Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Akibat keracunan massal salah 1 balita dari 6 balita yang sempat menjadi korban keracunan massal di Cianjur, Jawa Barat. Satu dari enam balita tersebut berinisial MAB (2) dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4) sore, setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian balita tersebut serta sumber keracunan yang menimpa ratusan warga lainnya.

Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pemicu utama keracunan karena makanan dari program makanan gratis atau faktor lain.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan atau faktor lain. Kami segera umumkan setelah hasilnya keluar sekitar satu pekan ke depan,” ujar Made, Sabtu (25/4/2026).

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irvan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa MAB tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis sebagai rujukan dari Puskesmas Leles pada Rabu (22/4).

Saat masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), balita tersebut menunjukkan gejala lemas, pusing, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki.

“Hanya sekitar 12 jam dari pertama tiba di IGD, pasien meninggal dunia. Diagnosisnya syok septik. Sejak awal penanganan, pasien memang memiliki riwayat diare,” jelas dr. Irvan.

Total Korban Mencapai 134 Orang

Insiden ini bermula dari laporan 63 warga yang mengalami gejala keracunan. Namun, data terbaru menunjukkan skala dampak yang lebih luas.

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, mengungkapkan bahwa total warga yang mendapatkan penanganan medis mencapai 134 orang.

“Keluhan muncul sejak Senin sore, namun puncaknya terjadi pada Kamis dan Jumat hingga total tercatat 134 orang. Dari ratusan pasien, dua orang berada dalam kondisi buruk dan harus dirujuk ke rumah sakit,” tutur Tedi.

Meski sebagian besar korban telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang, Dinkes Cianjur memastikan pengawasan tetap berjalan.

Tenaga kesehatan di masing-masing desa disiagakan untuk memantau kondisi para korban, terutama balita, guna mengantisipasi adanya gejala susulan.

Pihak kepolisian dan dinas terkait saat ini masih mengumpulkan keterangan lebih lanjut sambil menunggu bukti ilmiah dari hasil uji sampel makanan yang telah dikirim ke laboratorium.

BGN Bantah Balita di Cianjur Meninggal Karena Konsumsi MBG

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, membantah meninggalnya balita MAB diakibatkan program MBG.

“Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG,” tegas Nanik dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Nanik menjelaskan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles kepada penerima manfaat, termasuk MAB, pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Namun, pada malam harinya serta keesokan pagi, orang tua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri di luar program MBG.

Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah. Nanik mengeklaim, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, taak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Nanik juga menegaskan bahwa balita MAB terakhir mengonsumsi MBG pada Selasa, 14 April 2026. Sementara pada Rabu, 15 April 2026, anak tersebut tidak mengonsumsi MBG karena menolak makan.

Gejala kemudian muncul pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 06.00 pagi, berupa muntah dan diare. BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Nanik. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirjen Pajak Bebaskan Sanksi Telat Lapor SPT Badan Hingga Akhir Mei 2026

    Dirjen Pajak Bebaskan Sanksi Telat Lapor SPT Badan Hingga Akhir Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto akhirnya bersuara untuk mempertimbangkan dengan turut memberikan relaksasi sanksi telat lapor surat pemberitahuan (SPT) tahunan bagi wajib pajak badan, untuk masa tahun pajak yang harus dilaporkan pada 2025, menjadi satu hingga akhir Mei 2026. Rencana pemberian relaksasi ini sebagaimana yang sebelumnya diberlakukan bagi wajib pajak orang pribadi yang […]

  • Makin Ngeri! Manchester United Bungkam Aston Villa 3-1

    Makin Ngeri! Manchester United Bungkam Aston Villa 3-1

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Manchester United kembali menambah tiga poin usai membungkam Aston Villa dengan skor 3-1 pada Minggu (25/6) di lanjutan pekan ke-30 liga premier inggris musim 2025/2026. Hasil tersebut semakin memperkokoh posisi TimSetan Merah tersebut di[posisi tiga klasemen sementara dengan raihan 54 poin. Dalam laga melawan tim asuhan Michael Carrick itu cukup kesulitan dalam membongkar […]

  • Visa Ratusan Petugas Haji Sempat Dibatalkan, Ada Apa? Ini Penjelasan Wamenhaj

    Visa Ratusan Petugas Haji Sempat Dibatalkan, Ada Apa? Ini Penjelasan Wamenhaj

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan alasan visa ratusan petugas haji 2026 sempat dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Sebelumnya dilaporkan, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf telah memberikan klarifikasi terkait adanya laporan 320 visa petugas haji yang mengalami hambatan. Dahnil menuturkan, persoalan visa ini biasa terjadi setiap tahun […]

  • Mendiktisaintek Pastikan Korban Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Dapatkan Perlindungan

    Mendiktisaintek Pastikan Korban Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Dapatkan Perlindungan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pun turut menyoroti kasus yang menimpa salah satu universitas favorit tanah air itu. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memastikan perlindungan kepada korban pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Kemendiktisaintek juga telah berkoordinasi dengan pihak UI dalam memantau […]

  • KPK Menyoroti Penemuan Barang Bernilai Fantastis dari BGN, Budi: bahan evaluasi serius

    KPK Menyoroti Penemuan Barang Bernilai Fantastis dari BGN, Budi: bahan evaluasi serius

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menjadi program unggulan Presiden Prabowo yang menurutnya dapat menekan angka stunting dan permasalahan gizi anak Indonesia. Namun siapa sangka program tersebut banyak sekali ditemukan kejanggalan yang dinilai tidak umum untuk badan yang fokus menyediakan makanan untuk masyarakat. Belum lama ini adanya penemuan pengadaan tablet untuk Sarjana Penggerak […]

  • Pemerintah Menyusun 5 Langkah WFH Untuk ASN dan Swasta, Sehari Dalam Sepekan

    Pemerintah Menyusun 5 Langkah WFH Untuk ASN dan Swasta, Sehari Dalam Sepekan

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah telah menyusun kebijakan lima langkah Work From Home (WFH) sebagai salah satu langkah antisipasi potensi krisis energi imbas konflik di Timur Tengah. Skema ini difokuskan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tanpa mengganggu produktivitas ekonomi. Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto […]

expand_less