Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Akibat keracunan massal salah 1 balita dari 6 balita yang sempat menjadi korban keracunan massal di Cianjur, Jawa Barat. Satu dari enam balita tersebut berinisial MAB (2) dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4) sore, setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian balita tersebut serta sumber keracunan yang menimpa ratusan warga lainnya.

Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pemicu utama keracunan karena makanan dari program makanan gratis atau faktor lain.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan atau faktor lain. Kami segera umumkan setelah hasilnya keluar sekitar satu pekan ke depan,” ujar Made, Sabtu (25/4/2026).

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irvan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa MAB tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis sebagai rujukan dari Puskesmas Leles pada Rabu (22/4).

Saat masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), balita tersebut menunjukkan gejala lemas, pusing, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki.

“Hanya sekitar 12 jam dari pertama tiba di IGD, pasien meninggal dunia. Diagnosisnya syok septik. Sejak awal penanganan, pasien memang memiliki riwayat diare,” jelas dr. Irvan.

Total Korban Mencapai 134 Orang

Insiden ini bermula dari laporan 63 warga yang mengalami gejala keracunan. Namun, data terbaru menunjukkan skala dampak yang lebih luas.

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, mengungkapkan bahwa total warga yang mendapatkan penanganan medis mencapai 134 orang.

“Keluhan muncul sejak Senin sore, namun puncaknya terjadi pada Kamis dan Jumat hingga total tercatat 134 orang. Dari ratusan pasien, dua orang berada dalam kondisi buruk dan harus dirujuk ke rumah sakit,” tutur Tedi.

Meski sebagian besar korban telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang, Dinkes Cianjur memastikan pengawasan tetap berjalan.

Tenaga kesehatan di masing-masing desa disiagakan untuk memantau kondisi para korban, terutama balita, guna mengantisipasi adanya gejala susulan.

Pihak kepolisian dan dinas terkait saat ini masih mengumpulkan keterangan lebih lanjut sambil menunggu bukti ilmiah dari hasil uji sampel makanan yang telah dikirim ke laboratorium.

BGN Bantah Balita di Cianjur Meninggal Karena Konsumsi MBG

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, membantah meninggalnya balita MAB diakibatkan program MBG.

“Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG,” tegas Nanik dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Nanik menjelaskan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles kepada penerima manfaat, termasuk MAB, pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Namun, pada malam harinya serta keesokan pagi, orang tua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri di luar program MBG.

Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah. Nanik mengeklaim, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, taak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Nanik juga menegaskan bahwa balita MAB terakhir mengonsumsi MBG pada Selasa, 14 April 2026. Sementara pada Rabu, 15 April 2026, anak tersebut tidak mengonsumsi MBG karena menolak makan.

Gejala kemudian muncul pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 06.00 pagi, berupa muntah dan diare. BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Nanik. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakta Juara Persib Bandung Liga 1 Musim 2025/2026 dan Pesiapan Musim 2026/2027

    Fakta Juara Persib Bandung Liga 1 Musim 2025/2026 dan Pesiapan Musim 2026/2027

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 42
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bagi pendukung tim sepak bola tanah air, khususnya bagi mereka yang ada di provinsi Jawa Barat, keberhasiln Persib Bandung mencatatkan pencapaian terbaiknya di musim ini. Pesta pora menyelimuti seluruh sudut Kota Kembang setelah Persib Bandung resmi mengunci gelar juara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026. Keberhasilan Maung Bandung mengangkat trofi tertinggi […]

  • Road to AFF 2026: PSSI Puas dengan Persiapan Stadion Pakansari

    Road to AFF 2026: PSSI Puas dengan Persiapan Stadion Pakansari

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – PSSI puas dengan persiapan Stadion Pakansari menjelang Piala AFF 2026. Stadion di Kabupaten Cibinong, siap menjadi kandang Timnas Indonesia. Stadion Pakansari dipilih PSSI menjadi venue kandang Timnas Indonesia yang akan berkekuatan mayoritas pemain liga lokal. PSSI khawatir Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta akan sepi penonton jika menjadi kandang di Piala AFF. […]

  • Pemerintah Menyusun 5 Langkah WFH Untuk ASN dan Swasta, Sehari Dalam Sepekan

    Pemerintah Menyusun 5 Langkah WFH Untuk ASN dan Swasta, Sehari Dalam Sepekan

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 37
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah telah menyusun kebijakan lima langkah Work From Home (WFH) sebagai salah satu langkah antisipasi potensi krisis energi imbas konflik di Timur Tengah. Skema ini difokuskan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tanpa mengganggu produktivitas ekonomi. Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto […]

  • Inilah 5 Strategi Investasi Saat Rupiah Melemah

    Inilah 5 Strategi Investasi Saat Rupiah Melemah

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini. Kondisi tersebut tentunya membuat banyak orang khawatir. Media sosial pun banjir komentar netizen tentang dampak negatif yang terjadi atas lemahnya rupiah. Alih-alih ikut panik, melemahnya rupiah bisa dijadikan momentum untuk meninjau ulang strategi investasi dan mencari peluang baru. Berikut sejumlah […]

  • Pemerintah Ungkap Asal Mula Polemik War Tiket Haji

    Pemerintah Ungkap Asal Mula Polemik War Tiket Haji

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mendekati musim haji dalam beberapa waktu dekat ini telah muncul wacana skema baru penyelenggaraan haji berupa “war tiket” muncul ke permukaan yang menjadi perbincangan. Skema tersebut muncul dalam merespons panjangnya antrean haji di Indonesia di tengah terbatasnya kuota. Untuk mengatasi panjangnya antrean haji di Indonesia, pemerintah lewat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pun […]

  • Hasil Sidang Isbat  1 Ramadhan, Pemerintah Tetapkan Jatuh di 19 Februari

    Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan, Pemerintah Tetapkan Jatuh di 19 Februari

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 62
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Indonesia melalui kementerian agama (Kemenag) telah melakukan ruqyatul hilal untuk menetapkan jatuhnya 1 Ramadhan 1447 H pada pukul 16.00 waktu indonesia setempat. Pemantaun tersebut telah dinantikan oleh seluruh umat muslim di Indonesia sebagai penentu waktu untuk memulai puasa ramadhan. Hasil sidang isbat ini merujuk pada pemantauan yang dimulai dari sore hingga memasuki […]

expand_less