Karhutla Gunung Sumbing Temanggung Mencapai Luas 344 Hektar, Perhutani Bongkar Penyebabnya
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dilaporkan makin meluas hingga Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan pembaruan data usai operasi pemadaman dihentikan sementara, total akumulasi luas lahan terdampak melonjak tajam dari sebelumnya 204 hektar menjadi 344 hektar.
Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Dimyati, mengonfirmasi bahwa saat ini fokus pemadaman tersisa di wilayah administratif Temanggung.
“Di Wonosobo dan Magelang alhamdulillah (api) sudah padam semua. Tinggal di Temanggung,” ujar Dimyati saat dihubungi Jumat malam.
Dimyati menjelaskan, jenis vegetasi yang hangus dilalap api didominasi oleh hamparan sabana, tegakan mlanding, serta tanaman bintami.
Menurutnya, laju perambatan api yang begitu cepat dipicu oleh tiupan angin yang sangat kencang di sekitar puncak.
Kondisi ini membuat kobaran api kian membesar sekaligus menyulitkan tim gabungan di lapangan.
Selain faktor cuaca, akses geografis menuju titik api terbilang ekstrem sehingga membatasi pergerakan petugas penanggulangan bencana.
“Topografi curam. Boleh dikatakan, dengan kondisi alam, sulit untuk memadamkan secara manual,” kata Dimyati.
Untuk melokalisasi kobaran api agar tidak meluas ke area resapan air, petugas di lapangan terus membuat sekat bakar atau parit secara manual.
Kendati demikian, mengingat medan yang sulit dijangkau, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengerahkan helikopter untuk operasi pemadaman udara (water bombing).
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi, menyampaikan bahwa saat ini armada helikopter masih difokuskan untuk penanganan karhutla di Gunung Lawu.
“Perizinan baru masuk ke Panglima TNI untuk pergeseran satu heli dari Lawu digeser ke Sumbing. Ini ada beberapa permasalahan teknis dan permasalahan lainnya di lapangan,” tutur Bergas.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar