Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Wacana Bahlil Stop Ekspor Timah, Pengusaha Soroti Kesiapan Pemerintah

Wacana Bahlil Stop Ekspor Timah, Pengusaha Soroti Kesiapan Pemerintah

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Munculnya wacana yang menjadi prioritas pemerintah untuk mendorong hilirisasi, pemerintah melalui Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia kini tengah mengkaji penghentian ekspor timah.

Menurutnya aktivitas ekspor dengan bahan mentah harus diganti menjadi pengolahan bahan mentah tersebut harus dilakukan di dalam negeri untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Dan tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah. Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah. Silakan teman-teman membangun investasi hilirisasi di dalam negeri,” ujar Bahlil saat Bahlil pada Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2).

Wacana tersebut diambil setelah dirinya berkaca pada tahun 2018-2019 larangan ekspor nikel yang dinilainya sukses meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tmengalami kelonjakkan nilai ekspor yang signifikan.

“Meningkat 10 kali lipat hanya dalam waktu 5 tahun. Inilah kemudian yang menjadi dorongan pertumbuhan ekonomi yang merata, menciptakan lapangan pekerjaan,” ucapnya.

PT Timah Tbk (TINS) membuka suara wacana yang dilakukan pemerintah untuk mendorong optimalisasi hilirisasi yang dilakukan menteri ESDM. Direktur Pengembangan Usaha TINS, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara melihat kesiapan pemerintah dalam segala aspek terkait rencana tersebut khususnya industri hilir. 

Ia mencontohkan industri produk hilir timah seperti industri elektronik untuk menjadi offtaker produk mineral timah dan mineral ikutan lainnya. 

“Keterjaminan suplai, atau supply chain ini harus terbentuk dan terintegrasi. Sehingga konsumsi produk timah domestik harus diatur sedemikian oleh pemerintah,” kata Suhendra pada Senin (16/2). 

Suhendra menyebutkan hingga saat ini ekspor logam timah Indonesia telah mencapai 92% ke berbagai negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Korea, Jepang, hingga India.

Hal tersebut berbeda dengan kebutuhan domestik logam timah hanya di angka 7%-8%. 

Di sisi lain, hingga saat ini TINS belum mendapatkan informasi secara utuh mengenai wacana pelarangan ekspor tersebut. 

“Kami belum mendapat info komprehensif tentang berita tersebut. Tapi menurut dugaan atau perkiraan kami adalah ekspor bijih timah yang dilarang. Kecuali ada regulasi terbaru yang melarang ekspor komoditas logam timah,” tutup Suhendra. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kas Negara Bertambah Rp11,4 T dari Denda Sawit dan Korupsi

    Kas Negara Bertambah Rp11,4 T dari Denda Sawit dan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyetorkan Rp 11,42 triliun ke kas negara pada Jumat ( 10/4 ). Dana tersebut berasal dari denda administratif dan pemulihan keuangan negara melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH. Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan , sebagian besar penerimaan berasal dari denda administratif sebesar Rp 7,23 triliun. Selain […]

  • Berkenalan Dengan Cesar Alumnus Unair yang Berkarier Jadi Marine Biologist di Maladewa

    Berkenalan Dengan Cesar Alumnus Unair yang Berkarier Jadi Marine Biologist di Maladewa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 2Komentar

    INFOKITA.NEWS – Muhammad Cesar Briliandi sudah bertahun-tahun menyelami dalamnya lautan setelah kelulusannya dari Universitas Airlangga (Unair). Kini ia berkarier sebagai marine biologist di Sub-Oceanic, Le Méridien Maldives Resort & Spa. Kisah Cesar bermula pada 2016 silam setelah kelulusannya dari Unair. Masih haus akan ilmu, Cesar bertolak ke National Taiwan Ocean University (NTOU) untuk melanjutkan studinya […]

  • FIFA MATCHDAY INDONESIA v OMAN 5 Juni 2026

    Oman Tantang Pasukan Jay Idzes di Jakarta pada FIFA Matchday 5 Juni 2026

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bagi pecinta sepak bola tanah air dipastikan akan kembali menyaksikan penampilan Jay Idzes dan kawan-kawan. Sebabnya, Federasi Sepak Bola Oman (Oman FA) secara resmi menyampaikan bahwa Timnas Oman dijadwalkan melakoni laga uji coba menghadapi Timnas Indonesia di Jakarta pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan agenda FIFA Matchday. Tak hanya menghadapi skuad Garuda, tim […]

  • Viral! Siswi Di Sumedang Diculik Gurunya Sendiri

    Viral! Siswi Di Sumedang Diculik Gurunya Sendiri

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seorang siswi kelas 6 SD di Kabupaten Sumedang telah mengalami pengalaman kurang menyenangkan setelah dirinya menjadi korban pemerkosaan dan penculikan seorang oknum guru honorer. Beruntungnya oelaku berinisial IM (35) kini sudah ditangkap polisi dan kejadian ini sudah dalam penanganan Satreskrim Polres Sumedang. Dalam laporannya, IM yang merupakan guru honorer sudah ditahan di Mapolres […]

  • Jalan Lenteng Agung Amblas, Warga Dipaksa Menggunakan Satu Jalan

    Jalan Lenteng Agung Amblas, Warga Dipaksa Menggunakan Satu Jalan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Akibat jalan amblas berdampak pada di sekitar bus stop TransJakarta SMAN 109 Jakarta telah terjadi kemacetan tidak terhindarkan terjadi di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejak pukul 09.00 WIB, terlihat jalanan padat merayap dari Jalan Lontar menuju Lenteng Agung Raya arah Depok atau Universitas Indonesia (UI). Sejumlah pengguna motor nampak menyalip […]

  • Pemerintah Menyatakan Indonesia Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka

    Pemerintah Menyatakan Indonesia Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah melalui Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah menyatakan, Indonesia tidak akan memberlakukan tarif di Selat Malaka karena hal itu tidak sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Hal itu disampaikannya dalam wawancara singkat di Jakarta, Kamis, saat merespons pertanyaan wartawan terkait apakah Indonesia akan memberlakukan pengenaan tarif di Selat Malaka. Sugiono […]

expand_less