menu MBG memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat sekaligus memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di masing-masing daerah.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan kandungan gizi menjadi salah satu perhatian utama dalam penyusunan menu MBG. Menurutnya, setiap makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus memiliki asupan gizi yang memadai.
“Intinya adalah bagaimana kandungan gizi dalam satu ompreng menu makanan yang disediakan bagi penerima manfaat, baik peserta didik maupun nonpeserta didik, yaitu 3B, Busui, Bumil, dan Balita, itu tersaji dengan kandungan gizi yang cukup,” ujar Sudaryono dalam agenda penandatanganan PKS BGN dan KKP di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Dalam kerja sama tersebut, BGN tidak hanya mendorong pemanfaatan ikan yang selama ini menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat di sejumlah daerah. Lembaga tersebut juga ingin meningkatkan penggunaan hasil perikanan tangkap dari laut sebagai bahan pangan untuk menu MBG.
Sudaryono menyebut berbagai jenis ikan, seperti tongkol dan tuna, dapat menjadi alternatif sumber protein dalam penyediaan makanan bergizi.
“Yang kami ingin sebetulnya tidak hanya itu, kami ingin memperlakukan perikanan tangkap di laut juga. Karena kandungan gizinya juga baik, apakah itu tongkol, apakah itu tuna, apakah itu ikan-ikan yang lain,” katanya.
BGN menekankan bahwa implementasi pemanfaatan ikan dalam program MBG perlu mempertimbangkan karakteristik setiap wilayah. Penyediaan makanan tidak harus menggunakan menu yang seragam di seluruh Indonesia.
Menu dapat disesuaikan dengan potensi pangan, ketersediaan bahan baku, serta kebiasaan konsumsi masyarakat setempat. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pemanfaatan bahan pangan lokal lebih optimal sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Selain memperkuat kandungan protein pada menu MBG, kerja sama BGN dan KKP juga berkaitan dengan upaya mendorong gerakan gemar makan ikan.
BGN menyatakan siap menjadi offtaker hasil perikanan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan menu MBG. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menghubungkan kebutuhan pangan dalam program pemerintah dengan potensi produksi perikanan.
“Jadi kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan, kandungan asupan protein yang cukup, itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan. Jadi kami mendukung gerakan gemar makan ikannya Kementerian KKP, kami siap untuk menjadi offtaker dan kemudian memperlakukan ini ke menu-menu ompreng,” ujar Sudaryono.
Melalui sinergi BGN dan KKP, pemanfaatan ikan dalam MBG diharapkan tidak hanya memperkuat variasi sumber protein, tetapi juga membuka ruang bagi pemanfaatan potensi perikanan di berbagai daerah. Implementasi kerja sama selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana hasil perikanan dapat masuk dalam rantai penyediaan pangan Program Makan Bergizi Gratis. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar