Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Seorang Dokter Muda Meninggal Dunia Akibat Suspek Campak, Kemenkes: Masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Seorang Dokter Muda Meninggal Dunia Akibat Suspek Campak, Kemenkes: Masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Perkembangan penyebaran virus Campak di tanah air merenggut nyawa seorang dokter intership di Cianjur bernama Andito Mohamad Wibisono meninggal dunia diduga akibat campak dengan komplikasi pneumonia.

Campak (gabagen) adalah penyakit virus yang sangat menular, ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit khas yang dimulai dari wajah ke seluruh tubuh.

Pengobatan campak berfokus pada meringankan gejala, seperti istirahat cukup, obat penurun demam (paracetamol), serta imunisasi MR sebagai langkah pencegahan utama

Kasus ini menjadi sorotan publik.Dokter muda ini meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan pada Kamis, 26 Maret 2026 setelah didiagnosis sebagai kasus suspek campak dengan komplikasi berat.

Andito Wibisono yang berprofesi sebagai dokter muda di Cainjur sempat mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.

“Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan resminya

“Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal,” sambungnya.

Mengenal Sosok dr Andito

Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Andito Mohammad Wibisono merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).

Andito Wibisono mengenyam Pendidikan Dokter pada Agustus 2019 dan lulus pada tahun 2023.Lalu, melanjutkan pendidikan Profesi Dokter pada Februari 2023, lulus tahun 2025. Sebelum meninggal ia bertugas sebagai dokter intership di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi di Instagram @rsud.cimacan, dokter muda tersebut merupakan anak dari Dewan Pengawas RSUD Cimacan dr Dharmawan SD MARS.

Dikutip dari Instagram @medicine_ui, dr. Andito dikenal sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan. Dokter muda itu juga pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof Ari Fahrian Syam SpPD-KGEHMMB.”

dr. Andito adalah angkatan FKUI 2019. Almarhum juga pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB,” demikian keterangan unggahan Instagram @medicine_ui.

Kemenkes Sampaikan Duka Cita

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan duka cita atas meninggalnya Andito Wibisono. “Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut,” ujar Aji.

Aji mengatakan pihaknya akan menelusuri kontak erat, mencari sumber penularan, menilai tingkat risiko, dan memberikan vitamin A untuk menekan potensi penularan yang lebih luas di wilayah setempat.

Campak Serang Anak-Anak hingga Dewasa

Dijelaskan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga berisiko kepada orang dewasa.

Bagi orang dewasa yang belum pernah divaksinasi dan terinfeksi campak, tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal.

Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau untuk masyarakat melengkapi imunisasi serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi dan ruam merah.

“Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak,” tutur Aji.

“Untuk pencegahannya, masyarakat juga diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak,” sambungnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Tanda Tangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren

    Presiden Tanda Tangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto sudah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai upaya memperkuat peran dan dukungan negara terhadap pesantren di Indonesia. Saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) tengah mematangkan struktur organisasi dan tata kerja Ditjen Pesantren. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar memastikan bahwa proses pematangan […]

  • 6 Menu Berbuka Puasa yang Kenyang Tanpa Risau Berat Badan Naik

    6 Menu Berbuka Puasa yang Kenyang Tanpa Risau Berat Badan Naik

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bulan suci Ramadhan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menjaga pola makan sekaligus mengatur berat badan, akan tetapi tidak makan selama 12 jam belum bisa dikatakan dapat menurunkan berat badan secara instan. Umumnya ada kebiasaan yang kurang baik saat seseorang berpuasa yaitu “balas dendam” artinya menghabiskan makanan atau minuman manis ataupun berminyak sehingga, […]

  • Kilas Balik Sinema Indonesia dan Penampilan Film Perdana Sineas Muda Cianjur

    Kilas Balik Sinema Indonesia dan Penampilan Film Perdana Sineas Muda Cianjur

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sinema Indonesia memiliki sejarah yang sangat dinamis, mencerminkan gejolak sosial dan politik bangsa ini. Sejarah mencatat bahwa pemutaran film pertama di Indonesia terjadi pada tahun 1900 di Batavia. Namun, produksi lokal baru dimulai pada era 1920-an melalui film bisu berjudul Loetoeng Kasaroeng (1926). Meski disutradarai oleh sineas asing, film ini menjadi fondasi awal […]

  • Indonesia Akan Segera Impor Tabung Gas CNG, Ini Negara Eksportirnya

    Indonesia Akan Segera Impor Tabung Gas CNG, Ini Negara Eksportirnya

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 40
    • 1Komentar

    INFOKITA.NEWS – Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan infrastruktur tabung gas untuk mendukung peralihan dari penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) ke Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif. Pada tahap awal, pemerintah memutuskan untuk mengimpor tabung dari luar negeri khususnya dari China, untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar berkualitas […]

  • FH UI Selidiki Dugaan Grup Mahasiswa Bahas Pelecehan, Tanggapan BEM UI: Kami mengecam dan mengawal penindakan kasus ini.

    FH UI Selidiki Dugaan Grup Mahasiswa Bahas Pelecehan, Tanggapan BEM UI: Kami mengecam dan mengawal penindakan kasus ini.

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan kasus pelecehan yang dialami Mahasiswi di perguruan tenama tanah air, Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) merespon kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang diduga dilakukan 16 mahasiswa FH UI. Bahkan beredar kabar terkait kampus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) digeruduk massa menyusul dugaan kasus 14 mahasiswa […]

  • Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

    Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Penyakit Campak masih ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan. Infeksi ini disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular melalui udara maupun kontak dekat antarindividu, sehingga penyebarannya sulit dikendalikan jika tidak diwaspadai sejak dini. Di kalangan masyarakat Makassar, campak atau morbili dikenal dengan sebutan “sarampa”. Pada tahap awal, gejala penyakit ini kerap disalahartikan sebagai […]

expand_less