Ucapan Selamat Kemenangan dari Arteta dan Inilah Alasan Pilih Gabriel Magalhaes Jadi Eksekutor Penalti Kelima Arsenal
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengucapkan selamat kepada Luis Enrique yang membawa Paris Saint-Germain memenangi gelar Liga Champions musim 2025-2026.
Diketahui Arsenal dibekuk Paris Saint-Germain dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026. The Gunners kalah 3-4 di babak adu penalti.
Adu penalti mesti digelar usai kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal plus dua kali babak extra time.Dalam laga final Liga Champions yang digelar di Puskas Arena, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Arsenal mencetak gol lebih dulu pada menit keenam via Kai Havertz sebelum PSG menyamakan kedudukan di menit ke-65 melalui penalti Ousmane Dembele.
Dalam konferensi pers pascalaga, Mikel Arteta memberikan selamat untuk kompatriotnya, Luis Enrique yang mampu membawa PSG mempertahankan gelar juara Liga Champions.
Arteta, yang membawa The Gunners mengakhiri puasa gelar Liga Inggris setelah 22 tahun mengungkap bahwa dirinya akan mencoba mengubah rasa sakit akibat kekalahan dari PSG di final Liga Champions musim ini sebagai cara untuk membawa tim ke level berikutnya.
“Pertama-tama, Anda harus melewati rasa sakit itu, mencernanya, dan mengubahnya menjadi bahan bakar untuk meningkatkan diri hingga mencapai level yang berbeda,” ujar Arteta dilansir dari laman resmi Arsenal.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia.”
“Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola, dengan aksi individu, belum pernah saya lihat,” ucapnya.
“Bukan rencananya untuk bermain di area tertentu ketika Anda tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda untuk melakukannya, jadi semakin banyak pujian untuk para pemain,” imbuh Arteta.
Kegagalan bek tengah Arsenal, Gabriel Magalhaes dianggap menjadi faktor penentu kemenangan PSG di final Liga Champions.Arteta berujar bahwa Arsenal melakukan latihan dan persiapan untuk menghadapi babak adu penalti.
Ia menyebut Gabriel Magalhaes menginginkan untuk mengeksekusi penalti kelima.
Namun, tendangan pemain Timnas Brasil itu justru melambung di atas gawang PSG yang dikawal Matvey Safonov.Les Parisiens pun menang 4-3 dalam adu penalti dan berhak mempertahankan gelar Liga Champions.
Selain Gabriel, Eberechi Eze juga gagal mengeksekusi penalti untuk Arsenal usai tembakannya menyamping di sisi kiri gawang PSG.
“Sejujurnya, dia (Gabriel) ingin mengambil penalti kelima. Kami telah mempersiapkan dan berlatih untuk momen ini. Biasanya, penendang penalti adalah Bukayo (Saka), Martin (Odegaard), dan Kai(Havertz),” ungkap Arteta.
“Kami tahu bahwa jika kami mendapat perpanjangan waktu melalui adu penalti, penendang penalti akan berbeda, namun tetap dengan kualitas yang sama seperti saat Anda melihat Eze mengambil penalti dalam latihan, dia tidak pernah gagal,” ujarnya.
“Tetapi Anda harus melakukannya di momen ini. Sayangnya, kami tidak memiliki ketepatan dan efisiensi yang sama seperti mereka, dan itulah alasan kami tidak menang,” tutup Arteta. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar