Rupiah Ambyar, BI Ungkap Sebab Dolar AS Tembus Rp 17.300
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Bank Indonesia (BI) akhirnya buka suara terkait nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan itu membawa mata uang Paman Sam berhasil tembus level Rp 17.300-an/US$.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional.
“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%” kata Destry dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Pihaknya mengaku akan terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah.
“Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,” jelas Destry.
Cadangan devisa dinilai tetap kuat sebesar US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. BI memastikan akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” imbuhnya.
Berdasarkan data Bloomberg, sekitar pukul 09.35 WIB dolar AS bergerak menguat ke level Rp 17.310. Sempat bergerak ke level Rp 17.200-an, Dolar AS kembali menguat 0,70% ke level 17.302 pukul 10.15 WIB. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar