Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemenlu RI Sambut Sinyal Positif Iran Buka Selat Hormuz, Dubes Iran: Selat Hormuz Tidak Pernah Ditutup

Kemenlu RI Sambut Sinyal Positif Iran Buka Selat Hormuz, Dubes Iran: Selat Hormuz Tidak Pernah Ditutup

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan Iran telah memberi sinyal positif bakal mengizinkan kapal tanker Indonesia melewati Selat Hormuz.

Saat ini dua kapal Indonesia milik Pertamina masih tertahan di Teluk Arab atau Teluk Persia, dan belum bisa melewati Selat Hormuz.

Juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl Mulachela, mengungkapkan pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan koordinasi dengan pihak Iran untuk keselamatan kedua kapal itu.

Nabyl mengatakan pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintahan Indonesia untuk membiarkan kedua kapal itu lewat.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl di Jakarta, Jumat (27/3)

Menurut dia, langkah tindak lanjut telah dilakukan terkait aspek teknis dan operasional. Namun, ia belum bisa memberikan waktu pasti kapan kapal-kapal tanker tersebut bisa melalui Selat Hormuz.

Sebelumnya, PT Pertamina telah memastikan keselamatan awak kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita pada Sabtu (28/3).

Pertamina Pride dilaporkan dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.

Vega menyampaikan, saat ini, kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab/Teluk Persia.

Penutupan Selat Hormuz dilakukan Iran setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Penutupan Selat Hormuz membuat pasokan energi dunia mengalami hambatan. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan jalur pasokan sekitar 20 persen minyak bumi dan gas alam global.
Akibatnya, harga bahan bakar di beberapa negara di dunia terus meningkat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Rabu (4/3) mengeklaim terjebaknya dua kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz tak mengganggu ketahanan energi Indonesia.
Menurutnya, Indonesia telah mencari alternatif sumber energi di AS.

Menanggapi pernyataan tersebut Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa Pemerintah Iran tidak menutup Selat Hormuz.

“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka,” kata Boroujerdi saat ditemui di rumah dinasnya, Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3). Ia menyebut Iran sebagai negara yang bertanggung jawab atas selat tersebut.

Iran hanya menerapkan protokol lalu lintas selama masa perang.

“Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” tegas dia.

Boroujerdi menyatakan bahwa Selat Hormuz telah dijaga Iran selama ratusan tahun. Ia menegaskan, keamanan di Selat Hormuz berlaku untuk semua negara, termasuk Iran.

“Keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara, di mana Iran juga termasuk di dalamnya, atau sama sekali tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana,” ujar dia.

“Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah, kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” tambah dia.

Senada dengan hal itu Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz tak sepenuhnya ditutup menyusul konflik panas yang terjadi di Timur Tengah. Dia menegaskan Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk musuh.

“Selat Hormuz, dari sudut pandang kami, tidak sepenuhnya tertutup – selat ini hanya tertutup bagi musuh,” kata Aragachi dilansir Aljazeera, Kamis (26/3) waktu setempat.

Dia menegaskan tak akan membuka selat itu untuk musuh dan sekutunya. Namun, Araghchi menyebut pihaknya sudah memberikan jalur aman bagi negara sahabatnya untuk bisa leluasa melintas.

“Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh kami dan sekutu mereka lewat,” kata dia.

“Angkatan bersenjata Teheran telah memberikan jalur aman bagi kapal-kapal dari negara-negara sahabat,” imbuhnya.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan energi global, terdampak oleh perang berkelanjutan di Timur Tengah. Sebelum perang meletus, sekitar 20 juta barel minyak global biasanya melintasi jalur perairan penting tersebut setiap harinya.

Imbas dari perang, aktivitas perlintasan di Selat Hormuz telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu. Hal tersebut memicu gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

    MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 62
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertimbangkan kembali untuk keterlibatan dalam Board of Peace, termasuk opsi untuk menarik diri dari forum internasional tersebut. Keikutsertaan Indonesia justru dinilai tidak sejalan dengan sikap konstitusional yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of […]

  • Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Warga Alami Sesak Nafas dan Iritasi Mata

    Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Warga Alami Sesak Nafas dan Iritasi Mata

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tenaga kesehatan, mobil ambulans hingga dua puskesmas disiagakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, untuk menangani korban ledakan pabrik kimia PT MCCI. Masyarakat maupun karyawan yang membutuhkan penanganan medis, bisa mendatangi dua lokasi tersebut untuk penanganan awal. “Kita sudah informasi ke Puskesmas Merak kalau memang takutnya ke Grogol jauh. Sudah kita koordinasikan,” ujar Kepala […]

  • BGN Beberkan Alasan Sewa EO Rp113 Miliar, Dadan: Bagian Profesioanlitas BGN untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis

    BGN Beberkan Alasan Sewa EO Rp113 Miliar, Dadan: Bagian Profesioanlitas BGN untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Permasalahan yang ditemui dalam program Makan Bergizi Gratis tidak hanya permasalahan tentanh gizi dan jumlah makanan yang dinilai kurang sesuai standar oleh penerima manfaat tetapi juga mengenai kondisi di lapangan. Belum lama ini Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mendapat sorotan karena menggunakan dana Rp113,9 miliar untuk menyewa jasa penyelenggara acara atau event organizer […]

  • Rupiah Semakin Melemah Dekati Level Rp18.000 Sudah Di Angka  Rp17.876 per Dolar AS

    Rupiah Semakin Melemah Dekati Level Rp18.000 Sudah Di Angka Rp17.876 per Dolar AS

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nilai rupiah hari ini kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data terbaru dari Trading Economics per pukul 11.00 WIB pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, kurs rupiah berada di level Rp17.876 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada Kamis, 28 Mei 2026 yang berada di […]

  • Indonesia Negara Pertama yang Bakal Pakai CNG 3 Kg Untuk Bahan Bakar Masak

    Indonesia Negara Pertama yang Bakal Pakai CNG 3 Kg Untuk Bahan Bakar Masak

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indonesia akan segera beralih dari penggunaan gas LPG 3kg dengan gas CNG dalam waktu dekat, sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Migas Laode Sulaeman yang menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan peta jalan agar peralihan tersebut dapat berjalan dengan aman dan efisien bagi rumah tangga. Nantinya, tabung CNG 3 kg akan menggunakan teknologi tabung […]

  • Mahasiswa Sidang KDM Tuntut Persoalan Banjir dan Transparansi Anggaran BUMD

    Mahasiswa Sidang KDM Tuntut Persoalan Banjir dan Transparansi Anggaran BUMD

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima,=
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dihadang oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (10/3). Peristiwa itu terjadi sesaat ketika Dedi hendak keluar dari area gedung DPRD usai mengikuti rapat […]

expand_less