Ini Penyebab Utama Gen Z Terkena Gula Darah
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Diabetes kini tidak hanya didominasi oleh pasien berusia di atas 40 tahun. Kasus diabetes belakangan mengalami pergeseran tren, di mana semakin meningkat di kalangan anak muda, termasuk generasi Z atau gen Z.
“Diabetes semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Saat ini penyakit tersebut sering didiagnosis pada usia 20 sampai 30 tahun, bahkan remaja,” ungkap Associate Profesor Dr. Do Dinh Tung, direktur Duc Giang General Hospital di Hanoi, dikutip dari VNnews, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Data penyandang diabetes di Indonesia pada tahun 2024 ada di angka 20,4 juta jiwa untuk kategori orang dewasa 20-79 tahun, menurut laporan International Diabetes Federation. Dengan ini, Indonesia menduduki peringkat 5 penyandang diabetes terbanyak di dunia dan peringkat 1 terbanyak di Asia Tenggara.
Tingkat konsumsi makanan cepat saji di kalangan gen Z terbilang cukup tinggi. Mulai dari mi instan, burger, kentang goreng, dan fried chicken, menjadi beberapa makanan yang digemari anak muda.
Berbagai makanan cepat saji tersebut tidak hanya tinggi kalori dan lemak, tetapi juga tinggi gula dan karbohidrat olahan. Bahan-bahan tersebut berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah, yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.
Beberapa tahun terakhir, minuman manis menjadi tren pada gaya hidup anak muda. Mulai dari kopi dengan bahan tambahan seperti susu dan gula, hingga berbagai minuman kekinian seperti teh susu.
“Sangat sulit mengontrol kadar gula darah jika mengonsumsi minuman manis,” tutur profesor madya di bidang endokrinologi, diabetes, dan metabolisme di Rush University Medical Center, Rasa Kazlauskaite.
Jika konsumsi minuman manis sering dilakukan, maka sangat sulit untuk mengontrol gula darah. Selain mengandung tinggi gula, berbagai minuman manis tersebut juga tidak mengandung protein, lemak, atau serat sehingga nutrisi tubuh tidak tercukupi dengan baik.
Perlu diketahui bahwa risiko terjadinya diabetes tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan manis. Makanan tak manis seperti makanan berpati juga dapat memicu diabetes jika dikonsumsi secara berlebihan.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan berpati yang sering kali sama sekali tidak terasa manis justru dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara lebih signifikan dibanding makanan manis,” ujar ahli kardiologi preventif, Stephen Devries, MD.
Makanan berpati merupakan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (zat tepung). Beberapa di antaranya ialah nasi, gandum, roti, pasta, kentang, ubi jalar, hingga singkong.
Meski demikian, bukan berarti Anda harus mengurangi secara ekstrem makanan berpati pada pola makan harian. Dianjurkan saat mengonsumsinya dipadukan dengan makanan kaya lemak sehat, serat, dan protein tanpa lemak untuk meminimalkan fluktuasi kadar gula darah. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar