Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Menkeu Purbaya Terima Laporan BGN Terkait Skema Efisiensi Program MBG

Menkeu Purbaya Terima Laporan BGN Terkait Skema Efisiensi Program MBG

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Di tengah upaya pemerintah yang berupaya menekan biaya anggaran belanja, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerima laporan Badan Gizi Nasioanal (BGN) terkait upaya efisiensi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil evaluasi menunjukkan potensi penghematan anggaran mencapai puluhan triliun rupiah.

Jumlah hari penyaluran makan bergizi gratis (MBG) rencananya bakal dipangkas imbas dari kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan pemerintah. Hal ini berdasarkan usulan langsung Badan Gizi Nasioanal kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Efisiensi anggaran itu ditujukan untuk menghadapi risiko tekanan ekonomi akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang masih terus berlangsung dan membuat harga serta pasokan energi bergejolak.

Purbaya menjelaskan, efisiensi anggaran MBG itu belum menjadi bagian dari total nilai hasil efisiensi yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto senilai Rp 81 triliun.

“Kan MBG juga akan melakukan beberapa efisiensi,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3)

Purbaya mengatakan, efisiensi penyaluran MBG ini merupakan hasil dari usulan BGN. Efisiensi itu dilakukan dengan memangkas hari penyaluran dari yang selama ini sebanyak 6 hari menjadi hanya 5 hari.

“Sabtu diberhentikan kalau enggak salah. Dia kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang 5 hari, enggak tahu diumumin apa belum, tapi dia ngomong seperti itu,” kata Purbaya.

Menkeu menjelaskan efisiensi dapat dilakukan melalui penyempurnaan skema penyaluran program MBG. Salah satunya dengan menyesuaikan intensitas penyaluran pada periode tertentu agar lebih tepat sasaran dan terukur. Dengan penyesuaian tersebut, pemerintah berpotensi menghemat anggaran hingga sekitar Rp40 triliun. 

Menurut Menkeu, efisiensi ini tetap menjaga manfaat program bagi masyarakat tanpa mengurangi target penerima. Pemerintah menegaskan program MBG tetap menjadi prioritas dengan fokus pada perbaikan sistem agar lebih efisien dan berkelanjutan.

“Waktu rapat antara lain, kepala MBG bilang seperti itu. Saya nggak inget hitungannya, tapi dia bilang kira-kira seperti itu. Yang penting kan ini, ada efisiensi dan masyarakat, anak sekolah masih bisa makan cukup.” kata Menkeu Purbaya.

Purbaya mengatakan, dengan adanya efisiensi satu hari penyaluran itu, anggaran yang dihemat bisa mencapai kisaran Rp 40 triliun. Itu pun kata dia berdasarkan hasil perhitungan BGN.

“Tapi bisa lebih dan bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini. Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi,” tegas Purbaya.

Purbaya menegaskan, efisiensi hari dalam penyaluran MBG ini belum sampai tingkat keputusan resmi, melainkan masih sekedar usulan dari BGN saat rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian.

“Jadi itu belum dihitung yang masuk sekitar Rp 80 triliun. Dia hanya bilang bisa segini, ya udah jalanin aja pak, tapi kira-kira dengan itu saja bantalan kita masih cukup, nanti kalau anda lihat rambut saya berantakan sekali, baru tuh kusut, ada masalah,” ungkapnya.

“Dan itu bukan saya, waktu rapat antara lain Kepala MBG bilang seperti itu, saya enggak ngerti hitungannya, tapi dia bilang kira-kira seperti itu, saya bisa ini, ini, ini, ya sudah kalau gitu, yang penting kan ini ada efisiensi dan anak sekolah masih bisa makan cukup,” tegas Purbaya.

Sebelum mengambil langkah ini, Purbaya mengatakan, BGN akan melapor terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto untuk keputusan akhirnya. Oleh sebab itu, ia belum mau mendetailkan rencana kebijakan ini, karena akan disampaikan langsung oleh pihak BGN.

“Tapi potensi itu ada, kalau kepepet ya itu dijalankan kan dapat Rp 40 triliuna sendiri, kata dia ya, ini dipotong sehari selama setahun, kan anggaran setahun horizon nya,” tutup Purbaya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA,NEWS – Belum menginjak sebulan menduduki jabatan, Ketua Ombudsman  RI Hary Susanto ditangkap Kejaksaan Agung. Hary baru menjabat enam hari. Dia dilantik sebagai Ketua Ombudsman pada 10 April 2026. Hal itu diketahui pada Kamis (16/4/2026) siang. Hary digelandang keluar dari Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung dengan tangan terborgol, mengenakan rompi tahanan. Hary muncul sekitar pukul 11.19 WIB. […]

  • Sah! Mojtaba Khamenei Dinobatkan Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Ia harus mendapatkan persetujuan dari kami

    Sah! Mojtaba Khamenei Dinobatkan Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Ia harus mendapatkan persetujuan dari kami

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Serangan AS-Israel menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang berdampak langsung pada stabilitas negara timur tengah tersebut. Sepekan setelah gugurnya Ali Khamenei pada (28/2) lalu, kini Iran resmi menunjuk dan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu konflik […]

  • Seorang Dokter Muda Meninggal Dunia Akibat Suspek Campak, Kemenkes: Masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

    Seorang Dokter Muda Meninggal Dunia Akibat Suspek Campak, Kemenkes: Masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perkembangan penyebaran virus Campak di tanah air merenggut nyawa seorang dokter intership di Cianjur bernama Andito Mohamad Wibisono meninggal dunia diduga akibat campak dengan komplikasi pneumonia. Campak (gabagen) adalah penyakit virus yang sangat menular, ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit khas yang dimulai dari wajah ke seluruh tubuh. Pengobatan […]

  • PPPK Paruh Waktu Ancam Turun ke Jalan

    PPPK Paruh Waktu Ancam Turun ke Jalan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – PPPK paruh waktu hanya ingin aspirasinya didengar pemerintah dan DPR RI. Jika eksekutif maupun legislatif menolak, terpaksa mereka turun ke jalan. Ketua umun Aliansi R2 R3 Indonesia Faisol Mahardika mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat permohonan rapat pendapat (RDP) kepada DPR RI bersama kementerian terkait. “Saya juga akan membuat pernyataan bahwa kami ingin menyampaikan aspirasi sekaligus […]

  • Taspen Bongkar Fakta Kenaikan & Rapel Gaji 2026

    Taspen Bongkar Fakta Kenaikan & Rapel Gaji 2026

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –  Setelah gonjang-ganjing penyaluran THR 2026 mereda, ruang digital kini dibanjiri narasi yang mengklaim adanya kenaikan hingga rapel gaji bagi para purnabakti. Kabar yang viral di media sosial ini sontak membuat para pensiunan PNS, TNI, dan Polri berharap cemas. Menanggapi hal tersebut, PT Taspen (Persero) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melakukan penelusuran […]

  • Ketum PBNU Gus Yahya

    Ketum PBNU Gus Yahya: Tindakan Individu Tak Wakili Organisasi, Tak Campuri Kasus Eks Menag Gus Yaqut

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Nag Rustandi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    INFOKITA.News-Sehubungan dengan penetapan Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka, Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), memberikan tanggapan. Menurut Yahya Cholil Staquf, kasus adiknya yaitu Yaqut Cholil Qoumas adalah kasus pribadi. Gus Yahya menyatakan bahwa dia tidak akan terlibat dalam kasus Yaqut dan akan menyerahkannya sepenuhnya kepada proses hukum. “Sebagai kakak tentu secara […]

expand_less