Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Para Ahli dan Pegiat Bisnis Plastik Sebut Inilah Penyebab Utama Kenaikkan Harga Plastik

Para Ahli dan Pegiat Bisnis Plastik Sebut Inilah Penyebab Utama Kenaikkan Harga Plastik

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – CEO DST-Pack, Stanislav Krykun, sebuah perusahaan pengemasan yang berbasis di Polandia. Harga plastik cenderung terus merangkak naik bila ketegangan di Timur Tengah tak mereda.

“Pemasok plastik kami di China telah menaikkan harga sekitar 15% baru-baru ini, dan mereka menyebutkan kenaikan biaya bahan baku dan ketidakpastian pasar secara umum sebagai alasannya,” ujarnya.

Karena itu lalu lalang kapal di Selat Hormuz tersendat, maka pabrik pembuat biji plastik dan produk yang berhubungan dengannya mengalami lonjakan harga.

Para ahli memperingatkan harga berbagai produk plastik berpotensi naik akibat perang Iran yang mendorong lonjakan harga minyak dan gas.

Plastik berbahan dasar fosil sangat sensitif terhadap pergerakan energi, sehingga kenaikan biaya bahan baku mulai dirasakan di rantai pasok global.

Seperti dikutip CNN, sejak konflik meningkat pada akhir Februari, harga minyak melonjak lebih dari 40%.

Kondisi ini berpotensi membuat harga produk seperti alat makan sekali pakai, minuman kemasan, hingga kantong sampah naik dalam beberapa minggu ke depan, menurut Patrick Penfield, Profesor Praktik Manajemen Rantai Pasok Syracuse University.

Plastik digunakan luas di berbagai industri, mulai dari kemasan hingga manufaktur, sehingga kenaikan biaya sulit dilacak secara langsung dalam harga akhir produk.

“Konsumen sering kali hanya merasakan harga lebih mahal tanpa mengetahui faktor pemicunya,” kata Joseph Foudy, Profesor Ekonomi di NYU Stern School of Business.

Kenaikan biaya kemasan diperkirakan akan mulai mendorong harga makanan dalam dua hingga empat bulan, seiring perusahaan menghabiskan stok lama.

Di sektor otomotif, dampaknya bisa muncul dalam waktu kurang dari satu tahun karena harga biasanya terikat kontrak jangka panjang.

Lonjakan harga energi dipicu ancaman Iran terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Sejak perang dimulai, harga minyak mentah naik dari sekitar US$67 per barel menjadi lebih dari US$98 pada puncaknya 20 Maret, sementara harga gas di Asia dan Eropa melonjak lebih dari 60%. Lebih dari 99% plastik global berasal dari bahan bakar fosil, termasuk polyethylene (PE) dan polypropylene, dua jenis plastik yang paling banyak digunakan.

Timur Tengah sendiri menyumbang sekitar seperempat ekspor global kedua bahan tersebut, sehingga gangguan logistik di kawasan tersebut berpengaruh besar terhadap harga.

Data Plastics Exchange menunjukkan harga resin plastik telah melonjak dua digit dalam 30 hari terakhir di berbagai sektor manufaktur.

CEO Plastics Exchange Michael Greenberg menyebut kenaikan bulanan polyethylene saat ini sebagai yang terbesar dalam 25 tahun terakhir.

Penggunaan plastik yang sangat luas membuat peralihan ke alternatif seperti kertas atau kaca sulit dilakukan dalam waktu singkat karena membutuhkan perubahan proses produksi. Dalam jangka pendek, produsen cenderung menyesuaikan desain kemasan atau menggunakan plastik lebih tipis untuk menekan biaya.

Produk yang sebagian besar berbahan plastik diperkirakan mengalami kenaikan harga paling cepat.

Jika harga minyak tetap tinggi selama beberapa bulan, dampaknya bisa dirasakan konsumen hingga satu atau dua tahun ke depan, bahkan jika konflik berakhir lebih cepat. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Perkuat Karakter dan Toleransi Sejak Pagi

    SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Perkuat Karakter dan Toleransi Sejak Pagi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah pusat melalui kebijakan Profil Pelajar Pancasila menemukan wujud nyatanya di SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur. Sekolah dasar negeri ini konsisten menanamkan nilai spiritual, toleransi, dan kebangsaan kepada siswa sejak pagi hari, bahkan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. “Setiap pagi, Anak-anak disini selama 30 menit dibiasakan saling berhadapan, tegur […]

  • Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    Menteri HAM RI Natalius Pigai Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras Pada Aktivis KontraS: “Premanisme Tak Boleh Hidup di Indonesia”

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum lama ini seorang aktivis Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Andrie Yunus, diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Maret 2026, yang dinilai sebagai upaya pembungkaman aktivis HAM. Insiden ini memicu kecaman luas sebagai teror terhadap demokrasi.  Menanggapi […]

  • Persahabatan AS-Israel Mulai Retak, Pengamat Ekonomi: Pemicu Kenaikkan Harga Minyak Global

    Persahabatan AS-Israel Mulai Retak, Pengamat Ekonomi: Pemicu Kenaikkan Harga Minyak Global

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Persahabatan Amerika Serikat dengan Isrsel tampak mulai retak, hal ini bermula dari serangan udara Tel Aviv yang menargetkan sejumlah puluhan depot bahan bakar di Iran. Serangan tersebut disinyalir sebagai pemicu perselisihan pertama antar dua sekutu tersebut, sejak perang yang dilancarkan pada Iran pada beberapa hari yang lalu, negeri berjulukan Paman Sam merasa dikhianati […]

  • Rupiah Berpotensi Rebound Seiring Merosotnya Harga Komoditas Energi

    Rupiah Berpotensi Rebound Seiring Merosotnya Harga Komoditas Energi

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Hal tersebut seiring membaiknya sentimen pasar global dan penurunan harga minyak dunia.  Analis Doo Financial, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pemulihan kepercayaan investor menjadi pendorong utama penguatan rupiah. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah pulihnya sentimen pasar, dan turunnya […]

  • Respon Trump Terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran Matjoba Khamenei, Dingin dan Tidak Terima

    Respon Trump Terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran Matjoba Khamenei, Dingin dan Tidak Terima

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 53
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menanggapi terpilihnya pimpinan Iran yang baru Mojtaba Khamenei dengan tidak banyak bicara, sebagian melihat sikap dingin dari presiden di negara paman sam tersebut. “Kita akan lihat nanti,” ujar Trump ketika ditanya soal terpilihnya Mojtaba Khamenei pada Senin (9/3). Sementara itu, Middle East Eye melaporkan bahwa Trump tampak ‘tidak senang’ dengan […]

  • Waduh! Beras Ilegal 1.000 Ton Masuk Indonesia

    Waduh! Beras Ilegal 1.000 Ton Masuk Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, menyusul penangkapan ribuan ton beras ilegal yang diduga kuat diselundupkan tanpa prosedur karantina dan kepabeanan. Dalam sidak tersebut, Mentan Amran menegaskan praktik ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap petani dan kedaulatan pangan nasional. “Ini tidak boleh dibiarkan. […]

expand_less