Akibat Belum Memiliki Lahan, 40 Titik Koperasi Desa Merah Putih Kota Serang Belum Dibangun
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Serang, Banten, masih menghadapi kendala lahan.
Dari total 67 kelurahan yang menjadi sasaran pembangunan, baru 27 titik yang sudah memasuki tahap pembangunan fisik.
Sementara itu, sebanyak 40 titik lainnya belum dapat dibangun karena belum memiliki lahan yang memenuhi persyaratan.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang Marta Satria Subing mengatakan, pemerintah daerah masih terus mencari lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan KDMP.
“Untuk yang 40 titik yang belum memiliki lahan, kami ini sebetulnya sudah memaksimalkan di lapangan mencari lahan-lahan milik Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Provinsi Banten maupun kementerian atau BUMN,” katanya, Minggu (20/9/2026).
Menurut Marta, pencarian lahan tidak mudah karena tidak semua lokasi yang tersedia memenuhi ketentuan teknis.
Sejumlah lahan yang ditemukan memiliki luas kurang dari ketentuan atau tidak mempunyai akses menuju lokasi.
“Ada beberapa yang luasannya kurang dari 1.000 meter persegi, atau dia ada lahan tetapi tidak memiliki akses titik lahan tersebut,” ucap Marta.
Kondisi tersebut membuat pembangunan di 40 titik masih harus ditunda hingga tersedia lahan yang memenuhi persyaratan.
Marta mengatakan, pembangunan dapat segera dilakukan apabila lahan yang sesuai sudah tersedia.
“Kalau misalnya sudah ada lahan, sebenarnya Agrinar sudah siap melakukan pembangunan. Karena tidak ada lahan, atau ada lahan tapi tidak memenuhi persyaratan, ya akhirnya di-pending pembangunan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Serang juga telah meminta bantuan Pemerintah Provinsi Banten untuk pengadaan lahan pembangunan Koperasi Merah Putih.
Menurut Marta, permohonan tersebut telah disampaikan Wali Kota Serang kepada Gubernur Banten sekitar satu bulan lalu.
“Pak Wali sudah mengajukan permohonan kepada Pak Gubernur untuk diberikan bantuan dalam hal pengadaan lahan,” ungkap Marta.
Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Pemprov Banten akan menyediakan anggaran untuk membantu pengadaan lahan pada 2027.
“Ini kalau terkait surat itu kurang lebih sebulan yang lalu disampaikan oleh Pak Wali. Nah, saat ini kami belum mendapatkan kepastian apakah di 2027 Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan untuk diberikan bantuan kepada Kota Serang dalam hal pengadaan lahan,” jelasnya.
Di sisi lain, pembangunan fisik KDMP di Kota Serang telah berjalan di 27 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik telah selesai secara fisik.
Sementara 14 titik lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 10 hingga 30 persen.
“Kalau untuk pembangunan fisik dari 67 KMP di Kota Serang itu pembangunan saat ini sudah menginjak angka 27 titik,” ucap Marta.
Selain pembangunan fisik, sebanyak 30 KDMP di Kota Serang disebut sudah mulai beroperasi.
Namun, kegiatan operasional belum berlangsung secara rutin karena masih menghadapi kendala pasokan barang dari Bulog.
“Untuk operasional fisik sekalipun beberapa KMP itu belum memiliki gerai, itu sudah ada beberapa yang sudah beroperasional. Itu jumlahnya 30 KMP yang sudah beroperasional. Cuman memang sifatnya belum rutin,” katanya.
Menurut Marta, operasional koperasi masih bergantung pada pasokan logistik dari Bulog.
“Mereka bergantung suplai logistik dari Bulog. Nah, permasalahannya kuota dari Bulog terkait barang-barang subsidi ini belum stabil,” pungkas Marta.
Dengan kondisi tersebut, pembangunan 40 titik KDMP di Kota Serang masih menunggu ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan, sementara pembangunan fisik di 27 titik lainnya terus berjalan. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar